Rehan/Gloria Comeback: Misi Penebusan di Singapore Open 2026 Setelah Badai Cedera ACL

Maya Indah | WartaLog
25 Mei 2026, 15:19 WIB
Rehan/Gloria Comeback: Misi Penebusan di Singapore Open 2026 Setelah Badai Cedera ACL

WartaLog — Kabar gembira datang dari arena bulu tangkis dunia, khususnya bagi para pecinta tepok bulu di tanah air. Setelah sempat menghilang dari radar kompetisi elit selama kurang lebih sembilan bulan, duet ganda campuran andalan Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, akhirnya siap kembali mengayunkan raket di panggung internasional. Singapore Open 2026 akan menjadi saksi bisu kembalinya pasangan yang dikenal dengan semangat juangnya ini.

Penantian Sembilan Bulan yang Berujung di Negeri Singa

Absensi panjang Rehan/Gloria bukanlah tanpa alasan. Sejak pertengahan tahun lalu, publik bertanya-tanya mengenai keberadaan mereka di berbagai turnamen BWF World Tour. Jawaban pahit muncul ketika diketahui bahwa Rehan harus menepi akibat cedera serius yang dialaminya. Kini, setelah melewati masa rehabilitasi yang melelahkan dan penuh tantangan, Singapore Open 2026 yang akan dihelat pada 26-31 Mei mendatang resmi menjadi panggung comeback mereka.

Read Also

Analisis Paul Pogba Terhadap Masa Depan Kobbie Mainoo: Dilema Antara Loyalitas dan Ambisi di Manchester United

Analisis Paul Pogba Terhadap Masa Depan Kobbie Mainoo: Dilema Antara Loyalitas dan Ambisi di Manchester United

Perasaan campur aduk menyelimuti pasangan ini. Bagi Rehan, kembali ke lapangan internasional terasa seperti memulai babak baru dalam karier profesionalnya. “Pertama-pertama alhamdulillah bisa kembali lagi ke sini, bisa come back di pertandingan internasional,” tutur Rehan dalam keterangan resmi PP PBSI. Ungkapan syukur tersebut mencerminkan betapa panjang jalan yang telah ia tempuh untuk bisa kembali berdiri di lapangan dengan kondisi fisik yang mumpuni.

Luka di Macau Open 2025: Mimpi Buruk yang Menjadi Nyata

Jika menilik ke belakang, nestapa Rehan bermula pada 1 Agustus 2025 di ajang Macau Open. Saat itu, sebuah gerakan yang salah mengakibatkan lutut kirinya mengalami masalah serius. Diagnosis dokter pun bak petir di siang bolong: Rehan mengalami robekan pada Anterior Cruciate Ligament (ACL). Cedera ini merupakan salah satu momok terbesar bagi atlet profesional karena memerlukan waktu pemulihan yang sangat lama dan prosedur operasi yang kompleks.

Read Also

Perjuangan Veda Ega Pratama di Sirkuit Jerez: Janji Bangkit Usai Start Sulit di Moto3 Spanyol 2026

Perjuangan Veda Ega Pratama di Sirkuit Jerez: Janji Bangkit Usai Start Sulit di Moto3 Spanyol 2026

Operasi ACL yang dijalani Rehan memaksanya untuk menjauh dari rutinitas latihan intensif. Selama berbulan-bulan, ia harus berkutat dengan meja fisioterapi, latihan penguatan otot kecil, dan belajar berjalan kembali sebelum akhirnya bisa menyentuh lapangan bulu tangkis. Kerinduan akan atmosfer pertandingan internasional hanya bisa ia pendam sembari melihat rekan-rekannya berjuang di televisi. Inilah masa-masa tersulit di mana mentalitas seorang atlet bulu tangkis benar-benar diuji.

Menelusuri Jejak Pemulihan: Dari Meja Operasi ke Sirnas Surabaya

Proses pemulihan Rehan menunjukkan progres yang luar biasa. Setelah absen panjang hingga akhir tahun 2025, ia mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan pada awal tahun 2026. Sebagai ajang pemanasan dan uji coba kekuatan kakinya, Rehan/Gloria sempat turun di level nasional, tepatnya pada Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur 2026 di Surabaya pada April lalu.

Read Also

Inter Milan Pasang Pagar Tinggi, Alessandro Bastoni Tak Tersentuh Godaan Barcelona

Inter Milan Pasang Pagar Tinggi, Alessandro Bastoni Tak Tersentuh Godaan Barcelona

Penampilan di Sirnas tersebut menjadi titik balik penting. Di sana, Rehan mencoba mengukur sejauh mana lututnya bisa menahan beban permainan cepat. Meski levelnya berbeda dengan turnamen internasional, kesuksesan di Surabaya memberikan suntikan kepercayaan diri yang krusial sebelum mereka memutuskan untuk terbang ke Singapura. Selang satu bulan setelah performa meyakinkan di Sirnas, mereka pun mantap mendaftarkan diri ke turnamen level Super 750 tersebut.

Bukan Sekadar Mengejar Trofi: Filosofi ‘Enjoy’ ala Rehan

Menariknya, meski ini adalah momen kembalinya mereka ke pentas dunia, Rehan/Gloria tidak memasang target yang muluk-muluk. Mereka menyadari bahwa tingkat kompetisi di ganda campuran dunia saat ini sudah berkembang pesat selama mereka absen. Oleh karena itu, misi utama mereka bukan langsung meraih gelar juara, melainkan mengembalikan ritme permainan dan kepercayaan diri.

“Memang jalannya tidak mudah buat saya jadi saya mencoba untuk lebih enjoy, mencoba untuk menikmati pertandingan pertama dulu,” ungkap Rehan secara jujur. Ia tidak ingin terbebani oleh ekspektasi tinggi yang justru bisa mengganggu proses adaptasinya di lapangan. Sikap ini dinilai sangat bijak oleh banyak pengamat, mengingat tekanan psikologis setelah cedera ACL seringkali lebih berat daripada cedera fisiknya itu sendiri.

Gloria Widjaja: Menjaga Semangat dan Misi yang Belum Usai

Di sisi lain, Gloria Emanuelle Widjaja tampak sangat antusias menyambut kembalinya sang partner. Selama Rehan absen, Gloria sempat berpasangan dengan pemain lain dalam beberapa kesempatan latihan, namun chemistry yang ia miliki dengan Rehan memang tak tergantikan. Ia memuji ketangguhan mental Rehan dalam melewati masa-masa sulit.

“Yang pasti happy, maksudnya senang karena melihat Rehan punya progress yang sangat-sangat baik dan cepat recovery-nya,” ujar Gloria dengan nada optimis. Lebih dari sekadar bermain, Gloria merasa ada tugas yang belum selesai antara dirinya dan Rehan. “Saya merasa ada misi yang belum selesai dengan Rehan jadi saya bilang sama dia, ayo kita selesaikan ini dengan baik,” tambahnya. Semangat pembuktian ini diharapkan menjadi energi tambahan bagi mereka saat menghadapi lawan-lawan tangguh di Singapura nanti.

Kekuatan di Balik Layar: Support System yang Tak Pernah Padam

Keberhasilan Rehan kembali ke lapangan tak lepas dari peran orang-orang di sekelilingnya. Ia menekankan bahwa dukungan keluarga, pelatih, tim fisioterapi, dan sesama pemain di pelatnas adalah pilar utama kesembuhannya. Mereka bukan hanya membantu secara fisik melalui program latihan, tetapi juga terus memotivasi mental Rehan agar tidak menyerah.

“Mereka selalu mengingatkan tujuan saya recovery untuk apa. Mereka juga selalu menguatkan mental saya yang membuat saya lebih ekstra, lebih semangat lagi untuk bangkit,” kenang Rehan. Proses rehabilitasi ACL seringkali terasa membosankan dan melelahkan secara emosional, namun dengan support system yang kuat, Rehan mampu mengubah rasa frustrasi menjadi energi untuk pulih lebih cepat dari perkiraan banyak orang.

Daftar Skuad Garuda di Singapore Open 2026

Selain kembalinya Rehan/Gloria, Indonesia juga mengirimkan sejumlah wakil terbaiknya untuk berlaga di Singapore Open 2026. Berikut adalah daftar lengkap pemain yang akan berjuang membawa nama harum bangsa:

  • Tunggal Putra: Jonatan Christie dan Alwi Farhan.
  • Tunggal Putri: Putri Kusuma Wardani.
  • Ganda Putra: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta pasangan independen Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
  • Ganda Putri: Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
  • Ganda Campuran: Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja dan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.

Melihat komposisi skuad di atas, Indonesia memiliki peluang cukup besar di berbagai sektor. Kehadiran kembali Rehan/Gloria tentu menambah amunisi di sektor ganda campuran yang belakangan ini sedang berusaha mencari konsistensi performa di kancah global.

Harapan Baru untuk Ganda Campuran Indonesia

Momen di Singapore Open 2026 ini bukan sekadar tentang menang atau kalah bagi Rehan dan Gloria. Ini adalah tentang keberanian untuk bangkit dari keterpurukan dan tekad untuk kembali bersaing di level tertinggi. Seluruh penggemar bulu tangkis Indonesia tentu berharap agar Rehan bisa tampil lepas tanpa bayang-bayang cedera masa lalu.

Dengan dukungan penuh dari PBSI dan doa dari masyarakat Indonesia, kembalinya pasangan ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi atlet-atlet lain yang mungkin tengah berjuang melawan cedera. Rehan dan Gloria telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, kesabaran, dan dukungan yang tepat, jalan menuju panggung dunia akan selalu terbuka lebar. Mari kita nantikan aksi gemilang mereka di Negeri Singa akhir Mei mendatang.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *