Misi Strategis di Tiongkok: Indonesia Gandeng Longi Green Energy Demi Ambisi Surya Nasional

Citra Lestari | WartaLog
15 Apr 2026, 18:22 WIB
Misi Strategis di Tiongkok: Indonesia Gandeng Longi Green Energy Demi Ambisi Surya Nasional

WartaLog — Langkah besar kembali diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam upaya mempercepat transisi energi nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, melakukan kunjungan kerja strategis ke fasilitas milik raksasa energi surya dunia, Longi Green Energy Technology, di Tiongkok baru-baru ini.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial biasa. Rosan, yang disambut langsung oleh Chairman Longi Green Energy Technology, Baoshen Zhong, melihat potensi besar yang bisa dibawa ke tanah air guna memperkuat struktur investasi energi hijau. Dalam tinjauannya, Rosan terpukau dengan kecanggihan fasilitas manufaktur yang dimiliki Longi, yang selama ini dikenal sebagai pemimpin pasar dalam teknologi panel surya global.

Read Also

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia: Menakar Argumen Keamanan BNN dan Pertimbangan Ekonomi Kemenperin

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia: Menakar Argumen Keamanan BNN dan Pertimbangan Ekonomi Kemenperin

Menuju Transformasi Energi Nasional

Menurut Rosan, penguatan industri tenaga surya merupakan salah satu pilar utama dalam agenda besar pemerintah untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Dengan menggandeng mitra berpengalaman seperti Longi, Indonesia berharap dapat melakukan lompatan teknologi yang signifikan.

“Kami berharap kolaborasi ini menjadi bagian integral dari transformasi energi nasional. Selain itu, langkah ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri energi terbarukan di kancah global,” ujar Rosan, yang kini juga mengemban amanah sebagai CEO Badan Pengelola Investasi Danantara.

Hilirisasi dan Integrasi Rantai Pasok

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah peluang kerja sama yang mencakup berbagai aspek teknis dan strategis. Setidaknya ada tiga fokus utama yang dibidik oleh pemerintah, di antaranya:

Read Also

Diplomasi di Kremlin: Putin Ungkap Strategi Perkuat Ekonomi RI-Rusia di Tengah Perlambatan

Diplomasi di Kremlin: Putin Ungkap Strategi Perkuat Ekonomi RI-Rusia di Tengah Perlambatan
  • Pengembangan teknologi fotovoltaik generasi terbaru.
  • Peningkatan kapasitas manufaktur domestik agar lebih kompetitif.
  • Integrasi rantai pasok global yang lebih solid di Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah yang tengah gencar mendorong hilirisasi industri di berbagai sektor. Dengan membangun ekosistem energi surya dari hulu ke hilir, Indonesia tidak hanya akan menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pemain kunci dalam rantai pasokan dunia.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta transfer teknologi yang mumpuni serta pembukaan lapangan kerja baru di sektor hijau. Kehadiran Longi Green Energy Technology di Indonesia diharapkan mampu memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang selaras dengan komitmen net zero emission yang dicanangkan pemerintah.

Read Also

Menanti Era Tol Tanpa Setop: Mengapa Implementasi MLFF di Indonesia Masih Berjalan di Tempat?

Menanti Era Tol Tanpa Setop: Mengapa Implementasi MLFF di Indonesia Masih Berjalan di Tempat?

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *