ANTAM Kirim Delegasi Terbaik Menuju Olimpiade Penyelamatan Tambang Dunia di Zambia

Citra Lestari | WartaLog
23 Apr 2026, 01:19 WIB
ANTAM Kirim Delegasi Terbaik Menuju Olimpiade Penyelamatan Tambang Dunia di Zambia

WartaLog — Menempatkan standar keselamatan di atas segalanya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), yang merupakan anggota dari grup MIND ID, secara resmi mengumumkan pengiriman delegasi terbaiknya untuk berlaga di ajang internasional yang sangat prestisius: Mine Rescue Competition (IMRC) 2026. Kompetisi yang kerap dijuluki sebagai ‘Olimpiade Penyelamatan Tambang’ ini dijadwalkan berlangsung di Zambia, Afrika, mulai 25 April hingga 7 Mei 2026 mendatang.

Keikutsertaan ini bukan sekadar partisipasi rutin, melainkan sebuah pernyataan tegas mengenai posisi Indonesia dalam peta keselamatan industri pertambangan global. Sektor pertambangan yang penuh dengan risiko tinggi menuntut kesiapan personel yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dalam menghadapi situasi darurat yang paling ekstrem sekalipun.

Read Also

Membangun Jembatan Masa Depan: Bagaimana Pemuda Pulau Obi Bertransformasi Menjadi Mekanik Handal

Membangun Jembatan Masa Depan: Bagaimana Pemuda Pulau Obi Bertransformasi Menjadi Mekanik Handal

Komitmen Keselamatan di Level Tertinggi

Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi, dalam sebuah pernyataan resmi menegaskan bahwa langkah ini adalah manifestasi nyata dari nilai-nilai inti perusahaan. Baginya, keselamatan kerja atau K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan budaya yang mendarah daging dalam setiap lini operasional perusahaan.

“Keikutsertaan ANTAM dalam ajang IMRC 2026 merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan standar keselamatan kerja yang unggul. Kami terus berupaya meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia kami, terutama dalam penanganan kondisi darurat yang mungkin terjadi di lapangan,” ujar Wisnu pada Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan bahwa melalui kompetisi ini, ANTAM ingin memastikan bahwa standar yang mereka terapkan di Indonesia sejalan, atau bahkan melampaui standar internasional. Hal ini krusial untuk menjaga keberlanjutan operasional dan memberikan rasa aman bagi seluruh pekerja di lingkungan ANTAM.

Read Also

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia: Menakar Argumen Keamanan BNN dan Pertimbangan Ekonomi Kemenperin

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia: Menakar Argumen Keamanan BNN dan Pertimbangan Ekonomi Kemenperin

Mengenal Garuda Mine Rescue Team (GMRT)

Dalam ajang di Zambia nanti, perwakilan ANTAM tidak berjuang sendirian. Mereka tergabung dalam Garuda Mine Rescue Team (GMRT), sebuah tim elit hasil kolaborasi berbagai Emergency Response Team (ERT) dari perusahaan-perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia. Pembentukan tim ini berada di bawah naungan Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO).

Sinergi ini menunjukkan bahwa dalam hal keselamatan, persaingan bisnis antar-perusahaan dilepaskan demi tujuan kemanusiaan yang lebih besar. Delegasi ANTAM yang terpilih untuk memperkuat GMRT terdiri dari individu-individu yang telah teruji dedikasinya, antara lain:

  • Yoga Prasetya dari Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor.
  • Fani Farizal dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia.
  • Laode Maliki dari Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka.
  • Mohammad Asril Sarimuddin dari HSSE Kantor Pusat, yang dipercaya mengemban amanah sebagai Pemimpin sekaligus Manajer Garuda Mine Rescue Team (GMRT).

Pemilihan personel ini didasarkan pada rekam jejak, keahlian teknis, dan kemampuan kepemimpinan mereka dalam simulasi penyelamatan yang kompleks.

Read Also

Ironi di Balik Megahnya KIT Batang: Investasi Terganjal Persoalan Izin Lahan yang Belum Tuntas

Ironi di Balik Megahnya KIT Batang: Investasi Terganjal Persoalan Izin Lahan yang Belum Tuntas

Persiapan Intensif di Banyuwangi: Mengasah Ketajaman Intuisi

Sebelum bertolak ke benua Afrika, tim GMRT telah menjalani serangkaian persiapan yang sangat ketat. Selama dua minggu, mulai 5 hingga 19 April 2026, mereka mengikuti pemusatan latihan (training center) yang berlokasi di Banyuwangi. Lokasi ini dipilih karena medannya yang mampu mensimulasikan berbagai tantangan geografis yang mirip dengan area pertambangan sebenarnya.

Selama pelatihan intensif tersebut, para personel digembleng dengan berbagai skenario keadaan darurat. Mulai dari evakuasi di ruang terbatas, pemadaman kebakaran di area tambang bawah tanah, hingga teknik penyelamatan di ketinggian menggunakan tali. Fokus utama pelatihan ini adalah membangun koordinasi tanpa celah antaranggota tim, karena dalam misi penyelamatan nyata, satu detik keterlambatan bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati.

Tantangan Global: Bersaing dengan Raksasa Tambang Dunia

International Mine Rescue Competition (IMRC) 2026 akan menjadi panggung di mana Indonesia, melalui GMRT, akan bersaing dengan delapan negara besar lainnya yang memiliki tradisi pertambangan kuat. Negara-negara tersebut meliputi Polandia, Kanada, Australia, Kolombia, China, Pantai Gading, India, dan tentu saja tuan rumah Zambia.

Kompetisi ini akan menguji para peserta dalam lima kategori utama yang sangat krusial:

  1. Underground Mine Rescue: Penyelamatan di labirin tambang bawah tanah yang gelap dan minim oksigen.
  2. First Aid: Kecepatan dan ketepatan memberikan pertolongan medis pertama pada korban kecelakaan tambang.
  3. Fire Fighting: Teknik pemadaman api di area industri pertambangan yang kompleks.
  4. Bench Test: Pengujian kesiapan dan pemeliharaan alat bantu pernapasan (SCBA/BG4).
  5. High Angle Rope Rescue: Teknik penyelamatan korban di tebing curam atau area ketinggian menggunakan sistem tali temali.

Setiap kategori dirancang untuk meniru kondisi nyata yang sering dihadapi oleh tim rescue di lapangan. Melalui simulasi yang realistis ini, para juri akan mengevaluasi efektivitas, kecepatan, dan kepatuhan tim terhadap prosedur keselamatan internasional.

Belajar dari yang Terbaik untuk Keberlanjutan

Lebih dari sekadar mengejar medali, keikutsertaan ANTAM dalam ajang ini dipandang sebagai investasi pengetahuan. Interaksi dengan tim penyelamat dari negara-negara maju seperti Australia dan Kanada diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan yang sangat berharga.

Wisnu Danandi menekankan bahwa pengalaman yang dibawa pulang dari Zambia nantinya akan disosialisasikan di seluruh unit bisnis ANTAM. “Ajang ini adalah sarana pembelajaran dan pertukaran pengalaman. Kami ingin memperkuat praktik keselamatan kerja yang berkelanjutan di lingkungan perusahaan. Peningkatan kapasitas tim tanggap darurat adalah langkah strategis kami dalam memastikan operasional yang aman dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Dengan partisipasi aktif dalam level internasional, ANTAM membuktikan bahwa industri pertambangan Indonesia telah bertransformasi menjadi industri yang modern, profesional, dan sangat peduli terhadap aspek kemanusiaan. Dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia tentu diharapkan agar Garuda Mine Rescue Team dapat memberikan penampilan terbaiknya dan mengharumkan nama bangsa di kancah global.

Mari kita nantikan kiprah para pahlawan keselamatan ini dalam menjinakkan tantangan di bumi Zambia, membawa pulang ilmu, dan menginspirasi seluruh pelaku industri tambang di tanah air.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *