Iran Operasikan Kembali Selat Hormuz, Donald Trump Tetap Teguh dengan Blokade Pelabuhan

Citra Lestari | WartaLog
18 Apr 2026, 11:25 WIB
Iran Operasikan Kembali Selat Hormuz, Donald Trump Tetap Teguh dengan Blokade Pelabuhan

WartaLog — Jalur urat nadi energi global, Selat Hormuz, kini kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran komersial oleh Pemerintah Iran. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas berlakunya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diproyeksikan berlangsung selama sepuluh hari ke depan.

Napas Baru bagi Jalur Pelayaran Internasional

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa jalur krusial tersebut kini telah dinyatakan terbuka sepenuhnya bagi kapal-kapal niaga. Melansir laporan CNBC, Araghchi menegaskan bahwa normalisasi ini merupakan bagian dari dinamika politik kawasan pasca-gencatan senjata di Lebanon.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata tersebut,” ujar Araghchi dalam sebuah pernyataan resmi pada Sabtu (18/4/2026).

Read Also

Malaysia Siaga Satu: Menakar Ancaman Krisis Energi dan Kelangkaan BBM di Juni 2026

Malaysia Siaga Satu: Menakar Ancaman Krisis Energi dan Kelangkaan BBM di Juni 2026

Meski telah dibuka, otoritas maritim Iran tetap memberlakukan protokol keamanan yang ketat. Kapal-kapal yang melintas diwajibkan mengikuti rute terkoordinasi khusus yang telah ditentukan oleh Teheran. Hingga kini, publik masih menanti kejelasan apakah Iran akan kembali menerapkan skema ‘biaya lintas’ atau semacam pajak tol bagi kapal yang melewati selat tersebut, sebuah praktik yang sempat memicu perdebatan di masa lalu.

Respon Donald Trump dan Blokade yang Belum Berakhir

Kabar pembukaan selat ini disambut dengan apresiasi yang cukup mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui unggahan di media sosial serta pidatonya dalam acara Turning Point USA di Phoenix, Trump menyampaikan terima kasih kepada Iran atas kembalinya akses navigasi di wilayah tersebut.

Read Also

Badai Harga Aluminium: Gejolak Timur Tengah yang Mengancam Industri Otomotif hingga Konsumsi Global

Badai Harga Aluminium: Gejolak Timur Tengah yang Mengancam Industri Otomotif hingga Konsumsi Global

Namun, apresiasi tersebut tidak serta merta mencairkan ketegangan diplomatik kedua negara. Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran tetap akan diberlakukan secara penuh. Langkah tegas ini diklaim sebagai instrumen tekanan sampai munculnya kesepakatan baru antara Washington dan Teheran.

“Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Hormuz telah sepenuhnya terbuka dan siap untuk bisnis serta lalu lintas penuh. Namun, perlu dicatat bahwa blokade Amerika Serikat tetap berlaku sepenuhnya,” tegas Trump di hadapan pendukungnya.

Implikasi pada Stabilitas Energi Global

Terbukanya Selat Hormuz memberikan sentimen positif terhadap stabilitas energi global, mengingat posisi geografisnya yang sangat vital bagi distribusi minyak mentah dunia. Para analis memprediksi bahwa langkah Iran ini dapat meredakan spekulasi harga komoditas energi, meskipun ancaman blokade Amerika Serikat di pelabuhan Iran tetap menjadi faktor risiko yang patut diwaspadai.

Read Also

Mafia Energi Terjepit, Polda Jatim Bongkar 66 Kasus Penyelewengan BBM Subsidi Sepanjang 2026

Mafia Energi Terjepit, Polda Jatim Bongkar 66 Kasus Penyelewengan BBM Subsidi Sepanjang 2026

Situasi ini menciptakan paradoks di lapangan; di satu sisi jalur internasional terbuka lebar, namun di sisi lain aktivitas ekspor-impor Iran tetap tercekik oleh kehadiran armada laut Paman Sam. Diplomasi internasional kini tengah menguji sejauh mana pembukaan selat ini mampu membawa stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *