Juan Musso Balas Sengatan Raphinha: Sebut Tudingan ‘Perampokan’ Barcelona Sebagai Hal Gila

Sutrisno | WartaLog
15 Apr 2026, 21:18 WIB
Juan Musso Balas Sengatan Raphinha: Sebut Tudingan 'Perampokan' Barcelona Sebagai Hal Gila

WartaLog — Atmosfer panas sisa laga perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid dan Barcelona rupanya belum benar-benar mendingin. Penjaga gawang Atletico, Juan Musso, akhirnya angkat bicara menanggapi komentar pedas winger Barcelona, Raphinha, yang meluapkan kemarahannya terhadap kepemimpinan wasit di lapangan hijau.

Raphinha sebelumnya tak kuasa membendung rasa frustrasinya setelah Barcelona dipastikan tersingkir dari kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut. Meski berhasil memenangi leg kedua dengan skor tipis 2-1, Blaugrana tetap harus mengepak koper karena kalah agregat 2-3 dari sang rival asal Madrid. Tak tanggung-tanggung, bintang asal Brasil itu bahkan sempat menyebut timnya telah ‘dirampok’ oleh keputusan wasit Clement Turpin.

Musso: Ini Bukan Perampokan, Ini Sepak Bola

Mendengar klaim yang menyudutkan timnya, Juan Musso tidak tinggal diam. Ia merasa narasi yang dibangun Raphinha terlalu berlebihan dan tidak berdasar pada realita yang terjadi selama 90 menit pertandingan. Menurutnya, keberhasilan Atletico Madrid melaju ke babak semifinal adalah buah dari kerja keras dan strategi yang tepat, bukan karena bantuan faktor eksternal.

Read Also

Bayern Munich Ganas! Pecahkan Rekor Gol Abadi Bundesliga Setelah Hajar St. Pauli

Bayern Munich Ganas! Pecahkan Rekor Gol Abadi Bundesliga Setelah Hajar St. Pauli

“Seolah-olah ada tiga penalti yang diabaikan atau empat kartu merah yang tidak dikeluarkan. Anda tidak bisa begitu saja berbicara tentang perampokan di level kompetisi seperti ini,” cetus Musso dalam wawancara yang dilansir dari AS. Ia menambahkan bahwa klaim semacam itu hanya akan memperkeruh suasana yang seharusnya tetap dijaga sportivitasnya.

“Saya sangat memahami perasaan Raphinha dan pemain lainnya yang merasa kecewa. Saya menghormati pendapat mereka, tapi mari berhenti menggunakan kata perampokan karena itu sama sekali tidak membantu. Kami menang secara jantan di atas lapangan, bahkan kami mampu membungkam mereka 2-0 saat bermain di kandang mereka sendiri pada leg sebelumnya,” tegas sang kiper.

Read Also

Sevilla vs Atletico: Rotasi Skuad Los Colchoneros Berakhir dengan Kekalahan di Ramon Sanchez Pizjuan

Sevilla vs Atletico: Rotasi Skuad Los Colchoneros Berakhir dengan Kekalahan di Ramon Sanchez Pizjuan

Klarifikasi Soal Insiden Fermin Lopez

Salah satu momen yang memicu kemarahan kubu Barca adalah insiden benturan keras antara Musso dan Fermin Lopez yang menyebabkan hidung sang pemain muda terluka. Selain itu, kartu merah yang diterima Eric Garcia setelah dianggap sengaja mengganjal pergerakan Alexander Sorloth juga menjadi titik didih kemarahan tim asuhan Xavi Hernandez tersebut.

Menanggapi insiden dengan Fermin, Musso menjelaskan bahwa itu murni merupakan kecelakaan dalam sebuah duel Liga Champions yang sangat intens. Ia mengaku sama sekali tidak berniat melukai lawan dan bahkan langsung menghampiri Fermin untuk memastikan kondisinya saat itu.

“Jika mereka menuntut penalti atas apa yang menimpa Fermin, itu sungguh gila. Itu adalah gerakan refleks saat saya mencoba menghalau bola. Dia menyundul bola, dan secara bersamaan kaki saya terulur untuk memblokir arah bola tersebut. Bagaimana mungkin kejadian sealami itu dianggap sebagai sebuah pelanggaran penalti?” bela Musso.

Read Also

Ketajaman Eksel Runtukahu di Persija Jakarta: Jawaban Krisis Lini Depan dan Bidikan Baru Timnas Indonesia

Ketajaman Eksel Runtukahu di Persija Jakarta: Jawaban Krisis Lini Depan dan Bidikan Baru Timnas Indonesia

Musso menutup komentarnya dengan tetap memberikan apresiasi kepada sang lawan, meski ia bersikukuh bahwa hasil pertandingan adalah adil bagi kedua belah pihak. “Kami memiliki rasa hormat yang besar kepada Barca. Bermain melawan mereka selalu memberikan motivasi tambahan karena mereka adalah tim hebat. Namun, sekali lagi, mencoba menganggap hasil ini sebagai sebuah perampokan adalah hal yang benar-benar gila,” pungkasnya.

Perseteruan verbal ini semakin menegaskan betapa tingginya tensi persaingan antarklub Spanyol di panggung internasional, di mana Raphinha dan kolega kini harus fokus kembali ke kompetisi domestik setelah mimpi mereka di tanah Eropa dikandaskan oleh soliditas lini pertahanan Los Rojiblancos.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *