Waspada Link Palsu Pendaftaran Petani Milenial 2026, Cek Fakta dan Prosedur Resminya di Sini!

Siska Amelia | WartaLog
17 Apr 2026, 19:23 WIB
Waspada Link Palsu Pendaftaran Petani Milenial 2026, Cek Fakta dan Prosedur Resminya di Sini!

WartaLog — Di tengah antusiasme generasi muda untuk terjun ke dunia agribisnis, muncul ancaman siber yang memanfaatkan momentum program pemerintah. Belakangan ini, sebuah narasi yang mengeklaim adanya pembukaan pendaftaran program Petani Milenial untuk tahun 2026 beredar luas di media sosial, lengkap dengan iming-iming penghasilan menggiurkan. Namun, benarkah tautan tersebut merupakan saluran resmi dari pemerintah?

Tim redaksi kami melakukan penelusuran mendalam terhadap unggahan yang sempat viral di Facebook tersebut. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan RI) kembali membuka lowongan bagi anak muda dengan janji pendapatan hingga Rp10 juta per bulan serta fasilitas asuransi. Unggahan itu juga menyertakan sebuah tautan yang mengarahkan pengguna ke situs pihak ketiga untuk mengisi data pribadi, termasuk nomor Telegram.

Read Also

Waspada Penipuan! Video Mahfud MD Janjikan Bantuan Modal Rp 100 Juta Ternyata Hasil Deepfake AI

Waspada Penipuan! Video Mahfud MD Janjikan Bantuan Modal Rp 100 Juta Ternyata Hasil Deepfake AI

Menelisik Fakta di Balik Tautan Pendaftaran

Berdasarkan investigasi yang kami lakukan, tautan pendaftaran yang tersebar tersebut dipastikan sebagai informasi hoaks yang mengarah pada praktik phishing atau pencurian data pribadi. Penelusuran pada kanal resmi Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa setiap pendaftaran program strategis nasional selalu dilakukan melalui domain resmi pemerintah (.go.id) atau prosedur administratif yang transparan di kantor dinas terkait.

Program Petani Milenial sendiri sebenarnya didasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 04 Tahun 2019. Tujuannya sangat mulia, yakni menciptakan ekosistem pertanian modern yang dikelola oleh generasi berusia 19 hingga 39 tahun. Namun, pendaftaran resminya tidak dilakukan melalui formulir acak di media sosial, melainkan melalui laman latihanonline.pertanian.go.id.

Read Also

Idul Adha 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Libur dan Cuti Bersama Versi SKB 3 Menteri

Idul Adha 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Libur dan Cuti Bersama Versi SKB 3 Menteri

Perbedaan Petani Milenial dan Brigade Pangan

Penting bagi masyarakat untuk memahami perbedaan antara program-program yang digulirkan Kementan agar tidak mudah terjebak tipu daya pihak tak bertanggung jawab. Selain Petani Milenial yang fokus pada pelatihan dan kewirausahaan, ada pula program bertajuk Brigade Pangan.

  • Petani Milenial: Fokus pada pelatihan teknis agar anak muda menjadi pengusaha tani modern yang mandiri.
  • Brigade Pangan: Merupakan kelompok taktis yang mengelola lahan dalam skala besar (sekitar 200 hektare per kelompok) dengan sistem bagi hasil yang kompetitif.

Mengenai klaim pendapatan Rp10 juta per bulan, angka tersebut memang sempat disinggung oleh pejabat Kementan sebagai potensi penghasilan bagi petani yang tergabung dalam Brigade Pangan, melalui hitung-hitungan swakelola bagi hasil produksi. Namun, untuk bergabung dalam program ini, calon peserta diwajibkan mendaftar secara langsung melalui dinas pertanian di tingkat kabupaten, kota, atau provinsi, bukan melalui link tidak jelas di media sosial.

Read Also

Hati-hati Provokasi Digital! Menguliti Sederet Hoaks Artikel Viral yang Meresahkan Masyarakat

Hati-hati Provokasi Digital! Menguliti Sederet Hoaks Artikel Viral yang Meresahkan Masyarakat

Tips Menghindari Penipuan Rekrutmen

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi sebelum memberikan data sensitif seperti NIK atau kontak pribadi ke situs internet. Pastikan untuk selalu memantau informasi dari pendaftaran resmi melalui akun media sosial terverifikasi milik Kementan (centang biru) atau situs web pemerintah.

Modus penipuan dengan meminta data pribadi atau nomor Telegram sering kali berujung pada penyalahgunaan akun atau tindakan kriminal digital lainnya. Tetaplah waspada dan jadilah generasi yang kritis dalam menyerap informasi di dunia maya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *