Sawah Rusak di Sumbar Tak Kunjung Pulih, Mentan Amran Sulaiman Beri Peringatan Keras: Selesaikan atau Dana Ditarik!
WartaLog — Ketegasan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali terlihat saat dirinya terjun langsung ke lapangan untuk meninjau progres pemulihan sektor agraria. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada lambatnya penanganan rehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana di wilayah Sumatera Barat. Meski dukungan anggaran dari pusat sudah mengalir deras sejak awal tahun, realisasi di tingkat daerah dianggap masih jauh dari harapan.
Dalam kunjungannya ke Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Mentan Amran tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia mendapati bahwa sekitar 7.000 hektare sawah yang rusak akibat terjangan bencana belum juga tertangani secara optimal. Padahal, anggaran pertanian untuk keperluan rehabilitasi tersebut sebenarnya sudah tersedia di kantong pemerintah provinsi sejak Januari 2026.
Dinamika Saham DSSA: Terjerat Status UMA dan Tekanan Indeks MSCI, Apa yang Perlu Diketahui Investor?
Birokrasi Lamban Jadi Penghambat Utama
Menurut pantauan tim di lapangan, hambatan utama yang menyebabkan pemulihan ini berjalan di tempat bukanlah persoalan dana, melainkan kerumitan birokrasi dan lemahnya koordinasi antarlevel pemerintahan di daerah. Amran menegaskan bahwa pemerintah pusat telah bertindak responsif dengan mencairkan bantuan segera setelah ada permintaan dari daerah.
“Kami di pusat begitu ada permintaan langsung cairkan. Namun, kenyataan di bawah prosesnya memakan waktu terlalu lama. Ini yang harus segera dibenahi,” ujar Amran dengan nada bicara yang serius. Ia menilai rantai birokrasi yang panjang hanya akan menyengsarakan petani yang menggantungkan hidupnya pada lahan sawah tersebut.
Untuk memastikan rehabilitasi sawah di Sumatera Barat berjalan lancar, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan total bantuan mencapai Rp455 miliar. Angka yang sangat besar ini mencakup seluruh biaya perbaikan lahan agar para petani bisa segera kembali berproduksi.
Menanti Era Tol Tanpa Setop: Mengapa Implementasi MLFF di Indonesia Masih Berjalan di Tempat?
Ultimatum Satu Bulan: Selesai atau Pindah Lokasi
Melihat kondisi yang berlarut-larut, Mentan Amran Sulaiman akhirnya mengeluarkan peringatan terakhir bagi jajaran pemerintah daerah di Sumatera Barat. Ia memberikan tenggat waktu maksimal satu bulan bagi seluruh pihak terkait untuk merampungkan proses perbaikan lahan sawah yang rusak.
“Tadi sudah ada komitmen satu bulan selesai. Jika tidak ada keseriusan, bantuan berikutnya akan saya tarik kembali ke pusat dan kita alihkan ke daerah lain yang lebih siap bekerja,” tegas Amran. Ia juga menginstruksikan kepada para penanggung jawab kegiatan di lapangan agar tidak meninggalkan lokasi sebelum pekerjaan benar-benar tuntas.
Langkah tegas ini diambil guna menjaga ketahanan pangan nasional, di mana Sumatera Barat memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan. Amran berharap tidak ada lagi alasan koordinasi atau administrasi yang menghambat hak para petani untuk mendapatkan kembali lahan produktif mereka. Menteri Pertanian tersebut menegaskan bahwa kerja nyata di lapangan harus menjadi prioritas utama di atas prosedur kertas yang bertele-tele.
Strategi Besar Prabowo Bangun 81 Ribu Koperasi Desa: Target Serap 1 Juta Pekerja dan Perkuat Logistik Pangan