Transformasi Keamanan Digital: Roblox Mulai Batasi Akses Akun Anak di Indonesia demi Kepatuhan PP TUNAS

Siska Amelia | WartaLog
30 Apr 2026, 21:19 WIB
Transformasi Keamanan Digital: Roblox Mulai Batasi Akses Akun Anak di Indonesia demi Kepatuhan PP TUNAS

WartaLog — Langkah besar diambil pemerintah Indonesia dalam menjaga kedaulatan digital dan keselamatan generasi muda di ruang siber. Jagat permainan daring, yang selama ini menjadi taman bermain virtual bagi jutaan anak, kini memasuki era baru pengawasan yang lebih ketat. Salah satu raksasa platform game global, Roblox, secara resmi mulai melakukan penyesuaian layanan besar-besaran di Indonesia. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, atau yang lebih dikenal dengan sebutan PP TUNAS.

Komitmen Pemerintah dalam Menata Ekosistem Digital

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan main-main dalam memastikan perlindungan anak di ranah digital. Menurutnya, pembaruan terhadap implementasi PP TUNAS terus dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap platform yang beroperasi di Indonesia mematuhi standar keamanan yang telah ditetapkan. Pada fase awal ini, pemerintah telah membidik delapan platform digital prioritas, di mana Roblox menjadi salah satu fokus utama karena karakteristiknya yang unik.

Read Also

Samsung Galaxy Buds FE: Menghadirkan Kemewahan Fitur Flagship dalam Balutan TWS Ekonomis

Samsung Galaxy Buds FE: Menghadirkan Kemewahan Fitur Flagship dalam Balutan TWS Ekonomis

Berbeda dengan platform media sosial konvensional, Roblox merupakan sebuah ekosistem yang memungkinkan pengguna menciptakan, berbagi, dan memainkan jutaan permainan yang dibuat oleh pengguna lain (User-Generated Content). Hal inilah yang membuat interaksi di dalamnya menjadi sangat dinamis namun juga rentan jika tidak diawasi. Meutya menjelaskan bahwa Roblox telah menyatakan komitmen penuhnya untuk patuh setelah melalui serangkaian diskusi mendalam dengan pihak kementerian.

“Roblox adalah platform yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan media sosial pada umumnya. Namun, karena ia menyajikan ruang interaksi yang sangat luas bagi anak-anak, kepatuhan terhadap regulasi menjadi harga mati. Kami mengapresiasi langkah kooperatif yang mereka tunjukkan dalam mendukung keamanan siber bagi pengguna di bawah umur,” ujar Meutya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta.

Read Also

OpenAI Gebrak Dunia Kreatif dengan ChatGPT Images 2.0: Solusi Mutakhir Masalah Teks yang Selama Ini Menjadi ‘Mimpi Buruk’ Gambar AI

OpenAI Gebrak Dunia Kreatif dengan ChatGPT Images 2.0: Solusi Mutakhir Masalah Teks yang Selama Ini Menjadi ‘Mimpi Buruk’ Gambar AI

Wajib Verifikasi Usia: Memilah 45 Juta Pengguna

Salah satu pilar utama dalam transformasi ini adalah pemberlakuan verifikasi usia (age verification) bagi seluruh pengguna di Indonesia. Data menunjukkan bahwa dari total sekitar 45 juta pengguna Roblox di tanah air, lebih dari separuhnya, yakni sekitar 23 juta pengguna, adalah anak-anak di bawah usia 16 tahun. Angka yang masif ini tentu memerlukan sistem penyaringan yang presisi agar fitur-fitur yang tersedia di dalam game tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam kebijakan terbaru ini, pengguna yang tidak melakukan verifikasi identitas—baik melalui dokumen resmi maupun teknologi pemindaian wajah—akan secara otomatis kehilangan akses ke fitur komunikasi. Fitur obrolan (chat) akan dinonaktifkan secara permanen sampai proses verifikasi selesai. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko grooming atau interaksi dengan orang asing yang berpotensi membahayakan keselamatan anak di game online.

Read Also

Manitoba Pimpin Revolusi Digital Kanada: Larangan Media Sosial dan Chatbot AI Bagi Anak Segera Berlaku

Manitoba Pimpin Revolusi Digital Kanada: Larangan Media Sosial dan Chatbot AI Bagi Anak Segera Berlaku

Pemerintah menilai bahwa pembatasan fitur komunikasi adalah langkah preventif paling efektif saat ini. Dengan mematikan akses chat bagi pengguna yang belum terverifikasi, ruang bagi predator digital untuk mendekati korban secara personal dapat dipersempit secara signifikan.

Kategorisasi Konten: Membagi Dunia Berdasarkan Usia

Tidak hanya soal komunikasi, Roblox juga merombak cara mereka menyajikan katalog permainan. Mulai Mei 2026, akan ada segregasi atau pemisahan akses yang sangat ketat berdasarkan kelompok usia. Artinya, konten yang dilihat oleh seorang anak berusia 7 tahun akan sangat berbeda dengan apa yang bisa diakses oleh remaja berusia 17 tahun. Berikut adalah pembagian kategorinya:

  • Roblox Kids (Usia 5–8 tahun): Kategori ini merupakan lingkungan yang paling terjaga. Fitur chat dinonaktifkan secara default, dan anak-anak hanya bisa memainkan konten dengan label kematangan ‘Minimal’ atau ‘Mild’.
  • Roblox Select (Usia 9–15 tahun): Pada level ini, pengguna mulai bisa mengakses konten berkategori ‘Moderate’. Namun, fitur obrolan masih dibatasi sangat ketat, hanya diizinkan dengan teman yang sudah disetujui atau berada dalam kelompok usia yang sama.
  • Roblox Reguler (Usia 16+): Pengguna dalam kategori ini memiliki akses fitur yang lebih luas. Meski demikian, konten dengan label ‘Restricted’ atau terbatas tetap akan dikunci hingga pengguna benar-benar diverifikasi telah berusia di atas 18 tahun.

Langkah pemisahan ini menandai pergeseran fokus perusahaan dari yang sebelumnya hanya mengandalkan moderasi pasif menjadi tindakan proaktif dalam mengelola literasi digital dan paparan konten bagi penggunanya.

Fitur Screen Time dan Kendali Orang Tua yang Responsif

Masalah adiksi game juga menjadi perhatian serius dalam penyesuaian layanan ini. Untuk membantu orang tua menjaga keseimbangan waktu anak, Roblox memperkenalkan fitur pengaturan waktu bermain atau screen time yang lebih terintegrasi. Orang tua kini memiliki kendali penuh untuk menentukan berapa lama anak boleh berada di dalam platform, serta mengatur jam akses tertentu agar tidak mengganggu waktu belajar atau istirahat.

Nicky Jackson Colaco, Vice President Global Public Policy Roblox, menyatakan bahwa fitur-fitur yang dihadirkan di Indonesia merupakan salah satu yang paling ketat secara global. “Kami merancang sistem ini khusus untuk menyelaraskan dengan kebutuhan regulasi PP TUNAS di Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa setiap orang tua merasa tenang saat memberikan akses Roblox kepada anak-anak mereka,” ungkap Nicky.

Selain itu, terdapat fitur ‘Persetujuan Kasus per Kasus’. Fitur ini memungkinkan orang tua untuk memberikan izin khusus secara manual jika anak ingin mencoba permainan yang sedikit di atas kategori usianya, misalnya saat sedang bermain bersama saudara kandung yang lebih tua di bawah pengawasan langsung.

Peran AI dan Tantangan di Masa Depan

Dalam mengelola jutaan konten buatan pengguna, Roblox mengandalkan kombinasi antara kebijakan ketat bagi para pengembang dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Setiap pengembang game di dalam Roblox kini diwajibkan melakukan verifikasi identitas dan membayar biaya berlangganan tertentu sebagai jaminan kepatuhan terhadap standar keamanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengembang tidak memberikan label usia yang salah pada karya mereka.

Moderasi berbasis AI juga dikerahkan untuk memantau aktivitas dalam game dan percakapan secara real-time. Sistem AI ini dirancang untuk mendeteksi anomali perilaku. Jika ada pengguna yang terverifikasi sebagai anak-anak namun menunjukkan pola interaksi yang mencurigakan, atau sebaliknya, sistem akan meminta verifikasi ulang secara otomatis.

Meski sistem ini tampak canggih, Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, mengakui bahwa tidak ada sistem yang benar-benar sempurna 100 persen. Oleh karena itu, evaluasi berkala tetap dilakukan. “Jika terjadi kesalahan sistem atau ada celah yang ditemukan, kami menyediakan kanal pelaporan yang cepat bagi pengguna dan orang tua untuk melakukan koreksi,” tegas Kaufman. Sinergi antara teknologi, regulasi pemerintah, dan pengawasan orang tua menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem digital yang sehat dan produktif bagi masa depan bangsa.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *