Bangkit dari Skandal ‘Passportgate’, Dean James Ungkap Kelegaan Kembali Merumput di Eredivisie
WartaLog — Penantian panjang Dean James akhirnya berujung manis. Setelah sempat terasing dari lapangan hijau akibat polemik administrasi yang rumit, bek sayap Go Ahead Eagles ini akhirnya kembali merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi Belanda, Eredivisie, musim 2025/2026.
Momen emosional tersebut terjadi saat Go Ahead Eagles bertandang ke markas Groningen di Stadion Euroborg pada Minggu (12/4/2026) dini hari WIB. James tidak langsung masuk sebagai starter, melainkan diturunkan oleh pelatih Melvin Boel pada menit ke-70 untuk menggantikan Alfons Sampsted. Meski hanya bermain dalam durasi terbatas, kehadiran James memberikan stabilitas di sisi kiri pertahanan yang sebelumnya dikawal oleh Aske Adelgaard.
Statistik Solid di Laga Comeback
Dalam laga kembalinya tersebut, James menunjukkan bahwa insting bertahannya tidak luntur meski sempat absen berlatih bersama tim. Berdasarkan catatan statistik, ia membukukan 11 kali sentuhan bola, dua aksi bertahan yang krusial, satu sapuan bersih, satu intersep, serta tiga kali pemulihan bola (recoveries). Kontribusi efektifnya membantu Go Ahead Eagles mencuri satu poin berharga dari kandang lawan.
Prediksi Sunderland vs Manchester United: Ambisi Setan Merah Menyegel Takhta Tiga Besar di Stadium of Light
Selepas peluit panjang dibunyikan, James tak bisa menyembunyikan rona bahagianya. “Semuanya berjalan dengan baik. Saya sangat senang bisa kembali bermain sepak bola lagi,” ungkap pemain berusia 25 tahun tersebut dengan nada lega.
Kilas Balik Drama ‘Passportgate’ yang Menjerat
Kehadiran James di lapangan menjadi sangat istimewa karena ia baru saja melewati masa-masa sulit yang dikenal sebagai skandal ‘Passportgate’. Kasus ini mencuat setelah NAC Breda—klub yang tengah berjuang di zona merah—melaporkan masalah legalitas paspor dan izin kerja James. Laporan ini muncul tepat setelah NAC Breda menelan kekalahan telak 6-0 dari Go Ahead Eagles bulan lalu.
Pihak NAC Breda bahkan sempat menuntut agar pertandingan diulang dengan dalih bahwa status James tidak sah secara hukum. Akibat laporan tersebut, James terpaksa diparkir sementara oleh klub untuk menghindari sanksi yang lebih berat, sementara manajemen berpacu dengan waktu menyelesaikan tumpukan berkas birokrasi.
Krisis Biaya Piala Dunia 2026: Mengapa Nonton Timnas Kesayangan Kini Menjadi Kemewahan yang Tak Terjangkau?
Terisolasi Seperti Masa Pandemi
Selama proses penyelesaian kasus yang menyita perhatian publik Belanda tersebut, James mengaku mengalami fase yang sangat aneh dalam kariernya. Ia sempat dilarang menggunakan fasilitas klub dan tidak diperbolehkan berlatih bersama rekan setimnya. Situasi ini memaksanya untuk berlatih secara mandiri demi menjaga kebugaran fisik.
“Rasanya sangat aneh. Ketika berita itu muncul di media dua minggu lalu, saya benar-benar bingung harus berbuat apa. Saya diskors dan harus berlatih sendiri. Rasanya seperti kembali ke zaman pandemi COVID-19 dulu,” kenang James merujuk pada masa isolasi beberapa tahun silam.
James pertama kali mengetahui kabar buruk tersebut melalui Direktur Teknik klub, Jan Willem van Dop. Meski sempat terkejut dan frustrasi, kini sang pemain bisa bernapas lega karena segala urusan legalitasnya telah dinyatakan tuntas oleh otoritas Liga Belanda. Kini, fokus utamanya adalah kembali memperkuat lini pertahanan tim dan melupakan kenangan pahit isolasi mandiri tersebut.
Dibalik Dominasi Sirkuit Sepang: Mengintip Rahasia Malaysia Menjadi Kiblat Balap Dunia