Kisah Inspiratif Zeeshan Bakhrani: Dari Korban PHK Hingga Sukses Raup Rp 2,3 Miliar dari Bisnis Kuliner

Citra Lestari | WartaLog
11 Apr 2026, 20:05 WIB
Kisah Inspiratif Zeeshan Bakhrani: Dari Korban PHK Hingga Sukses Raup Rp 2,3 Miliar dari Bisnis Kuliner

WartaLog — Kehilangan pekerjaan sering kali dianggap sebagai mimpi buruk bagi banyak orang. Namun, bagi Zeeshan Bakhrani, momentum pahit tersebut justru menjadi titik balik yang membawanya menuju kesuksesan finansial yang luar biasa. Setelah terdepak dari dunia korporat akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), Bakhrani kini justru banjir keuntungan hingga mencapai angka Rp 2,3 miliar melalui bisnis kulinernya yang sedang naik daun di East Village, New York City.

Bakhrani kini memilih untuk memfokuskan seluruh energi dan kreativitasnya pada Nishaan, sebuah restoran yang mengusung konsep unik dengan memadukan cita rasa autentik Pakistan dan sentuhan modern Amerika. Meskipun harus mencurahkan waktu kerja yang lebih panjang dibandingkan saat menjadi karyawan, ia mengaku merasakan kebebasan yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.

Read Also

IHSG Terperosok 3%: Badai Merah Hantam Bursa Efek Indonesia, Ratusan Saham Berguguran

IHSG Terperosok 3%: Badai Merah Hantam Bursa Efek Indonesia, Ratusan Saham Berguguran

Kebebasan Kreatif Tanpa Batas Korporat

Dalam wawancaranya yang dikutip dari media internasional, Bakhrani mengungkapkan bahwa hidup sebagai pemilik usaha jauh lebih memuaskan daripada terjebak dalam rutinitas kantor. Di bisnis kuliner rintisannya, ia tidak lagi harus menghadapi rapat yang tak berujung atau perdebatan prioritas dengan atasan. Kecepatan eksekusi menjadi kunci utama kesuksesannya.

“Di sini, ketika saya memiliki sebuah ide, saya bisa langsung mengeksekusi dan menyelesaikannya hanya dalam waktu satu minggu,” tutur Bakhrani dengan penuh optimisme. Kebebasan inilah yang membuatnya mampu menghadirkan inovasi menu yang segar dan menarik minat para pecinta kuliner di New York.

Sentuhan Personal dalam Setiap Masakan

Besar di kawasan Devon, Bakhrani terpapar oleh beragam kekayaan rasa, mulai dari masakan India, Polandia, Bosnia, hingga Meksiko. Latar belakang multibudaya inilah yang ia tuangkan ke dalam menu-menu di Nishaan. Ia tidak ragu untuk bereksperimen, seperti menciptakan sandwich chapli kebab yang menggunakan daging cincang berbumbu rahasia di atas roti putih klasik dengan siraman aneka saus.

Read Also

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Gandeng Rusia Amankan Pasokan Minyak dan LPG

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Gandeng Rusia Amankan Pasokan Minyak dan LPG

“Tidak pernah ada aturan baku di dapur bagi saya,” katanya. Salah satu menu andalan yang paling diburu pelanggan adalah Pakistani chopped cheese. Hidangan ini memadukan daging kebab dengan paprika hijau dan bawang bombay yang dipanggang bersama keju pepper jack dan keju Amerika, kemudian disajikan dengan chutney asam jawa dan saus jeruk nipis ketumbar yang menyegarkan. Inilah wujud nyata dari identitas ganda Bakhrani sebagai orang Pakistan sekaligus Amerika.

Perjalanan Berliku Menuju Kesuksesan Miliaran

Keberhasilan ini tidak diraih dalam semalam. Bakhrani tercatat pernah mengalami dua kali PHK saat bekerja di bidang manajemen produk. Namun, di tengah ketidakpastian tersebut, ia perlahan mulai membangun Nishaan. Pada tahun 2023, ia nekat menggunakan sisa tabungannya untuk berjualan makanan secara nomaden dari kota ke kota, termasuk Dallas dan Chicago.

Read Also

Strategi Belanja Cerdas: Cara Hemat Penuhi Kebutuhan Harian Tanpa Menguras Kantong

Strategi Belanja Cerdas: Cara Hemat Penuhi Kebutuhan Harian Tanpa Menguras Kantong

Titik terang mulai muncul saat ia mendapatkan kesempatan berjualan di Smorgasburg, sebuah pasar makanan ternama di New York. Keikutsertaannya dalam ajang kompetisi memasak bergengsi “The Great Food Truck Race” musim ke-18 di Food Network menjadi katalisator utama. Timnya berhasil memenangkan kompetisi tersebut dan ia membawa pulang hadiah sebesar US$ 50.000 sebagai modal tambahan.

Investasi Berbuah Manis

Dengan total investasi awal sekitar US$ 70.000 atau setara dengan Rp 1,19 miliar untuk renovasi dan peralatan, Bakhrani resmi membuka restorannya pada Agustus lalu. Hasilnya sangat fantastis; hanya dalam waktu singkat hingga November, peluang usaha yang ia tekuni ini telah menghasilkan pendapatan kotor mencapai US$ 140.000 atau sekitar Rp 2,39 miliar.

Ironisnya, di bulan yang sama saat ia merayakan kesuksesan finansialnya, ia kembali terkena PHK dari pekerjaan sampingannya. Namun kali ini, ia tidak lagi merasa sedih. “Ini adalah sebuah pertanda dari alam semesta. Saya memang tidak ditakdirkan untuk kembali ke dunia korporat lagi,” pungkasnya dengan mantap. Kisah Bakhrani menjadi pengingat bahwa terkadang kegagalan di satu pintu hanyalah cara Tuhan untuk membukakan pintu rezeki yang jauh lebih besar.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *