Menghadang Gelombang Penipuan Digital: Strategi Kolaboratif AdaKami Bersama OJK dan BSSN

Citra Lestari | WartaLog
17 Apr 2026, 17:20 WIB
Menghadang Gelombang Penipuan Digital: Strategi Kolaboratif AdaKami Bersama OJK dan BSSN

WartaLog — Di tengah masifnya akselerasi ekonomi digital di tanah air, bayang-bayang kejahatan siber kian mengintai masyarakat. Berdasarkan data terbaru dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK, tercatat lebih dari 432 ribu laporan penipuan digital yang masuk sepanjang periode November 2024 hingga Januari 2026. Angka yang mencengangkan ini dibarengi dengan total kerugian masyarakat yang mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 9,1 triliun.

Sinergi Lintas Sektor Menghadapi Ancaman Siber

Merespons situasi darurat ini, PT Pembiayaan Digital Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai AdaKami, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertahanan ekosistem keuangan digital melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah nyata ini diwujudkan dalam partisipasi mereka pada ajang Executive Policy Forum yang diinisiasi oleh Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI).

Read Also

Teknologi ‘Mata Langit’ Pertamina: Membedah Sistem Monitoring Kapal Real-Time untuk Keamanan Energi

Teknologi ‘Mata Langit’ Pertamina: Membedah Sistem Monitoring Kapal Real-Time untuk Keamanan Energi

Forum strategis tersebut menjadi panggung bagi para pemangku kepentingan, mulai dari OJK, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), hingga asosiasi industri seperti AFPI dan AFTECH, untuk menyatukan visi dalam memerangi kejahatan siber yang semakin kompleks. Penandatanganan komitmen bersama ini menandai babak baru dalam upaya perlindungan konsumen di Indonesia.

Teknologi AI: Pedang Bermata Dua dalam Dunia Digital

Ketua Umum ADIGSI, Firlie Ganinduto, memberikan pandangan mendalam mengenai dinamika teknologi saat ini. Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) layaknya pedang bermata dua. Di satu sisi, AI menjadi mesin pendorong efisiensi, namun di sisi lain, teknologi ini dimanfaatkan oleh sindikat kriminal untuk melancarkan aksi fraud digital dengan tingkat kecanggihan yang sulit dideteksi secara konvensional.

Read Also

Reformasi Restitusi Pajak: Menelisik Aturan Baru Purbaya Yudhi Sadewa yang Mulai Berlaku 2026

Reformasi Restitusi Pajak: Menelisik Aturan Baru Purbaya Yudhi Sadewa yang Mulai Berlaku 2026

“Kolaborasi antara regulator dan sektor swasta menjadi kunci mutlak. Kita tidak hanya bicara soal pertahanan sistem, tetapi juga tentang bagaimana mengedukasi pengguna agar memiliki kewaspadaan yang tinggi,” tegas Firlie dalam forum tersebut.

Data Mencengangkan dan Strategi Nasional BSSN

Ancaman ini bukan sekadar isapan jempol. Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber & Sandi Perekonomian BSSN, memaparkan fakta bahwa sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan November, terdapat hampir 5,2 miliar anomali trafik di ruang siber Indonesia. Mayoritas di antaranya merupakan malware yang berpotensi berkembang menjadi ransomware yang melumpuhkan sistem.

Menghadapi hal tersebut, pemerintah telah menyusun Strategi Keamanan Siber Nasional melalui Perpres No. 47 Tahun 2023. Strategi ini merangkul akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas untuk menjaga tulang punggung ekonomi nasional agar tetap kokoh dari serangan luar maupun dalam.

Read Also

Antisipasi Dampak May Day 2026: Strategi KAI Daop 1 Alihkan Penumpang ke Stasiun Jatinegara

Antisipasi Dampak May Day 2026: Strategi KAI Daop 1 Alihkan Penumpang ke Stasiun Jatinegara

Langkah Preventif dan Inovasi Keamanan AdaKami

Sebagai salah satu pemain utama di industri fintech, AdaKami menyadari bahwa menangani penipuan digital memerlukan pendekatan yang sistemik. Karissa Sjawaldy, Chief of Public Affairs AdaKami, menyatakan bahwa scam digital kini telah berevolusi menjadi sebuah ‘industri’ yang terorganisir.

Untuk membentengi para penggunanya, AdaKami telah mengimplementasikan sistem keamanan berlapis:

  • Teknologi AI & Big Data: Digunakan untuk memantau risiko secara berkelanjutan dan mendeteksi aktivitas mencurigakan dalam hitungan detik.
  • E-KYC Tingkat Tinggi: Penerapan fitur liveness detection untuk memastikan verifikasi identitas pengguna adalah nyata dan bukan manipulasi digital.
  • Kampanye Edukasi: Melalui gerakan #SelaluWaspada, AdaKami secara konsisten mengedukasi masyarakat mengenai cara menjaga data pribadi dan mengenali ciri-ciri pinjol ilegal.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan OJK, BSSN, dan asosiasi seperti AFPI sangat krusial untuk membangun ekosistem yang sehat dan tepercaya,” ujar Karissa. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi informasi hanya melalui kanal resmi dan tidak memberikan data sensitif kepada pihak yang tidak dikenal.

Dengan penguatan literasi dan teknologi, diharapkan jurang kerugian akibat penipuan digital dapat ditekan, sehingga transformasi digital Indonesia dapat berjalan beriringan dengan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *