Bahlil Lahadalia Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Naik: Komitmen Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Citra Lestari | WartaLog
17 Apr 2026, 19:24 WIB
Bahlil Lahadalia Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Naik: Komitmen Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

WartaLog — Di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif, kabar menyejukkan datang bagi jutaan rumah tangga di tanah air. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan kepastian bahwa harga jual LPG 3 kilogram atau yang akrab disebut gas melon, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan harga.

Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pengeluaran masyarakat menengah ke bawah. Menurut Bahlil, ketetapan untuk mempertahankan harga gas melon ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan kesejahteraan rakyat kecil di atas segalanya.

Menjaga Marwah Harga Eceran Tertinggi (HET)

Dengan adanya jaminan ini, harga gas bersubsidi tersebut tetap akan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yakni berada di kisaran Rp 19.000 hingga Rp 22.000 per tabung, tergantung pada wilayah masing-masing.

Read Also

IHSG Terperosok 3%: Badai Merah Hantam Bursa Efek Indonesia, Ratusan Saham Berguguran

IHSG Terperosok 3%: Badai Merah Hantam Bursa Efek Indonesia, Ratusan Saham Berguguran

“Kalau yang subsidi tetap (LPG 3 kg). Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah juga aturan. Jadi itu ya,” tegas Bahlil saat memberikan keterangan resmi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).

Langkah ini menunjukkan komitmen Kementerian ESDM dalam memastikan bahwa payung hukum dan mandat eksekutif berjalan selaras demi melindungi kantong masyarakat dari gejolak pasar energi dunia.

Pemisahan Tegas Antara Subsidi dan Non-Subsidi

Di sisi lain, Bahlil juga memberikan penjelasan mengenai mekanisme harga untuk LPG non-subsidi, seperti tabung 12 kg. Berbeda dengan gas melon, kategori ini mengikuti mekanisme pasar dan tidak diatur ketat oleh pemerintah. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan keadilan sosial dalam konsumsi energi.

Read Also

Membaca Peta Jalan Indonesia Emas: 8 Klaster Program Prioritas Prabowo Menuju Ekonomi 8 Persen

Membaca Peta Jalan Indonesia Emas: 8 Klaster Program Prioritas Prabowo Menuju Ekonomi 8 Persen

Bahlil berpendapat bahwa masyarakat dengan kemampuan ekonomi mapan sudah sepatutnya berkontribusi dengan menggunakan produk non-subsidi. Ia mengajak publik untuk memahami bahwa subsidi energi sejatinya dirancang sebagai jaring pengaman sosial bagi mereka yang membutuhkan, bukan untuk kelompok berpendapatan tinggi.

“Saya mau tanya, kalau non-subsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Ya tentu untuk orang mampu. Negara hadir untuk membantu rakyat, tetapi prioritasnya adalah saudara-saudara kita yang tidak mampu. Kalau yang mampu, ya harusnya berkontribusi untuk saling membantu,” ujar Bahlil dengan gaya bicaranya yang lugas. Ia bahkan menambahkan sentilan bahwa tidaklah pantas jika warga dengan penghasilan fantastis masih menggunakan fasilitas yang seharusnya menjadi hak masyarakat prasejahtera.

Read Also

Efek Trump: Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Harga Bitcoin Tembus Rp 1,2 Miliar

Efek Trump: Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Harga Bitcoin Tembus Rp 1,2 Miliar

Ketahanan Stok Nasional di Level Aman

Terkait kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan pasokan, Bahlil memastikan bahwa stok LPG nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat memadai. Meskipun Indonesia masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap impor untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, pemerintah terus melakukan koordinasi intensif.

Sinergi antara Kementerian ESDM dengan Pertamina serta pemangku kepentingan lainnya diklaim telah membuahkan hasil positif dalam menjaga ketahanan energi nasional. “Alhamdulillah kita selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik. Dan sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear,” pungkasnya optimis.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *