Visi Emas Lexyndo Hakim: Perbasi DKI Jakarta Incar Sapu Bersih Medali PON 2028 dan Pembangunan GOR Mandiri
WartaLog — Ambisi besar menyelimuti wajah baru kepengurusan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DKI Jakarta untuk periode 2026-2030. Di bawah kepemimpinan Lexyndo Hakim yang kembali terpilih secara aklamasi, organisasi ini mematok target yang tidak main-main: mendominasi panggung olahraga nasional dengan menyapu bersih seluruh medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Tidak hanya soal prestasi di lapangan, Jakarta juga tengah bersiap mengukir sejarah dengan membangun fasilitas olahraga khusus basket yang akan menjadi rumah bagi para atlet kebanggaan ibu kota.
Aklamasi yang Menegaskan Kepercayaan
Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Kantor Dispora DKI Jakarta pada Rabu (22/4/2026) menjadi saksi bisu betapa kuatnya dukungan terhadap sosok Lexyndo Hakim. Sebagai calon tunggal, Lexyndo mendapatkan mandat penuh dari lima Pengurus Kota (Pengkot) dan satu Pengurus Kabupaten (Pengkab) di seluruh wilayah Jakarta. Kepercayaan mutlak ini bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejaknya pada periode pertama yang dianggap berhasil menjaga marwah basket Jakarta di kancah nasional.
Kritik Tajam Wayne Rooney Usai Liverpool Kandas di Liga Champions: Ke Mana Para Pemimpin The Reds?
Dalam sambutannya, Lexyndo menekankan bahwa periode kedua ini bukan sekadar melanjutkan program, melainkan melakukan lompatan besar. Fokus utama kepengurusannya adalah memastikan pembinaan atlet basket berjalan secara sistematis dan berkelanjutan, guna menjawab tantangan persaingan yang semakin ketat dari daerah-daerah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.
Misi Besar: Target Empat Emas di PON 2028
Target utama yang dicanangkan oleh Perbasi DKI Jakarta adalah mencatatkan sejarah di PON 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Lexyndo dengan tegas menargetkan sapu bersih empat medali emas dari empat nomor yang dipertandingkan, yakni basket 5×5 putra dan putri, serta basket 3×3 putra dan putri.
Misi Bintang Keenam: Menakar Kekuatan Brasil di Piala Dunia 2026 Bersama Carlo Ancelotti
Optimisme ini didasari oleh performa gemilang tim putra Jakarta yang telah merajai sektor 5×5 dalam dua edisi terakhir PON. Sementara itu, tim putri juga datang dengan status juara bertahan dari PON 2024. Namun, tantangan terbesar terletak pada nomor basket 3×3. Pada edisi sebelumnya, Jakarta harus merelakan medali emas jatuh ke tangan Jawa Timur untuk sektor putra dan Yogyakarta di sektor putri. Kekalahan tipis tersebut menjadi pelecut semangat bagi kepengurusan baru untuk melakukan evaluasi total.
“Di PON 2028, kami ingin tim putra mencatatkan hattrick atau tiga kali beruntun juara di nomor 5×5. Untuk putri, kami menargetkan back-to-back. Namun, fokus tambahan kami adalah merebut emas di nomor 3×3 yang pada edisi lalu sempat lepas. Insyaallah, kami incar sapu bersih semua nomor,” ujar Lexyndo dengan nada optimis saat ditemui oleh tim WartaLog.
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Dominasi Aprilia di Le Mans dan Misi Balas Dendam Marc Marquez
Strategi Penguatan Sektor 3×3 Melalui Kejurda
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Perbasi DKI Jakarta telah menyiapkan serangkaian agenda strategis. Salah satu yang paling dinantikan adalah penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) khusus nomor 3×3. Turnamen ini dirancang untuk menjaring bakat-bakat muda yang memiliki spesialisasi di permainan cepat 3 lawan 3, yang secara teknis sangat berbeda dengan basket konvensional 5×5.
Langkah ini juga sejalan dengan program besar Pengurus Pusat Perbasi yang tengah gencar mempromosikan 3×3 agar Indonesia dapat menembus kualifikasi Olimpiade di masa depan. Kejurda ini direncanakan bergulir setelah perhelatan Intercity Evergreen, sebuah ajang yang juga menjadi perhatian khusus dalam kalender bola basket Jakarta tahun ini.
“Kami mengikuti arahan pusat. Fokus kami saat ini menyelesaikan Intercity Evergreen, kemudian langsung tancap gas menyelenggarakan Kejurda 3×3. Kita butuh lebih banyak kompetisi di level lokal untuk membentuk mentalitas juara atlet kita sebelum diterjunkan ke level nasional,” tambah Lexyndo.
Membangun Legacy: GOR Khusus Basket untuk Jakarta
Selain prestasi medali, satu hal yang menjadi perhatian serius dalam kepengurusan periode ini adalah ketersediaan fasilitas. Selama ini, Jakarta memang memiliki banyak Gelanggang Olahraga (GOR), namun sifatnya masih multicabor atau digunakan secara bergantian oleh berbagai cabang olahraga lain seperti bulu tangkis, futsal, hingga voli.
Kondisi ini sering kali menyulitkan program Pusat Pelatihan Daerah (Pelatda) karena keterbatasan durasi pemakaian lapangan. Oleh karena itu, Lexyndo bertekad membangun sebuah lapangan basket mandiri yang akan dikelola sepenuhnya oleh Perbasi DKI Jakarta. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pelatihan terpadu yang dilengkapi dengan teknologi analisis performa atlet terkini.
“Kami ingin meninggalkan warisan nyata. Memiliki lapangan basket sendiri adalah impian besar komunitas basket Jakarta. Saat ini kami sedang melakukan finalisasi lokasi dari beberapa usulan yang masuk. Doakan agar proses ini lancar sehingga atlet-atlet kita bisa berlatih secara maksimal tanpa harus berbagi jadwal dengan cabor lain,” jelasnya.
Menatap Masa Depan Basket Ibu Kota
Kehadiran fasilitas mandiri ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan basket nasional. Dengan adanya rumah sendiri, Perbasi DKI Jakarta dapat menyelenggarakan program pembinaan usia dini secara lebih intensif. Lexyndo percaya bahwa fasilitas yang memadai merupakan kunci utama dalam melahirkan bintang-bintang baru yang akan mengharumkan nama Indonesia di level internasional.
Upaya rebranding dan modernisasi organisasi yang dilakukan Lexyndo Hakim menunjukkan bahwa Jakarta tidak hanya ingin sekadar ikut serta dalam kompetisi, tetapi ingin menjadi standar keunggulan bagi pengelolaan organisasi olahraga di Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga sektor swasta, diharapkan terus mengalir guna mewujudkan mimpi besar ini.
Dengan kepemimpinan yang solid dan visi yang jelas, perjalanan menuju PON 2028 kini telah dimulai. Masyarakat pecinta basket di Jakarta tentu menaruh harapan besar agar target emas dan pembangunan fasilitas ini bukan sekadar janji, melainkan kenyataan yang akan membawa prestasi olahraga Jakarta ke tingkat yang lebih tinggi.