Teknologi ‘Mata Langit’ Pertamina: Membedah Sistem Monitoring Kapal Real-Time untuk Keamanan Energi

Citra Lestari | WartaLog
15 Apr 2026, 14:51 WIB
Teknologi 'Mata Langit' Pertamina: Membedah Sistem Monitoring Kapal Real-Time untuk Keamanan Energi

WartaLog — Di balik kelancaran pasokan bahan bakar yang kita nikmati sehari-hari, terdapat sebuah sistem pengawasan canggih yang bekerja tanpa henti selama 24 jam penuh. PT Pertamina Patra Niaga (PPN), selaku Subholding Downstream Pertamina, kini semakin memperkuat taringnya dalam mengelola distribusi energi nasional dengan mengandalkan transformasi digital yang terintegrasi.

Pusat kendali utama ini bermuara di Command Centre yang berlokasi di Kantor Pusat Pertamina. Dari ruangan yang dipenuhi layar monitor raksasa inilah, setiap pergerakan armada kapal di perairan Indonesia dipantau secara presisi, memastikan tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan energinya.

Visibilitas Tanpa Batas di Jalur Maritim

Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, mengungkapkan bahwa langkah ini adalah respons terhadap dinamika operasional yang kian kompleks. Kehadiran Command Centre bukan sekadar tren teknologi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kualitas layanan di tengah luasnya geografis Indonesia.

Read Also

Iran Operasikan Kembali Selat Hormuz, Donald Trump Tetap Teguh dengan Blokade Pelabuhan

Iran Operasikan Kembali Selat Hormuz, Donald Trump Tetap Teguh dengan Blokade Pelabuhan

“Dengan sistem monitoring yang terintegrasi, visibilitas kami terhadap pergerakan armada kapal kini jauh lebih baik. Hal ini memungkinkan tim untuk merespons dinamika di lapangan dengan sangat cepat, sehingga ketepatan waktu distribusi energi tetap terjaga di berbagai wilayah,” ungkap Arif dalam sebuah keterangan resmi yang diterima WartaLog.

Pemantauan mencakup seluruh aspek krusial, mulai dari koordinat posisi kapal, kecepatan laju, hingga progres pelayaran pada setiap rute yang dilalui. Semua data tersebut tersaji secara real-time, memberikan gambaran utuh bagi tim operasional untuk melakukan langkah antisipatif terhadap potensi keterlambatan atau hambatan tak terduga.

Keamanan Ekstra dengan CCTV dan EDTP 3.0

Uniknya, sistem pengawasan ini tidak hanya mengandalkan data koordinat GPS semata. Setiap kapal dilengkapi dengan perangkat CCTV yang secara berkala mengirimkan cuplikan visual (snapshot) ke dashboard operasional di darat. Teknologi ini memastikan aktivitas di atas kapal tetap terpantau dan sesuai dengan standar prosedur operasional yang berlaku.

Read Also

Sengkarut Dugaan Kebocoran Data Distributor BBM di Dark Web: ESDM Pastikan Informasi Publik Tetap Aman

Sengkarut Dugaan Kebocoran Data Distributor BBM di Dark Web: ESDM Pastikan Informasi Publik Tetap Aman

Tak berhenti di situ, Pertamina juga telah mengimplementasikan sistem Enhanced Daily Tanker Position (EDTP) 3.0. Versi terbaru ini membawa peningkatan stabilitas sistem dan integrasi data yang jauh lebih komprehensif dibandingkan pendahulunya. Keunggulan lainnya meliputi:

  • Geofencing: Pembatasan wilayah virtual untuk memastikan kapal tetap berada di jalur yang ditentukan.
  • Fraud Detection: Fitur pendeteksi potensi penyimpangan atau kecurangan selama operasional di laut.
  • Integrasi Cuaca: Menghubungkan data geografis dan kondisi cuaca untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan aman bagi kru kapal.

Transparansi juga menjadi poin utama. Sistem ini memungkinkan mitra pemilik kapal charter untuk ikut memantau pergerakan armada mereka, menciptakan ekosistem kerja sama yang lebih sehat dan akuntabel.

Read Also

Komitmen Presiden Prabowo Subianto Rebut Kembali Kekayaan Alam: Sikat Tambang Ilegal dan Perkebunan Tanpa Izin Demi Kesejahteraan Rakyat

Komitmen Presiden Prabowo Subianto Rebut Kembali Kekayaan Alam: Sikat Tambang Ilegal dan Perkebunan Tanpa Izin Demi Kesejahteraan Rakyat

Sinergi dalam Ekosistem Pertamina Hub

Seluruh sistem pemantauan armada ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Pertamina Integrated Digital Command Center (PIDCC) atau yang dikenal sebagai Pertamina Hub. Ini adalah platform kendali digital terpusat yang mengonsolidasikan seluruh data operasional perusahaan dalam satu wadah besar.

Melalui integrasi ini, Pertamina tidak hanya fokus pada pengawasan teknis, tetapi juga memitigasi risiko operasional secara menyeluruh. Arif menekankan bahwa misi utama dari digitalisasi ini adalah memastikan masyarakat, dari kota besar hingga pelosok, dapat terus mengandalkan Pertamina sebagai penyedia energi utama mereka.

“Pada prinsipnya, fokus kami bukan hanya sekadar memonitor pergerakan fisik armada, melainkan memastikan bahwa energi tersalurkan secara berkelanjutan dan dapat diandalkan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutup Arif dengan optimis.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *