Kisah Tim Geypens Hadapi Badai ‘Passportgate’ di Belanda: Dari Status Ilegal Hingga Kembali Merumput
WartaLog — Gejolak administrasi yang sempat menghantui karier Tim Geypens di kasta kedua Liga Belanda akhirnya menemui titik terang. Bek muda berbakat yang kini telah menyandang status sebagai penggawa Timnas Indonesia tersebut akhirnya buka suara mengenai drama paspor yang sempat membuatnya terasing dari lapangan hijau.
Geypens sempat terjerat dalam pusaran konflik regulasi yang dikenal dengan istilah passportgate. Persoalan ini mencuat setelah dirinya resmi menuntaskan proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Februari 2025 silam. Namun, transisi status kewarganegaraan ini ternyata membawa konsekuensi hukum yang tak terduga di kompetisi Eropa.
Terjebak dalam Limbo Administratif
Masalah bermula ketika Geypens masih terdaftar sebagai pemain berkebangsaan Uni Eropa di sistem kompetisi Belanda, padahal secara legal ia telah melepaskan paspor Belanda miliknya. Hal ini terjadi karena baik Indonesia maupun Belanda tidak menganut asas kewarganegaraan ganda. Akibat ketidaksinkronan data tersebut, Geypens secara mendadak dianggap sebagai pemain asing yang tidak memiliki izin kerja resmi.
Liverpool Siap ‘Sikut’ Manchester United dalam Perburuan Marcos Senesi Secara Gratis
Dampaknya cukup telak. Terhitung sejak akhir Maret 2026, manajemen FC Emmen terpaksa menepikan bek kiri andalannya tersebut. Geypens dilarang tampil dalam empat pertandingan krusial, bahkan regulasi ketat di sana sempat menghalanginya untuk sekadar mengikuti sesi latihan rutin bersama rekan-rekan setimnya di Eerste Divisie.
Pengakuan Jujur Sang Pemain
Berbicara kepada media lokal, Geypens mengakui bahwa situasi tersebut merupakan buah dari kurangnya ketelitian dalam memahami prosedur hukum pasca-naturalisasi. Ia terpaku pada antusiasme membela Merah Putih hingga melupakan detail teknis izin kerja di Liga Belanda.
“Rasanya sangat aneh dan sureal. Tiba-tiba saya berstatus ilegal di Belanda, negara tempat saya lahir, tumbuh besar, dan menempuh pendidikan. Namun, saya menyadari bahwa hukum tetaplah hukum. Saya harus menghadapi konsekuensinya dan mencari solusi terbaik,” ungkap Geypens dengan nada reflektif.
Misi Kebangkitan Bayern Munchen: Harry Kane Kobarkan Semangat Usai Drama Sembilan Gol di Markas PSG
Kembali ke Lapangan Hijau
Setelah dua pekan penuh ketidakpastian, secercah harapan muncul melalui panggilan telepon dari sang pengacara. Pihak otoritas akhirnya menerbitkan surat izin kerja yang berlaku hingga tahun 2031, yang secara otomatis memulihkan status profesionalnya di Negeri Kincir Angin tersebut.
“Saya bangun pagi ini dengan perasaan luar biasa bahagia. Akhirnya saya bisa kembali menjadi pesepak bola seutuhnya dan kembali ke klub. Meski sempat merasa sedikit kaku saat menyentuh bola di sesi awal, kondisi fisik saya tetap prima dan saya siap memberikan yang terbaik lagi,” imbuhnya.
Kini, fokus Tim Geypens kembali sepenuhnya ke lapangan hijau. Pengalaman pahit ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain Timnas Indonesia lainnya yang berkarier di luar negeri agar lebih waspada terhadap perubahan status hukum pasca-naturalisasi. Bersama FC Emmen, Geypens siap membuktikan bahwa ambisinya tidak akan terhenti hanya karena ganjalan administratif.
Profil Timnas Australia di Piala Dunia 2026: Misi Socceroos Melampaui Rekor Sejarah