Ekspansi Masif Electrum: Menelisik Keberhasilan TBS Energi Menguasai Jalanan dengan 9.000 Motor Listrik

Citra Lestari | WartaLog
30 Apr 2026, 17:22 WIB
Ekspansi Masif Electrum: Menelisik Keberhasilan TBS Energi Menguasai Jalanan dengan 9.000 Motor Listrik

WartaLog — Di tengah gencarnya arus transisi energi di tanah air, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menunjukkan tajinya sebagai pemain utama dalam industri kendaraan ramah lingkungan. Melalui lini bisnis kendaraan listriknya, Electrum, perusahaan yang merupakan hasil kolaborasi strategis dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ini mencatatkan pencapaian luar biasa yang menandai era baru transportasi hijau di Indonesia.

Loncatan Signifikan Populasi Motor Listrik Electrum

Lanskap jalanan ibu kota dan sekitarnya kini semakin diwarnai oleh kehadiran unit-unit Electrum. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan dalam konferensi pers di Treasury Tower, Jakarta, jumlah unit motor listrik yang telah mengaspal mengalami lonjakan drastis. Jika pada periode Maret 2025 populasi motor listrik ini berada di angka 5.100 unit, kini pada Maret 2026, angka tersebut telah menembus 9.082 unit.

Read Also

Skandal Pupuk Palsu Rugikan Petani Rp 3,3 Triliun, Mentan Amran Sulaiman Bongkar Mafia ‘Tanah Berkedok Nutrisi’

Skandal Pupuk Palsu Rugikan Petani Rp 3,3 Triliun, Mentan Amran Sulaiman Bongkar Mafia ‘Tanah Berkedok Nutrisi’

Kenaikan hampir dua kali lipat ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan manifestasi dari penerimaan pasar yang semakin positif terhadap solusi mobilitas berkelanjutan. Nafi Achmad Sentausa, selaku Senior Vice President (SVP) of Corporate Strategy & Investor Relations TBS Energi, menegaskan bahwa perkembangan bisnis EV (Electric Vehicle) perusahaan terus membukukan tren yang sangat menggembirakan.

“Perkembangan bisnis EV kita terus membukukan perkembangan yang sangat positif. Di periode yang sama tahun lalu jumlah kendaraan yang kita miliki di jalan itu kurang lebih sekitar 5.000, dan per kuartal I 2026 ini kita sudah menyentuh angka 9.082 unit,” ungkap Nafi dengan optimisme tinggi saat memaparkan kinerja perusahaan.

Read Also

Harga Gula Nasional Terkerek Naik: Imbas Domino Konflik Global dan Meroketnya Biaya Kemasan Plastik

Harga Gula Nasional Terkerek Naik: Imbas Domino Konflik Global dan Meroketnya Biaya Kemasan Plastik

Kinerja Finansial yang Semakin Sehat

Pertumbuhan populasi unit di lapangan berbanding lurus dengan kesehatan finansial segmen bisnis ini. Electrum berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dari sektor penjualan dan penyewaan yang sangat signifikan. Data menunjukkan kenaikan hampir 2,5 kali lipat atau sekitar 137,82%, di mana pendapatan melonjak dari US$ 1,3 juta menjadi US$ 3,2 juta.

Menariknya, kenaikan pendapatan ini juga diikuti dengan perbaikan struktur biaya. Nafi menjelaskan bahwa kerugian dari sisi EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) untuk lini kendaraan listrik menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Hal ini mengindikasikan bahwa model bisnis yang dijalankan semakin efisien seiring dengan bertambahnya skala ekonomi (economies of scale).

Read Also

Prabowo Subianto Ingatkan Krisis Energi Global Belum Usai: Indonesia Pacu Proyek Raksasa 100 GW Surya

Prabowo Subianto Ingatkan Krisis Energi Global Belum Usai: Indonesia Pacu Proyek Raksasa 100 GW Surya

“Kami melihat kenaikan baik dari sisi revenue maupun penurunan kerugian EBITDA. Artinya, operasional kita semakin efektif dan potensi untuk mencapai titik impas serta profitabilitas di masa depan semakin terbuka lebar,” tambahnya.

Pilar Utama: Infrastruktur Penukaran Baterai

Salah satu hambatan terbesar dalam adopsi kendaraan listrik adalah kekhawatiran akan daya tahan baterai dan kemudahan pengisian ulang. Menyadari hal tersebut, TBS Energi melalui Electrum tidak hanya fokus pada penyediaan unit kendaraan, tetapi juga memperkuat tulang punggung infrastrukturnya melalui Battery Swapping Stations (BSS).

Hingga saat ini, Electrum telah menyediakan 426 unit stasiun pertukaran baterai yang tersebar di berbagai titik strategis. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 37% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 310 unit. Dengan sistem swap (tukar) baterai, pengguna tidak perlu lagi menunggu berjam-jam untuk pengisian daya, melainkan cukup menukar baterai kosong dengan yang penuh dalam hitungan menit.

Pengembangan infrastruktur baterai ini menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem yang solid. Terutama bagi para mitra pengemudi ojek online yang membutuhkan mobilitas tinggi tanpa hambatan waktu pengisian daya.

Katalis Positif: Harga BBM dan Kesadaran Ekonomi Hijau

Laju pertumbuhan Electrum juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang bersifat makro. Nafi menilai bahwa kondisi ekonomi global dan domestik saat ini, termasuk fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM), menjadi katalisator tambahan yang mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

“Dari segi growth opportunity-nya untuk EV, kita melihat dengan kondisi makro yang terjadi sekarang, kenaikan harga BBM dan faktor-faktor lainnya menjadi additional positive catalyst. Ini memperkuat urgensi pengembangan dan pertumbuhan bisnis investasi hijau yang kami miliki lewat Electrum,” jelas Nafi.

Selain faktor ekonomi, kesadaran akan pentingnya menekan emisi karbon juga mulai tumbuh di kalangan pelaku usaha dan masyarakat urban. Langkah TBS Energi ini sejalan dengan ambisi pemerintah Indonesia dalam mempercepat transisi energi menuju Net Zero Emission.

Sinergi Strategis dengan Ekosistem GoTo

Keberhasilan Electrum tidak lepas dari sinergi kuat dengan ekosistem GoTo. Sebagai platform on-demand terbesar di Indonesia, GoTo menyediakan panggung yang ideal bagi Electrum untuk melakukan penetrasi pasar. Penggunaan motor listrik oleh mitra driver Gojek memberikan bukti nyata (proof of concept) mengenai durabilitas dan efisiensi motor listrik dalam penggunaan intensitas tinggi sehari-hari.

Kerja sama ini menciptakan sebuah lingkaran ekonomi yang saling menguntungkan. Di satu sisi, TBS Energi mendapatkan basis pengguna yang luas dan loyal, sementara di sisi lain, mitra pengemudi mendapatkan efisiensi operasional karena biaya energi listrik yang jauh lebih murah dibandingkan BBM konvensional.

Menatap Masa Depan Mobilitas Indonesia

Keberhasilan mengaspalkan lebih dari 9.000 unit motor hanyalah awal dari perjalanan panjang TBS Energi. Dengan fundamental yang semakin kuat dan dukungan infrastruktur yang terus diperluas, Electrum diprediksi akan terus mendominasi pasar transportasi berkelanjutan di tanah air.

Tantangan ke depan tentu masih ada, mulai dari edukasi pasar hingga kompetisi dengan merk-merk global lainnya. Namun, dengan pendekatan yang komprehensif—menyediakan kendaraan sekaligus infrastrukturnya—TBS Energi telah berada di jalur yang tepat untuk memimpin revolusi transportasi di Indonesia. Langkah berani ini membuktikan bahwa perusahaan energi nasional mampu bertransformasi dan beradaptasi dengan tuntutan zaman demi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *