Tragedi Maut di Probolinggo: Rem Blong Truk Trailer Renggut Empat Nyawa di Perlintasan Kereta

Rendra Putra | WartaLog
19 Apr 2026, 13:22 WIB
Tragedi Maut di Probolinggo: Rem Blong Truk Trailer Renggut Empat Nyawa di Perlintasan Kereta

WartaLog — Jalur maut kembali meminta tumbal akibat kegagalan teknis yang seharusnya bisa dihindari. Sebuah insiden tragis mengguncang wilayah Probolinggo, Jawa Timur, ketika sebuah truk trailer mengalami rem blong dan menghantam antrean kendaraan yang tengah menunggu kereta api melintas. Kecelakaan beruntun ini mengakibatkan empat orang kehilangan nyawa di lokasi kejadian, termasuk seorang balita yang tak berdosa.

Kronologi Horor di Jalur Menurun

Peristiwa memilukan ini bermula saat sebuah truk trailer Nissan dengan nomor polisi B-9625-UEJ melaju dari arah Lumajang menuju Kota Probolinggo. Saat melintasi jalanan yang menurun, truk bermuatan penuh triplek tersebut diduga kehilangan kendali akibat sistem pengereman yang tidak berfungsi. Malangnya, di depan truk tersebut terdapat perlintasan kereta api yang palang pintunya tengah tertutup, menciptakan antrean kendaraan yang statis.

Read Also

Era Pajak Nol Persen Berakhir, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Aturan Baru PKB Kendaraan Listrik

Era Pajak Nol Persen Berakhir, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Aturan Baru PKB Kendaraan Listrik

Tanpa ampun, truk raksasa itu menghantam lima kendaraan sekaligus yang tengah berhenti. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun ini meliputi Toyota Vios Limo, dua unit pickup (Daihatsu Granmax dan N-8387-YH), Toyota Hi-Ace, hingga satu unit Truck Tractor Head Hino. Benturan keras paling fatal dialami oleh Toyota Vios Limo yang dikemudikan oleh Sutrisno (60), warga Blitar, yang saat itu membawa tiga penumpang lainnya.

Kesaksian Sopir: Upaya yang Sia-sia

Cecep Adi Sucipto (46), sang pengemudi truk trailer, memberikan pengakuan terkait detik-detik mencekam sebelum tabrakan terjadi. Ia mengklaim telah menyadari remnya tidak berfungsi saat berada di jalanan menurun. Dalam kepanikannya, Cecep mencoba melakukan oper gigi untuk memperlambat laju kendaraan.

Read Also

Misi Mulia di Balik Aspal: Pasutri Penjelajah Tempuh 65.000 Km Demi Angkat Derajat UMKM Kuliner Nusantara

Misi Mulia di Balik Aspal: Pasutri Penjelajah Tempuh 65.000 Km Demi Angkat Derajat UMKM Kuliner Nusantara

“Remnya blong dari atas saat turunan. Saya pindahkan dari gigi dua ke tiga,” aku Cecep di lokasi kejadian. Namun, alih-alih melambat, perpindahan gigi yang tidak tepat di jalur menurun justru membuat laju kendaraan sulit dikendalikan. Saat melihat antrean di depan pintu perlintasan, Cecep sempat membanting setir ke kanan lalu ke kiri, namun moncong truk tetap menghantam sedan Vios dengan telak.

Duka Mendalam: Balita Menjadi Korban

Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, mengonfirmasi bahwa kegagalan fungsi pengereman menjadi pemicu utama tragedi ini. Dampaknya sangat memilukan; seluruh penumpang di dalam Toyota Vios Limo, termasuk seorang balita berusia tiga tahun, dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Kerusakan parah pada kendaraan menunjukkan betapa dahsyatnya energi benturan dari truk bermuatan berat tersebut.

Read Also

Update Pajak Yamaha Nmax 2026: Ada Kenaikan Tipis, Simak Rincian Biaya dan Harga Terbarunya

Update Pajak Yamaha Nmax 2026: Ada Kenaikan Tipis, Simak Rincian Biaya dan Harga Terbarunya

Analisis Ahli: Kecelakaan yang ‘Konyol’ dan Bisa Dicegah

Fenomena rem blong pada angkutan berat bukanlah isu baru di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, kegagalan rem sering kali dipicu oleh brake fading atau panas berlebih pada kampas rem akibat penggunaan rem kaki secara terus-menerus di jalan menurun. Keselamatan berkendara seharusnya menjadi prioritas melalui teknik engine brake, bukan dengan mengocok pedal rem yang justru menghabiskan tekanan angin.

Ahmad Wildan, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menyebut bahwa insiden semacam ini adalah bentuk kecelakaan yang “konyol”. Menurutnya, rem blong jarang terjadi di negara maju karena kedisiplinan pengemudi dalam menggunakan transmisi rendah di jalan menurun serta perawatan sistem rem yang ketat. “Ini adalah kesalahan fatal yang seharusnya tidak perlu terjadi jika edukasi dan pemeliharaan armada dilakukan dengan benar,” tegasnya.

Kini, kepolisian masih mendalami lebih lanjut unsur kelalaian dalam kasus ini. Publik kembali diingatkan akan pentingnya kelaikan jalan armada logistik agar aspal jalanan tidak terus-menerus menjadi saksi bisu tragedi lalu lintas yang memakan korban jiwa.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *