Rahayu Saraswati Blak-blakan Soal Mundur dari Komut TRIN: Strategi Baru dan Jejak Visi Hijau

Citra Lestari | WartaLog
09 Okt 2026, 17:17 WIB
Rahayu Saraswati Blak-blakan Soal Mundur dari Komut TRIN: Strategi Baru dan Jejak Visi Hijau

WartaLog — Dunia bisnis properti tanah air dikejutkan dengan keputusan strategis salah satu figur publik yang juga merupakan tokoh politik nasional. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan karier keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut di kancah korporasi Indonesia.

Keputusan tersebut tidak diambil secara mendadak. Surat pengunduran diri telah dilayangkan secara resmi kepada manajemen perseroan per tanggal 7 Oktober 2026. Dalam pertemuan hangat dengan awak media di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Saras—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa langkah ini didasari oleh pertimbangan pribadi yang sangat matang dan telah melalui proses refleksi yang panjang.

Read Also

Revolusi Kebersihan Prabowo Subianto: Instruksi Tegas untuk BUMN demi Indonesia Bebas Sampah 2027

Revolusi Kebersihan Prabowo Subianto: Instruksi Tegas untuk BUMN demi Indonesia Bebas Sampah 2027

Komitmen yang Tak Berubah: Tetap Menjadi Pemegang Saham

Meski tidak lagi menjabat sebagai pucuk pimpinan pengawas di TRIN, Saras menekankan bahwa hubungannya dengan emiten properti ini tidak lantas terputus. Ia menegaskan akan tetap mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham, baik secara langsung maupun melalui entitas yang berafiliasi dengannya. Hal ini menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kepercayaan penuh terhadap fundamental dan masa depan investasi properti di perusahaan tersebut.

“Saya mundur dari posisi Komisaris Utama, bukan berarti saya meninggalkan mereka sepenuhnya. Saya hanya menanggalkan jabatan struktural di TRIN,” ungkap Saras dengan nada tegas namun tenang. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi adanya keretakan hubungan internal dalam jajaran direksi maupun dewan komisaris.

Read Also

Berburu Diskon Gila-gilaan: Mesin Cuci Sharp di Transmart Full Day Sale Hemat Hingga Rp 2 Juta

Berburu Diskon Gila-gilaan: Mesin Cuci Sharp di Transmart Full Day Sale Hemat Hingga Rp 2 Juta

Berdasarkan data terbaru dari RTI Business per 30 September 2026, Saras diketahui masih menggenggam kepemilikan saham TRIN secara langsung sebesar 3,92%. Keberadaannya sebagai pemegang saham dianggap masih memberikan pengaruh positif bagi arah kebijakan perusahaan, terutama dalam hal menjaga integritas dan tata kelola perusahaan yang baik.

Visi Besar di Balik Jejak Saras di TRIN

Selama masa jabatannya, Rahayu Saraswati membawa angin segar bagi PT Perintis Triniti Properti Tbk. Ia menceritakan bahwa setidaknya ada tiga alasan fundamental yang dulu membuatnya mantap bergabung dengan TRIN, yang kini ia harapkan terus menjadi DNA perusahaan tersebut.

  • Keseimbangan Gender dalam Industri Properti: Saras menyadari bahwa sektor real estate dan properti selama ini didominasi oleh figur laki-laki. Ia berambisi membawa lebih banyak perspektif perempuan ke dalam meja pengambilan keputusan strategis.
  • Advokasi Bangunan Hijau (Green Building): Fokus pada keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu legacy yang ingin ia tinggalkan. Saras mendorong TRIN untuk tidak sekadar membangun fisik, tetapi membangun dengan prinsip ramah lingkungan.
  • Mendorong Kualitas Unggul: Keinginannya adalah melihat TRIN bertransformasi menjadi emiten unggulan yang memiliki kualitas pembangunan berstandar tinggi dan dipercaya masyarakat luas.
  • Integritas Bisnis: Memastikan bahwa setiap proyek dijalankan dengan kepatuhan hukum dan transparansi maksimal.

“Dalam surat pengunduran diri, saya menitipkan pesan agar perjuangan untuk green building dan inklusivitas tetap dilanjutkan. Saya sangat mengapresiasi manajemen TRIN yang berkomitmen menjaga nilai-nilai tersebut meskipun saya tidak lagi menjabat sebagai Komut,” tambahnya.

Read Also

Era Baru Penyaluran Dana: Pensiun dan Bansos Bakal Ditransfer Langsung dari Kas Negara Mulai 2027

Era Baru Penyaluran Dana: Pensiun dan Bansos Bakal Ditransfer Langsung dari Kas Negara Mulai 2027

Analisis Pergerakan Saham dan Aksi Korporasi

Menilik data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Saras memang sempat melakukan aksi pelepasan saham secara tidak langsung melalui PT Satya Devya pada awal tahun 2026. Penjualan ini dilakukan secara bertahap dengan volume yang bervariasi.

Tercatat pada Desember 2025, terjadi transaksi besar sebanyak 182 juta lembar saham pada harga Rp 200. Kemudian, fluktuasi harga saham TRIN membawa transaksi berlanjut hingga awal Januari 2026, di mana saham sempat dilepas pada harga tertinggi mencapai Rp 1.875 per lembar. Transaksi terbesar secara nominal terjadi pada Februari 2026 dengan penjualan lebih dari 46 juta lembar saham.

Namun, pihak manajemen TRIN melalui Direktur Utama Ishak Chandra menegaskan bahwa dinamika kepemilikan saham dan pengunduran diri Saras tidak memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha. Perseroan dalam waktu dekat akan segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meresmikan transisi kepemimpinan ini sesuai dengan aturan OJK yang berlaku.

Babak Baru: Melirik Sektor Kecantikan dan Manufaktur

Setelah melepaskan jabatannya di TRIN, Saras dikabarkan tidak akan lama beristirahat. Namanya kini mencuat sebagai salah satu kandidat kuat dalam bursa Komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur produk kosmetik dan perawatan tubuh.

Langkah ini dinilai menarik karena merupakan pergeseran sektor dari properti ke barang konsumsi (consumer goods). Saras menjelaskan bahwa ajakan ini datang langsung dari Billy Hartono Salim, Komisaris Utama VICI. Ia menekankan bahwa keterlibatannya di VICI murni bersifat profesional dan personal, tanpa ada sangkut paut dengan bisnis keluarga besar Djojohadikusumo.

Ambisi Internasional dan Pemberdayaan UMKM

Di VICI, Saras telah memetakan rencana strategis yang cukup ambisius. Ia tidak hanya ingin sekadar duduk di kursi pengawasan, tetapi juga aktif membuka pintu jaringan internasional bagi produk-produk asli Indonesia. Fokus utamanya mencakup:

  1. Ekspansi Pasar Global: Memanfaatkan jaringan internasionalnya di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia untuk mempercepat pertumbuhan VICI di luar negeri.
  2. Pemberdayaan UMKM: Menghubungkan ekosistem perusahaan besar dengan pelaku usaha kecil agar tercipta simbiosis industri yang sehat.
  3. Keterwakilan Perempuan: Kembali menyuarakan pentingnya peran perempuan di jajaran manajerial perusahaan kosmetik yang notabene konsumen utamanya adalah perempuan.

“Harapannya, dengan jaringan yang saya miliki, kita bisa mendorong pertumbuhan perusahaan lebih cepat lagi. Ini tentang membawa brand lokal menuju panggung dunia,” pungkas Saras. RUPS untuk meresmikan jabatannya di VICI dijadwalkan akan berlangsung pada akhir Oktober 2026.

Langkah Rahayu Saraswati ini memberikan sinyal kuat bagi para pelaku pasar modal bahwa rotasi kepemimpinan di tingkat komisaris seringkali menjadi jembatan bagi perusahaan untuk mendapatkan perspektif baru dan memperluas konektivitas global. Bagi TRIN, ini adalah pembuktian untuk menjaga konsistensi tanpa figur Saras, sementara bagi VICI, ini adalah peluang emas untuk melesat lebih jauh ke kancah mancanegara.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *