Mengintip Isi Garasi Dadan Hindayana: Koleksi Mobil Mewah di Tengah Sorotan Anggaran EO BGN Rp 113 Miliar

Rendra Putra | WartaLog
12 Apr 2026, 15:54 WIB
Mengintip Isi Garasi Dadan Hindayana: Koleksi Mobil Mewah di Tengah Sorotan Anggaran EO BGN Rp 113 Miliar

WartaLog — Nama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, belakangan ini mendadak jadi buah bibir publik. Bukan hanya soal peran strategis lembaganya dalam mengawal gizi masyarakat, namun juga terkait alokasi anggaran fantastis senilai Rp 113 miliar untuk jasa Event Organizer (EO) yang memicu beragam reaksi di ruang digital.

Di balik keriuhan angka-angka triliunan dalam program strategis nasional, banyak yang mulai penasaran dengan profil pribadi sang nakhoda BGN ini. Berdasarkan penelusuran melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK pada 14 Maret 2025, Dadan tercatat memiliki total kekayaan yang mencapai Rp 9.022.400.000.

Koleksi Kendaraan di Balik Pintu Garasi

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah isi garasi milik Dadan Hindayana. Dari total kekayaan senilai Rp 9 miliar tersebut, aset dalam bentuk alat transportasi dan mesin menyumbang nilai sekitar Rp 1,4 miliar. Menariknya, seluruh koleksi kendaraan ini merupakan hasil jerih payah sendiri.

Read Also

Redefinisi Pajak Otomotif: Saat Mobil Murah Tak Lagi Pantas Disebut Barang Mewah

Redefinisi Pajak Otomotif: Saat Mobil Murah Tak Lagi Pantas Disebut Barang Mewah

Berikut adalah rincian kendaraan yang terparkir rapi di kediaman sang Kepala BGN:

  • Mazda CX-5 Tahun 2023: SUV premium yang dikenal dengan kenyamanan dan desain elegannya ini ditaksir memiliki nilai Rp 675 juta.
  • Mazda CX-3 1.5 Tahun 2023: Menambah deretan mobil asal Jepang di garasinya, varian ini bernilai sekitar Rp 395 juta.
  • Honda HR-V 1.5L SE CVT Tahun 2024: Sebuah unit terbaru dari lini crossover Honda yang memiliki nilai taksir Rp 330 juta.

Selain koleksi otomotif, aset terbesar Dadan tetap didominasi oleh tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa titik dengan nilai total Rp 5,9 miliar. Selebihnya, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 322,4 juta serta kas dan setara kas yang mencapai Rp 1,4 miliar.

Read Also

Mengenal Sistem Fail-Safe: Mengapa Pengguna Mobil Listrik Wajib Paham Indikator Bahaya di Dashboard

Mengenal Sistem Fail-Safe: Mengapa Pengguna Mobil Listrik Wajib Paham Indikator Bahaya di Dashboard

Klarifikasi Soal Anggaran EO Rp 113 Miliar

Menanggapi isu panas mengenai penggunaan jasa pihak ketiga alias EO yang mencapai angka Rp 113 miliar, Dadan Hindayana memberikan penjelasan komprehensif. Menurutnya, sebagai lembaga yang masih seumur jagung, BGN tengah berada dalam fase krusial pembangunan sistem dan tata kelola.

“Sebagai lembaga baru yang mengemban tugas negara, kami saat ini masih dalam tahap pembentukan struktur organisasi dan operasional. Realitasnya, kami belum memiliki sumber daya internal yang memadai untuk menangani agenda berskala nasional secara mandiri,” ungkap Dadan dalam pernyataan resminya.

Ia menekankan bahwa pelibatan profesional dalam manajemen acara bukan sekadar untuk seremoni. Langkah ini diambil guna memastikan setiap kampanye publik dan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para tenaga pengolah makanan dilakukan dengan standar keamanan pangan yang ketat dan profesional.

Read Also

Kymco G7 2026: Revolusi Skutik Sport Hybrid Premium dengan Teknologi Canggih dan Performa Buas

Kymco G7 2026: Revolusi Skutik Sport Hybrid Premium dengan Teknologi Canggih dan Performa Buas

Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran

Dadan juga menepis anggapan bahwa penggunaan EO akan membuat penggunaan anggaran negara menjadi tidak efisien. Sebaliknya, ia mengklaim bahwa dengan melibatkan pihak ketiga yang profesional, proses administrasi, pengadaan barang, hingga pelaporan keuangan justru menjadi lebih tersistematis dan mudah diaudit.

“Langkah strategis ini justru memudahkan pengawasan dan akuntabilitas. Segala komponen kegiatan terdokumentasi dengan rapi, sehingga siap untuk diperiksa oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal kapan saja,” tambahnya.

Bagi Dadan, kualitas penyelenggaraan program gizi nasional sangat krusial karena menyangkut pesan edukasi yang harus sampai ke masyarakat secara luas dan efektif. Komitmen terhadap transparansi tetap menjadi prioritas utama di tengah upaya BGN membangun fondasi organisasi yang solid di tahun-tahun awal pembentukannya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *