Mendorong Ekonomi Lokal Lewat Lintasan Balap: Strategi Pertamina Membawa UMKM ke Panggung Dunia di Mandalika 2026

Citra Lestari | WartaLog
11 Okt 2026, 23:18 WIB
Mendorong Ekonomi Lokal Lewat Lintasan Balap: Strategi Pertamina Membawa UMKM ke Panggung Dunia di Mandalika 2026

WartaLog — Hiruk-pikuk mesin motor dengan kecepatan tinggi yang membelah aspal Sirkuit Mandalika tidak hanya menyajikan tontonan adrenalin bagi para pencinta otomotif. Di balik deru mesin dan sorak-sorai penonton, terdapat sebuah narasi besar tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang tengah dirajut. PT Pertamina (Persero) secara strategis memboyong 30 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan pilihan untuk unjuk gigi dalam ajang bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Kehadiran para pelaku usaha lokal ini bukan sekadar pelengkap atau pemanis di pinggir lintasan. Langkah ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen perusahaan energi nasional tersebut dalam memastikan bahwa kemegahan ajang balap motor internasional memberikan dampak ekonomi yang konkret dan langsung dirasakan oleh masyarakat lokal. Melalui Festival Energizing Indonesia yang digelar di area Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 9-11 Oktober 2026, Pertamina membuka pintu lebar bagi produk-produk nusantara untuk menyapa audiens global.

Read Also

Langkah Optimistis IHSG di Level 6.000: Akankah Momentum Hijau Bertahan Sepanjang Hari?

Langkah Optimistis IHSG di Level 6.000: Akankah Momentum Hijau Bertahan Sepanjang Hari?

Etalase Produk Unggulan di Jantung Sirkuit

Festival Energizing Indonesia menjadi magnet tersendiri bagi ribuan penonton yang memadati sirkuit. Di sini, 30 UMKM binaan Pertamina mendapatkan tempat istimewa untuk menjajakan kreativitas mereka. Keragaman produk yang ditampilkan mencerminkan kekayaan budaya dan inovasi Indonesia, mulai dari kuliner tradisional yang menggugah selera, minuman penyegar, kerajinan tangan estetik, hingga produk perawatan tubuh alami.

Manager SMEPP Pertamina, Fety, menjelaskan bahwa pemilihan 30 UMKM ini dilakukan melalui kurasi yang ketat. Dari total tersebut, sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) mendominasi dengan jumlah 26 UMKM. Hal ini bukan tanpa alasan; kebutuhan akan konsumsi berkualitas di tengah perhelatan besar seperti MotoGP Mandalika sangatlah tinggi, dan ini menjadi peluang emas bagi pengusaha kuliner lokal untuk menggenjot omzet mereka dalam waktu singkat.

Read Also

Harga Tomat Terjun Bebas, WartaLog Mengupas Strategi ‘Aksi Bela Beli’ Demi Selamatkan Nasib Petani

Harga Tomat Terjun Bebas, WartaLog Mengupas Strategi ‘Aksi Bela Beli’ Demi Selamatkan Nasib Petani

“Kami di Pertamina secara sengaja memberikan ruang dan panggung agar UMKM binaan kami bisa terus naik kelas. Event internasional seperti ini adalah kesempatan langka di mana mereka bisa berinteraksi langsung dengan pembeli dari berbagai latar belakang, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Fety dalam keterangan resminya.

Pemberdayaan Inklusif: Memberi Ruang bagi Disabilitas dan Perempuan

Salah satu aspek yang paling menyentuh dari inisiatif Pertamina kali ini adalah fokus pada nilai inklusivitas. Pertamina memberikan prioritas kepada pelaku usaha yang memiliki misi sosial, terutama mereka yang memberdayakan kelompok perempuan dan penyandang disabilitas. Contoh nyata yang menjadi sorotan adalah Loyok Kreatif, sebuah UMKM kerajinan anyaman bambu yang dipimpin oleh Agus Hartadi.

Read Also

Geliat Libur Idul Adha: Tiket Whoosh Ludes Terjual, KCIC Tambah Jadwal Perjalanan

Geliat Libur Idul Adha: Tiket Whoosh Ludes Terjual, KCIC Tambah Jadwal Perjalanan

Berasal dari Desa Loyok, Agus membawa misi lebih dari sekadar berbisnis. Usahanya telah lama menjadi tumpuan hidup bagi banyak perempuan dan rekan-rekan penyandang disabilitas di desanya. Kehadiran Loyok Kreatif di Mandalika tidak hanya dalam bentuk stan penjualan, namun produk anyaman khas desa tersebut telah terpilih sebagai suvenir resmi atau merchandise Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

“Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi kami masyarakat desa. Produk kami tidak hanya dipajang, tapi diakui secara resmi sebagai bagian dari sejarah balapan dunia di tanah air. Ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang diakui dunia,” ungkap Agus dengan nada haru. Pola pemberdayaan ini menunjukkan bahwa ekonomi inklusif dapat berjalan beriringan dengan industri olahraga skala besar.

Sinergi dan Kolaborasi Antar-Pelaku Usaha

Kekuatan UMKM Indonesia terletak pada semangat gotong royong, dan hal ini terlihat jelas di area bazar Mandalika. Pertamina mendorong adanya kolaborasi antar-UMKM untuk menciptakan layanan unik bagi pengunjung. Salah satu contoh menarik adalah layanan pijat refleksi yang tersedia bagi para penonton yang lelah setelah berkeliling sirkuit.

Para terapis lokal yang bertugas dalam layanan ini bekerja sama dengan UMKM Bali Ayu Nature. Produk minyak pijat dan berbagai keperluan perawatan tubuh dipasok langsung oleh Bali Ayu Nature, menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan. Fety menambahkan bahwa kolaborasi semacam ini sangat krusial. “UMKM-UMKM ini tidak hanya berjuang untuk diri mereka sendiri, tetapi juga memberdayakan rekan-rekan di sekeliling mereka. Sinergi ini memperkuat daya tahan ekonomi kita,” jelasnya.

Tiga Pilar Utama: Performance, Inovasi, dan Sustainability

Dukungan Pertamina terhadap UMKM di ajang Grand Prix ini bukanlah langkah sporadis. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa ada visi jangka panjang yang diusung. Menurutnya, keterlibatan Pertamina dalam ajang balap dunia ini membawa tiga nilai inti: performance (performa), inovasi, dan sustainability (keberlanjutan).

“Aspek keberlanjutan atau sustainability adalah ruh dari program pendampingan UMKM kami. Kami ingin momentum Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi katalisator bagi Mandalika untuk semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan dunia yang berbasis pada kekuatan lokal,” tutur Baron. Beliau menekankan bahwa tujuan akhirnya adalah menciptakan multiplier effect atau efek ganda ekonomi yang tidak berhenti begitu bendera finis dikibarkan.

Dengan membawa produk lokal ke etalase internasional, Pertamina berharap dapat membangun citra positif bagi produk-produk Indonesia. Hal ini diharapkan akan memicu permintaan yang berkelanjutan bahkan setelah ajang balap usai, sehingga roda perekonomian di NTB dan daerah asal UMKM lainnya tetap berputar kencang.

Menatap Masa Depan Ekonomi Kreatif Nasional

Keberhasilan 30 UMKM ini di Mandalika diharapkan menjadi inspirasi bagi jutaan pelaku usaha kecil lainnya di seluruh penjuru negeri. Dukungan korporasi besar seperti Pertamina melalui program kemitraan dan binaan terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara potensi lokal dengan pasar global. Ekonomi kreatif Indonesia yang kaya akan nilai budaya kini memiliki panggung yang lebih luas untuk bersinar.

Perhelatan di Sirkuit Mandalika tahun 2026 ini akan dikenang bukan hanya karena persaingan sengit para pembalap di lintasan, melainkan juga sebagai tonggak sejarah di mana UMKM lokal mampu berdiri sejajar dalam sebuah ekosistem industri global. Melalui integrasi antara olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi, Indonesia sedang menunjukkan kepada dunia bagaimana sebuah bangsa mengelola aset nasionalnya untuk kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan.

Pertamina, sebagai lokomotif energi nasional, telah membuktikan bahwa energi yang mereka bawa tidak hanya untuk menggerakkan mesin, tetapi juga untuk menggerakkan harapan dan ekonomi para pelaku usaha kecil di pelosok negeri. Dengan semangat Energizing Indonesia, masa depan ekonomi lokal tampak semakin cerah di bawah sorotan lampu sirkuit internasional.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *