Toyota Resmi Hentikan Produksi Veloz Bensin, Fokus Penuh pada Era Kendaraan Hybrid

Rendra Putra | WartaLog
15 Apr 2026, 07:49 WIB
Toyota Resmi Hentikan Produksi Veloz Bensin, Fokus Penuh pada Era Kendaraan Hybrid

WartaLog — Langkah strategis diambil oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam memetakan masa depan industri otomotif di tanah air. Toyota secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah menghentikan produksi unit Toyota Veloz bermesin bensin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) untuk pasar domestik. Keputusan ini menandai babak baru bagi sang ‘MPV mewah’ tersebut yang kini sepenuhnya bertransformasi menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam, menegaskan bahwa peralihan atau switching ini bukan sekadar strategi sesaat, melainkan komitmen jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan kendaraan yang lebih efisien. Menurut penuturannya, proses distribusi unit Veloz bensin terakhir telah selesai dilakukan pada Februari 2026.

Read Also

Menilik Harga Bekas BYD Atto 1: Peluang Emas Memboyong Mobil Listrik Terjangkau di Pasar Seken

Menilik Harga Bekas BYD Atto 1: Peluang Emas Memboyong Mobil Listrik Terjangkau di Pasar Seken

Transformasi Menuju Efisiensi Maksimal

Peralihan total ini didasari oleh semangat penghematan energi dan upaya mendukung ekosistem kendaraan yang lebih bersih. Bob Azam menyebutkan bahwa memusatkan fokus pada satu teknologi utama, yakni mobil hybrid, akan memberikan dampak efisiensi yang signifikan bagi perusahaan maupun konsumen setianya.

“Iya, kita transfer semua ke model hybrid. Bukan hanya untuk sementara, tapi seterusnya,” ungkap Bob saat memberikan keterangan resmi di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Ia juga memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi unit Veloz tipe bensin yang keluar dari lini perakitan. “Biar lebih hemat lah,” tambahnya singkat mengenai alasan mendasar di balik kebijakan berani tersebut.

Read Also

Dorong Transisi Hijau, Mendagri Instruksikan Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik

Dorong Transisi Hijau, Mendagri Instruksikan Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik

Melihat Data dan Fakta di Lapangan

Sinyal penghentian ini sebenarnya sudah mulai terbaca melalui data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Produksi Toyota Veloz varian transmisi manual tercatat sudah tidak aktif lagi sejak Maret 2026. Meskipun varian transmisi otomatis (AT) sempat bertahan beberapa waktu lebih lama, namun angka distribusinya terus menyusut hingga akhirnya benar-benar kosong di data wholesales pada periode terakhir.

Bahkan, jika menilik situs resmi Toyota Indonesia saat ini, varian bensin murni sudah sepenuhnya hilang dari daftar produk. Toyota kini hanya memajang varian hybrid sebagai opsi tunggal bagi konsumen yang menginginkan performa tangguh sekaligus konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

Read Also

Obsesi Keselamatan Tanpa Kompromi: Mengapa Chery Terus Menghancurkan Mobilnya Sendiri di Laboratorium Wuhu?

Obsesi Keselamatan Tanpa Kompromi: Mengapa Chery Terus Menghancurkan Mobilnya Sendiri di Laboratorium Wuhu?

Dominasi Veloz Hybrid di Pasar Domestik

Sejak pertama kali meluncur pada November 2025, Toyota Hybrid kelas pemula ini memang langsung mencuri perhatian publik. Dengan banderol harga mulai dari Rp 308 jutaan untuk status on the road Jakarta, kendaraan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin beralih ke teknologi elektrifikasi tanpa harus berkompromi dengan harga yang terlalu tinggi.

Respon pasar pun tergolong sangat positif. Sepanjang tahun berjalan, pengiriman unit Veloz Hybrid dari pabrik ke dealer telah mencapai angka 2.809 unit. Menariknya, varian V yang diposisikan sebagai tipe paling kompetitif secara harga tetap menjadi tulang punggung penjualan, membuktikan bahwa fungsionalitas dan efisiensi bahan bakar menjadi daya tarik utama bagi keluarga Indonesia.

Langkah yang diambil oleh TMMIN ini seolah memberikan pesan kuat bahwa peta jalan otomotif nasional kini mulai bergerak meninggalkan bahan bakar fosil murni menuju era mobilitas yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *