Kisah Perjuangan Ashley Cole: Terbuang di Tanah Kelahiran, Kini Merajut Asa Melatih di Negeri Pizza
WartaLog — Nama Ashley Cole sudah lama terpatri dalam tinta emas sejarah sepak bola Inggris sebagai salah satu bek kiri terbaik yang pernah ada. Namun, kegemilangan masa lalu di atas lapangan hijau ternyata bukan jaminan karpet merah saat ia memutuskan untuk menyeberang ke sisi lapangan sebagai juru taktik. Mantan bintang Arsenal dan Chelsea ini baru saja berbagi kisah emosional mengenai betapa terjalnya jalan yang harus ia lalui demi mendapatkan pengakuan di dunia kepelatihan.
Melawan Stigma ‘Kurang Pengalaman’
Setelah memutuskan gantung sepatu, Cole tidak memilih jalur instan. Ia justru merintis karier manajerialnya benar-benar dari nol. Perjalanannya dimulai sebagai asisten manajer bagi Frank Lampard di Derby County, sebelum akhirnya sempat mengabdi untuk Timnas Inggris U-21 bersama Lee Carsley. Pengalaman Cole pun semakin kaya setelah sempat mencicipi atmosfer kepelatihan di Everton hingga membantu Wayne Rooney di Birmingham City.
Skenario Juara Barcelona: Mengapa Laga Real Madrid vs Espanyol Menjadi Kunci Gelar LaLiga Musim Ini
Ironisnya, sederet pengalaman tersebut tetap tak membuat pintu klub-klub Inggris terbuka lebar untuknya. Dalam sebuah wawancara mendalam, Cole mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap sistem di negaranya sendiri. Banyak klub Inggris yang menolaknya dengan alasan klasik: kurang pengalaman.
“Saya sempat merasa putus asa karena minimnya peluang, terutama dari beberapa klub Inggris yang saya hubungi. Mereka selalu melontarkan alasan yang sama, bahwa saya tidak punya pengalaman. Saya pun bertanya-tanya, bagaimana saya bisa mendapatkan pengalaman itu jika tidak ada yang memberi kesempatan?” ungkap Cole dengan nada getir.
Lompatan Berani Menuju Italia
Di tengah kebuntuan tersebut, tawaran mengejutkan datang dari semenanjung Italia. Cesena, klub yang berlaga di kompetisi Serie B, menunjukkan keberanian yang tidak dimiliki klub-klub Inggris. Mereka menunjuk Cole sebagai nakhoda interim menggantikan Michele Migani sejak Maret lalu.
Aksi Bungkam Mohamed Salah di Paris Berujung Kritik Pedas: Label ‘Drama Queen’ Mulai Menyemat
Langkah ini bukan sekadar perpindahan karier biasa bagi Cole. Ia menyadari sepenuhnya bahwa ada misi yang lebih besar di balik kehadirannya di Italia. Sebagai salah satu pelatih kulit hitam asal Inggris yang berkarier di luar negeri, ia memikul beban representasi yang cukup besar.
“Saya rasa tidak banyak pelatih kulit hitam asal Inggris yang bekerja di Italia. Jadi, ini adalah sebuah lompatan keyakinan yang luar biasa dari manajemen Cesena. Saya sangat bangga berada di sini. Ini adalah tempat yang tepat untuk memulai sesuatu yang spesial,” lanjut pria yang mengantongi 107 caps bersama tim nasional tersebut.
Misi Promosi Bersama I Cavallucci
Tugas Cole di Cesena tentu tidak mudah. Sejauh ini, ia telah mendampingi tim dalam empat pertandingan dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Meski masih dalam tahap adaptasi, aura positif mulai terasa di kubu I Cavallucci.
Dilema Julian Alvarez: Mengapa Sang Kolektor Trofi Kini ‘Puasa’ Gelar di Atletico Madrid?
Saat ini, Cesena bertengger di peringkat ke-8 klasemen sementara Serie B dengan raihan 44 poin. Posisi ini menempatkan mereka dalam zona persaingan playoff untuk memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi, Serie A. Bagi Cole, tantangan di Italia ini bukan sekadar membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih sepakbola, melainkan juga sebuah pembuktian kepada publik Inggris bahwa pengalaman hanya bisa didapat melalui kepercayaan dan kesempatan yang nyata.