Raphinha Meledak! Barcelona Gugur dari Liga Champions, Sebut Kemenangan Timnya ‘Dirampok’ Wasit

Maya Indah | WartaLog
15 Apr 2026, 15:49 WIB
Raphinha Meledak! Barcelona Gugur dari Liga Champions, Sebut Kemenangan Timnya 'Dirampok' Wasit

WartaLog — Suasana panas menyelimuti ruang ganti Barcelona setelah langkah mereka di ajang bergengsi Eropa terhenti secara dramatis. Winger andalan Blaugrana, Raphinha, tidak mampu menyembunyikan amarahnya dan melontarkan kritik pedas terhadap kinerja sang pengadil lapangan yang dinilai menjadi biang keladi kegagalan timnya.

Langkah Terhenti di Metropolitano

Barcelona sebenarnya datang dengan semangat juang tinggi ke markas Atletico Madrid, Riyad Air Metropolitano, pada laga dini hari tadi. Membawa beban defisit dua gol dari leg pertama, anak asuh Xavi Hernandez berupaya keras membalikkan keadaan dalam laga hidup mati perempat final Liga Champions musim 2025/2026.

Meski berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-2 di kandang lawan, hasil tersebut nyatanya belum cukup untuk membawa raksasa Catalan melaju ke fase semifinal. Secara agregat, mereka harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan skor tipis 3-2. Namun, bukan sekadar skor akhir yang menjadi pembicaraan hangat, melainkan narasi ketidakadilan yang disuarakan oleh para pemain Barcelona.

Read Also

Profil Timnas Senegal di Piala Dunia 2026: Mengawal Ambisi Singa Teranga di Tengah Badai Kontroversi Afrika

Profil Timnas Senegal di Piala Dunia 2026: Mengawal Ambisi Singa Teranga di Tengah Badai Kontroversi Afrika

Raphinha: Kami Seperti Dirampok

Usai peluit panjang berbunyi, Raphinha tampil ke depan media dengan nada bicara yang berapi-api. Pemain asal Brasil tersebut menilai bahwa kepemimpinan wasit di laga tersebut jauh dari kata netral dan cenderung menguntungkan tuan rumah.

“Menurut saya, kami seperti dirampas hasilnya hari ini,” tegas Raphinha saat diwawancarai oleh Mundo Deportivo. Ia merasa bahwa kerja keras timnya di atas lapangan seolah dipatahkan oleh keputusan-keputusan kontroversial dari sang wasit.

Sorotan Terhadap Pelanggaran Tanpa Sanksi

Ada beberapa poin krusial yang membuat Raphinha meradang. Ia menyoroti bagaimana para pemain Los Rojiblancos berkali-kali melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan aliran bola Barcelona, namun wasit seolah menutup mata.

Read Also

Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF 2026: Kekalahan yang Melahirkan Optimisme Baru

Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF 2026: Kekalahan yang Melahirkan Optimisme Baru
  • Banyaknya pelanggaran Atletico yang luput dari pengamatan wasit.
  • Minimnya kartu kuning bagi kubu tuan rumah meski intensitas permainan sangat kasar.
  • Keputusan-keputusan kecil di lapangan yang dinilai mematikan momentum serangan Barcelona.

“Kami sebenarnya tampil sangat baik. Tapi pertandingan ini terasa tidak adil, dan kami seperti dirugikan di fase sepenting ini,” lanjutnya. Ia juga menambahkan rasa heran kenapa wasit begitu irit mengeluarkan sanksi meski pelanggaran terjadi secara berulang.

Dugaan Kejanggalan di Dua Pertemuan

Kekesalan Raphinha ternyata sudah menumpuk sejak leg pertama. Baginya, pola keputusan yang merugikan Barcelona terjadi secara konsisten dalam dua pertandingan berturut-turut, sesuatu yang menurutnya sulit diterima secara nalar.

“Saya penasaran kenapa wasit seolah tidak ingin melihat Barcelona menang dalam laga ini,” pungkasnya dengan nada skeptis. Menurutnya, jika satu kesalahan wasit bisa dianggap sebagai kekhilafan manusiawi, maka kesalahan yang terjadi berulang kali dalam dua leg adalah sebuah tanda tanya besar yang mencoreng sportivitas sepak bola.

Read Also

Prediksi Man Utd vs Leeds United: Ambisi Setan Merah Pertahankan Dominasi di Old Trafford

Prediksi Man Utd vs Leeds United: Ambisi Setan Merah Pertahankan Dominasi di Old Trafford

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *