Tragedi Maut di Minahasa Selatan: Santap Kepiting Berujung Keracunan, Satu Pemuda Meninggal Dunia

Akbar Silohon | WartaLog
20 Apr 2026, 03:20 WIB
Tragedi Maut di Minahasa Selatan: Santap Kepiting Berujung Keracunan, Satu Pemuda Meninggal Dunia

WartaLog — Suasana duka menyelimuti Desa Tawaang, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, menyusul insiden memilukan yang menimpa warga setempat. Niat hati menikmati hasil laut yang segar, lima orang warga justru diduga mengalami keracunan makanan hebat usai menyantap hidangan kepiting. Tragedi ini merenggut nyawa seorang pemuda bernama Alief Julian Ruru (24), sementara empat kerabat lainnya kini tengah berjuang pulih di ruang perawatan intensif.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Hasil Tangkapan di Pantai

Peristiwa ini bermula pada Kamis malam (16/4) sekitar pukul 22.00 Wita. Alief bersama rekan-rekannya pergi menuju pesisir Pantai Desa Tawaang untuk mencari ikan dan hasil laut lainnya. Dalam kegiatan tersebut, mereka berhasil mendapatkan sejumlah kepiting yang kemudian dibawa pulang oleh korban untuk diolah dan disantap bersama.

Read Also

Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara: Mengapa Hakim Tolak Permohonan Asesmen Rehab?

Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara: Mengapa Hakim Tolak Permohonan Asesmen Rehab?

Sajian kepiting tersebut baru dikonsumsi para korban pada keesokan harinya, Jumat (17/4). Namun, tak lama setelah bersantap, gejala-gejala klinis yang mengarah pada keracunan mulai muncul dan menyerang kondisi fisik mereka secara drastis.

Satu Korban Jiwa dan Empat Orang dalam Perawatan Intensif

Kapolsek Tenga, Iptu Jusuf Kambey, mengonfirmasi kebenaran insiden tragis ini. Berdasarkan laporan yang diterima, dari lima orang yang terdampak, satu orang dinyatakan meninggal dunia. “Sebanyak lima warga diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi kepiting. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya masih dalam perawatan medis,” ujar Iptu Jusuf Kambey saat memberikan keterangan resmi.

Adapun korban yang meninggal dunia adalah Alief Julian Ruru. Sementara itu, empat korban lainnya yang merupakan kerabat dan tetangga korban, yakni Jeremmy Tilaar, Glen Tilaar, Vivi Lau, dan Siren Patirany, saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di RS ODSK Manado. Kondisi para korban terus dipantau oleh tim dokter guna memastikan efek toksin dari makanan tersebut dapat segera dinetralisir.

Read Also

Trump Tolak Proposal Damai Iran: Sinyal Eskalasi Perang dan Pembelaan Kontroversial untuk Netanyahu

Trump Tolak Proposal Damai Iran: Sinyal Eskalasi Perang dan Pembelaan Kontroversial untuk Netanyahu

Pentingnya Kewaspadaan Terhadap Keamanan Pangan Laut

Insiden di Minahasa Selatan ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi biota laut, terutama yang ditangkap sendiri secara liar. Faktor lingkungan atau keberadaan toksin alami pada jenis kepiting tertentu seringkali menjadi penyebab utama kasus keracunan yang fatal.

Pihak kepolisian dan dinas kesehatan terkait diharapkan dapat melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat kontaminasi zat berbahaya pada lokasi penangkapan atau faktor lain dalam proses pengolahan makanan tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang insiden keamanan pangan di wilayah Sulawesi Utara yang menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat sebelum mengonsumsi hidangan laut.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *