Langkah Strategis GAC AION: Menuju Produksi Baterai Lokal dan Target TKDN 60 Persen di 2025
WartaLog — Arus transformasi menuju era elektrifikasi di Indonesia kian menunjukkan akselerasi yang signifikan. Di tengah persaingan sengit pasar mobil listrik nasional, GAC AION Indonesia menunjukkan komitmen seriusnya untuk tidak sekadar menjadi pemain impor, melainkan menjadi bagian integral dari ekosistem industri otomotif dalam negeri. Menghadapi regulasi pemerintah yang semakin ketat, produsen otomotif asal Tiongkok ini mematangkan rencana besar untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada seluruh lini produknya mulai tahun depan.
Langkah ini merupakan respon langsung terhadap kebijakan pemerintah yang mendorong seluruh pabrikan otomotif untuk terus memperkuat struktur industri lokal. GAC Aion menyadari bahwa keberlanjutan bisnis di tanah air sangat bergantung pada seberapa besar kontribusi mereka terhadap nilai tambah di dalam negeri. Dengan menggandeng mitra strategis, GAC Indonesia memastikan akan mematuhi seluruh butir kesepakatan yang telah dijalin dengan otoritas berwenang di Indonesia.
Tren Penjualan Motor Maret 2026 Melemah: Titik Terendah di Kuartal Pertama
Komitmen GAC AION dalam Memenuhi Standar TKDN 2025
Dalam sebuah pertemuan strategis di Guangzhou, China, Chief Executive Officer (CEO) GAC Indonesia, Andry Ciu, menegaskan bahwa peningkatan kandungan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap model AION yang dipasarkan di Indonesia. Ia memaparkan bahwa ambisi ini sejalan dengan roadmap pemerintah yang menetapkan standar lebih tinggi untuk tahun-tahun mendatang.
“Saat ini syarat TKDN masih berada di angka 40 persen, namun akan ada perubahan fundamental di tahun depan. Standar konten lokal tersebut akan ditingkatkan secara signifikan mencapai 60 persen,” ungkap Andry Ciu saat berbincang mengenai masa depan investasi otomotif GAC di tanah air. Menurutnya, seluruh merek otomotif, termasuk GAC AION, kini tengah berlomba untuk memperluas jaringan relasi dengan pemasok lokal demi mengejar target tersebut.
Kemenangan Pasukan Hijau: Saat Prabowo Beri Lebih dari yang Diminta Ojol Melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026
Baterai: Kunci Utama Kenaikan Nilai Lokal
Berbicara mengenai kendaraan listrik, komponen yang memegang porsi nilai ekonomi dan teknis terbesar adalah baterai. Untuk mencapai angka TKDN 60 persen, tidak ada jalan lain bagi pabrikan selain melokalisasi perakitan atau pasokan sel baterai. Hal ini diakui sepenuhnya oleh manajemen GAC Indonesia sebagai tantangan sekaligus peluang besar untuk memperkuat ekosistem EV di Indonesia.
“Jika kita berbicara mengenai porsi terbesar dalam sebuah mobil listrik, tidak bisa dipungkiri bahwa itu adalah baterai. Ini adalah komponen inti. Apakah baterainya akan mulai diproduksi lokal tahun depan? Kita lihat saja perkembangannya nanti,” ujar Andry dengan nada optimis. Penggunaan baterai lokal diprediksi akan menjadi pendongkrak utama nilai TKDN, yang secara otomatis juga akan memberikan dampak positif pada daya saing harga produk di mata konsumen.
Polemik Harga Motor Listrik MBG: Mengapa ‘Kembaran’ Produk China Rp 8 Juta Bisa Tembus Rp 40 Juta?
Strategi Produksi Lokal Lewat Jalur CKD
GAC AION tidak main-main dalam urusan produksi. Seluruh model yang direncanakan untuk pasar Indonesia akan mengikuti aturan produksi lokal yang mengikat. Melalui mekanisme Completely Knocked Down (CKD), GAC AION berupaya memastikan bahwa setiap unit yang keluar dari pabrik memiliki jejak industri nasional yang kuat. Hal ini mencakup penggunaan material interior, eksterior, hingga sistem penggerak yang melibatkan vendor-vendor lokal berkualitas tinggi.
Peningkatan TKDN ini bukan hanya sekadar pemenuhan angka administratif. Dengan lebih banyak komponen yang diproduksi di Indonesia, rantai pasok akan menjadi lebih efisien, biaya logistik dapat ditekan, dan ketersediaan suku cadang bagi konsumen menjadi lebih terjamin. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang GAC AION untuk memenangkan kepercayaan masyarakat Indonesia melalui ketersediaan produk yang relevan dan didukung oleh teknologi terkini.
Ekspansi Jaringan Dealer dan Layanan Purna Jual
Kekuatan sebuah merek otomotif tidak hanya terletak pada produknya, tetapi juga pada jangkauan layanannya. Dalam kesempatan yang sama, CEO PT Indomobil Wahana Trada, Santiko Wardoyo, menekankan pentingnya perluasan jaringan dealer untuk memberikan rasa aman bagi para pemilik AION. Di bawah naungan Indomobil Group, GAC AION memiliki ambisi untuk hadir di setiap titik strategis di Nusantara.
“Saat ini kami sudah memiliki 58 dealer untuk AION. Jaringan kami sudah tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali Papua dan Kalimantan Utara. Kami akan terus mengoptimalkan jaringan yang ada melalui koordinasi intensif antar cabang untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan layanan terbaik,” tutur Santiko. Fokus utama dari ekspansi ini adalah menghilangkan kecemasan konsumen atau range anxiety, serta menjamin kemudahan akses terhadap layanan purna jual.
Membangun Kepercayaan Konsumen Melalui Integrasi Indomobil
Kehadiran GAC AION di Indonesia semakin solid berkat dukungan infrastruktur dan pengalaman luas dari Indomobil Group. Sinergi ini memungkinkan AION untuk memberikan informasi yang transparan dan layanan yang terintegrasi secara nasional. Konsumen tidak perlu merasa khawatir saat membawa kendaraan mereka menempuh perjalanan jauh, karena dukungan teknis tersedia di berbagai wilayah.
“Seluruh layanan kami terintegrasi di bawah payung Indomobil. Jadi, pemakai AION mau berkendara ke mana pun akan merasa aman dan nyaman. Keamanan dan kenyamanan konsumen adalah prioritas kami dalam membangun industri kendaraan listrik yang berkelanjutan,” tambah Santiko. Langkah ini diharapkan mampu menghapus stigma keraguan masyarakat terhadap merek-merek baru di pasar otomotif.
Melihat Potensi Pertumbuhan di Masa Depan
Ditanya mengenai rencana penambahan jaringan dealer di masa depan, pihak manajemen menyatakan akan bersikap adaptif terhadap dinamika pasar. Pertumbuhan jaringan akan sangat bergantung pada respons masyarakat dan volume penjualan di masing-masing daerah. Jika sebuah wilayah menunjukkan potensi pertumbuhan yang masif, GAC AION tidak akan ragu untuk segera mendirikan fasilitas baru di sana.
Dengan rencana matang mulai dari peningkatan TKDN hingga 60 persen, potensi penggunaan baterai lokal, hingga ekspansi jaringan yang agresif, GAC AION sedang memposisikan dirinya sebagai salah satu pemimpin di pasar kendaraan listrik Indonesia. Tahun 2025 diprediksi akan menjadi momentum pembuktian bagi GAC AION untuk menunjukkan bahwa mereka adalah mitra jangka panjang bagi kemajuan industri otomotif tanah air yang lebih hijau dan mandiri.