Aksi Heroik Donny M di Kejurnas Rally Banjarbaru: Dari Gagal Finis Menuju Podium M1

Sutrisno | WartaLog
10 Mei 2026, 23:18 WIB
Aksi Heroik Donny M di Kejurnas Rally Banjarbaru: Dari Gagal Finis Menuju Podium M1

WartaLog — Lintasan tanah merah yang berdebu di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi saksi bisu sebuah drama kebangkitan yang luar biasa dalam ajang Kejurnas Rally 2026 Seri II. Di tengah persaingan sengit para pereli papan atas tanah air, Donny M, yang bernaung di bawah bendera tim DMO Pertamax Turbo Fin+, berhasil mencatatkan namanya di podium kedua kelas M1. Keberhasilan ini bukan sekadar soal kecepatan, melainkan sebuah manifestasi dari mentalitas juara yang pantang menyerah setelah sempat terpuruk di hari pertama perlombaan.

Mimpi Buruk di Hari Pertama: Tekanan DNF yang Menyakitkan

Perjalanan Donny M di seri kedua ini sejatinya tidak berjalan mulus sejak awal. Pada hari Sabtu (9/5/2026), atmosfer di paddock tim DMO sempat menegang ketika mobil andalan mereka, Subaru STI, mengalami kendala teknis yang fatal. Saat tengah memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi dan melakukan aksi jumping yang spektakuler di Special Stage (SS) 4, komponen drivetrain mobil tersebut mengalami kerusakan serius. Akibatnya, Donny terpaksa menelan pil pahit dengan status Did Not Finish (DNF).

Read Also

Misi Penyelamatan Musim: Chelsea Melaju ke Final Piala FA di Tengah Badai Manajerial

Misi Penyelamatan Musim: Chelsea Melaju ke Final Piala FA di Tengah Badai Manajerial

Kegagalan di hari pertama seringkali meruntuhkan moral seorang atlet. Namun, bagi Donny M, kegagalan tersebut justru menjadi bahan bakar untuk membuktikan kualitas timnya. Di dunia balap mobil reli, setiap detik sangat berharga, dan kerusakan pada sistem penggerak bukanlah perkara sepele yang bisa diperbaiki dalam sekejap mata. Namun, dedikasi mekanik menjadi kunci utama dalam membalikkan keadaan.

Epos Kebangkitan: Kerja Keras Mekanik dan Strategi Baru

Kesuksesan Donny merengkuh podium pada hari Minggu (10/5/2026) tidak lepas dari tangan dingin para kru mekanik DMO Pertamax Turbo Fin+. Setelah mobil ditarik kembali ke area servis, para teknisi langsung bekerja lembur tanpa henti. Mereka membongkar bagian gardan, melakukan inspeksi menyeluruh pada sistem transmisi, hingga memastikan setiap baut terpasang dengan presisi sempurna agar mobil kembali kompetitif untuk tantangan hari berikutnya.

Read Also

Kabar Duka dari Pangeran Biru: Layvin Kurzawa Akhiri Musim Lebih Cepat Akibat Cedera Hamstring

Kabar Duka dari Pangeran Biru: Layvin Kurzawa Akhiri Musim Lebih Cepat Akibat Cedera Hamstring

“Sabtu kemarin kami memang kurang beruntung. Subaru STI terkena masalah drivetrain sewaktu jumping di SS4 dan harus DNF. Tapi tim DMO Pertamax Turbo Fin+ benar-benar luar biasa. Mekanik langsung lembur bongkar gardan dan cek ulang semua sistem demi memastikan kami bisa kembali ke lintasan,” ungkap Donny dengan nada penuh apresiasi saat ditemui oleh tim WartaLog.

Memasuki hari kedua, Donny tidak hanya mengandalkan perbaikan mesin, tetapi juga melakukan evaluasi total terhadap gaya mengemudinya. Bersama sang navigator setianya, Pramurahardjo, ia memutuskan untuk mengubah pendekatan di lintasan gravel Borneo yang terkenal licin dan menantang.

Menaklukkan Gravel Borneo dengan Kesabaran dan Presisi

Alih-alih tampil agresif sejak garis start, Donny memilih taktik yang lebih kalkulatif. Pada SS1 dan SS2 di hari kedua, ia memfokuskan diri untuk membangun kembali kepercayaan diri atau recovery feeling. Memahami karakter lintasan dan mendengarkan raungan mesin menjadi prioritas utamanya sebelum benar-benar menginjak pedal gas lebih dalam.

Read Also

Dominasi Blaugrana Berlanjut: Daftar Lengkap Juara Liga Spanyol Setelah Barcelona Segel Titel Musim 2025/2026

Dominasi Blaugrana Berlanjut: Daftar Lengkap Juara Liga Spanyol Setelah Barcelona Segel Titel Musim 2025/2026

Donny menjelaskan bahwa perubahan strategi ini sangat krusial. “SS1 sampai SS2 kami pakai untuk pemulihan insting dulu. Mencari grip yang pas dan mendengarkan suara mobil agar yakin semuanya normal. Baru setelah itu, kami melakukan push secara bertahap. Kami juga melakukan revisi pada pace note berdasarkan rekaman video on board dari hari sebelumnya untuk meminimalisir risiko,” jelasnya mendalam.

Hasilnya terbukti ampuh. Donny mampu melesat stabil di kelas M1, melewati satu demi satu rintangan di lintasan Banjarbaru. Konsistensi yang ia tunjukkan di sisa SS membawanya mengamankan posisi kedua di kelas bergengsi tersebut, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa kecerdasan strategi sama pentingnya dengan tenaga kuda di bawah kap mesin.

Sinergi Sponsor: Lebih dari Sekadar Logo di Mobil

Keberhasilan sebuah tim balap profesional juga sangat bergantung pada sokongan mitra strategis. Donny M secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada para sponsor seperti Pertamina Pertamax Turbo, Fin+, serta Rocket Racing Bali. Baginya, dukungan yang diberikan bukan sekadar pajangan logo pada bodi mobil, melainkan dukungan moral dan teknis yang memberikan “nyawa” kedua bagi tim saat menghadapi masa sulit.

“Sponsor bagi kami bukan sekadar mitra finansial, tapi mereka memberikan kami kesempatan untuk tetap bertarung. Kejadian DNF pada hari Sabtu tidak membuat mereka mundur atau pesimis. Sebaliknya, pada hari Minggu mereka justru memberikan dukungan yang lebih kuat agar kami bisa bangkit,” tutur Donny penuh syukur.

Sisi Lain Lintasan: Nasib Kurang Beruntung Aldio Oekon

Namun, di balik perayaan podium Donny M, lintasan gravel Borneo tetap menunjukkan kegarangannya. Rekan sejawat Donny, Aldio Oekon, yang berpasangan dengan navigator Respati Adhi, harus mengalami nasib yang berbanding terbalik. Mengandalkan Hyundai i20 N Rally2, Aldio harus terhenti setelah mengalami insiden dalam kecepatan tinggi.

Benturan keras yang dialami mobil Aldio menyebabkan kerusakan struktural yang cukup berat, bahkan membuat sistem kemudi terkunci ke arah kanan, sehingga mustahil untuk melanjutkan lomba. Padahal, Aldio sebelumnya merupakan salah satu unggulan setelah meraih podium pada seri perdana.

“Risiko balap reli di lintasan tanah memang sangat tinggi. Kami sebenarnya sudah mencatat peringatan caution di pace note, namun kondisi posisi di lapangan berubah. Insiden terjadi saat kecepatan tinggi, dampaknya sangat keras sampai setir langsung lock ke kanan,” pungkas Aldio menceritakan momen pahit tersebut.

Kesimpulan: Mentalitas Juara yang Sesungguhnya

Seri II Kejurnas Rally 2026 di Banjarbaru ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh pecinta otomotif di tanah air. Kemenangan Donny M menduduki podium P2 di kelas M1 adalah simbol dari ketangguhan mental seorang atlet. Dunia reli bukan hanya tentang siapa yang tercepat mencapai garis finis, melainkan tentang siapa yang paling cepat bangkit setelah terjatuh.

Dengan perolehan poin yang signifikan dari seri ini, Donny M dan tim DMO Pertamax Turbo Fin+ kini menatap seri berikutnya dengan optimisme tinggi. Persaingan di kelas M1 dipastikan akan semakin memanas, namun dengan performa mobil yang telah teruji dan kekompakan tim yang semakin solid, Donny M kini menjadi salah satu ancaman serius dalam perebutan gelar juara nasional musim ini.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *