HUT Ke-22 DPD RI: Langkah Nyata Sultan Najamuddin Galang Solidaritas Lewat Donor Darah Serentak 38 Provinsi

Akbar Silohon | WartaLog
08 Okt 2026, 15:17 WIB
HUT Ke-22 DPD RI: Langkah Nyata Sultan Najamuddin Galang Solidaritas Lewat Donor Darah Serentak 38 Provinsi

WartaLog — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas legislasi di Senayan, suasana Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tampak berbeda dari biasanya. Memasuki usia yang ke-22, lembaga yang menjadi representasi daerah ini memilih cara yang lebih menyentuh dan humanis untuk merayakan hari jadinya. Bukan sekadar seremoni formal, DPD RI menggelar aksi donor darah massal yang mengusung pesan mendalam tentang kepedulian sosial bagi sesama.

Refleksi Dua Dekade: Lebih dari Sekadar Fungsi Legislasi

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Ketua DPD RI, Sultan B. Najamuddin, menegaskan bahwa momentum ulang tahun kali ini harus menjadi titik balik bagi seluruh jajaran lembaga untuk merefleksikan sejauh mana keberadaan mereka memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, DPD RI tidak boleh hanya dikenal melalui fungsi legislasi, pengawasan, atau pertimbangan politik semata, tetapi juga harus hadir dalam denyut nadi persoalan rakyat, termasuk urusan kemanusiaan.

Read Also

Membasuh Luka di Jalan Tambak: Sinergi TNI-Polri Pastikan Kondusivitas Usai Bentrokan Berdarah

Membasuh Luka di Jalan Tambak: Sinergi TNI-Polri Pastikan Kondusivitas Usai Bentrokan Berdarah

Sultan menjelaskan bahwa tema “Setetes Darah, Sejuta Harapan: DPD RI Peduli untuk Sesama” adalah cermin dari komitmen lembaga untuk terus memberi. Dalam pidatonya yang penuh semangat, ia menggarisbawahi bahwa donor darah adalah bentuk paling sederhana namun sangat berarti dari empati seorang manusia terhadap sesamanya yang bahkan tidak mereka kenal secara pribadi.

“Atas nama pimpinan dan seluruh lembaga, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sekretariat Jenderal dan Palang Merah Indonesia (PMI). Memberikan setetes darah mungkin terlihat sederhana, namun bagi mereka yang sedang berjuang di ranjang rumah sakit, itu adalah napas baru dan harapan yang sangat berharga,” ujar Sultan dengan nada bergetar saat memberikan keterangan di Jakarta.

Read Also

Aksi Cepat Polsek Cengkareng Ringkus Pengedar Sabu di Kapuk: Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut

Aksi Cepat Polsek Cengkareng Ringkus Pengedar Sabu di Kapuk: Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut

Membangun Tradisi Baru di 38 Provinsi

Salah satu poin krusial yang ditekankan Sultan dalam peringatan HUT kali ini adalah keberlanjutan. Ia tidak ingin aksi sosial ini hanya menjadi agenda seremonial yang hilang setelah perayaan usai. Sultan mendorong agar kemanusiaan menjadi nafas utama dalam setiap gerak langkah DPD RI ke depan. Ia pun menginstruksikan agar kegiatan donor darah ini dilakukan secara serentak dan bertahap di 38 kantor DPD RI yang tersebar di seluruh ibu kota provinsi di Indonesia.

Strategi ini bertujuan untuk memperkuat fungsi kantor DPD RI di daerah agar tidak hanya menjadi sekadar kantor administratif atau penghubung. Sultan menginginkan kantor-kantor tersebut menjadi simpul koordinasi yang aktif dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan elemen masyarakat sipil. Dengan demikian, DPD RI dapat menjadi motor penggerak gotong royong di tingkat lokal.

Read Also

Gempita Final Piala Dunia di Lapangan Banteng: Rano Karno Bergabung dalam Lautan Manusia di Festival Rakyat Bola Gembira

Gempita Final Piala Dunia di Lapangan Banteng: Rano Karno Bergabung dalam Lautan Manusia di Festival Rakyat Bola Gembira

“Kami ingin donor darah ini tumbuh menjadi sebuah tradisi tahunan. DPD RI harus memelopori gerakan ini sebagai agenda rutin yang konsisten. Semakin besar lembaga negara ini, maka semakin besar pula tanggung jawab moral yang harus kita berikan kembali kepada tanah air,” tegasnya menambahkan.

Sinergi Strategis dengan PMI dan Komunitas

Keberhasilan acara di Jakarta ini tidak lepas dari kolaborasi erat dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Deputi Administrasi Setjen DPD RI, Lalu Niqman Zahir, mengungkapkan bahwa antusiasme di lingkungan internal sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 200 orang telah mendaftarkan diri sebagai calon pendonor sejak pagi hari. Mereka berasal dari berbagai elemen, mulai dari pimpinan dan anggota DPD RI, pejabat struktural, hingga tenaga pendukung dan pegawai kontrak.

Lalu menjelaskan bahwa setiap tahapan donor darah dilakukan dengan protokol kesehatan dan standar medis yang sangat ketat. Proses dimulai dari registrasi, verifikasi data, hingga pemeriksaan kesehatan awal untuk memastikan kondisi fisik pendonor dalam keadaan prima. Petugas medis dari PMI bertindak sebagai kurator utama yang menentukan kelayakan seseorang untuk mendonorkan darahnya.

“Ini bukan hanya soal angka 200 pendonor, tapi soal semangat gotong royong yang kembali membara di lingkungan kita. Kami juga dibantu oleh Koperasi Sabang Merauke dan berbagai pihak lainnya. Ini adalah bentuk pengabdian nyata keluarga besar DPD RI untuk rakyat,” tutur Lalu Niqman Zahir.

Perspektif PMI: Kesiapsiagaan Menghadapi Krisis

Wakil Ketua Umum PMI, Nanan Soekarna, yang hadir dalam acara tersebut turut menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia menilai inisiatif DPD RI di bawah kepemimpinan Sultan Najamuddin sebagai langkah cerdas dalam memperkuat ketahanan stok darah nasional. Nanan menekankan bahwa kebutuhan akan darah di Indonesia seringkali tidak terduga, terutama saat terjadi bencana alam atau krisis kesehatan.

Nanan memaparkan bahwa tugas PMI melampaui sekadar urusan transfusi darah. Lembaga ini juga berfokus pada penanggulangan bencana dan pembangunan ketangguhan masyarakat melalui tujuh prinsip dasar kemanusiaan: kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Ia bermimpi suatu saat seluruh masyarakat Indonesia memiliki jiwa relawan yang tinggi.

“Seandainya kesadaran seperti yang ditunjukkan DPD RI hari ini menular ke seluruh lapisan masyarakat, kita akan memiliki kesiapsiagaan yang luar biasa. Masyarakat akan mampu saling menolong bahkan sebelum bantuan resmi datang. Terima kasih kepada DPD RI yang telah menjadi bagian dari rantai kebaikan ini,” ungkap Nanan.

Simbol Harapan dan Masa Depan DPD RI

Menutup rangkaian acara, Sultan Najamuddin kembali mengingatkan bahwa di usia 22 tahun, DPD RI harus semakin dewasa dalam menyikapi dinamika bangsa. Aksi donor darah ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh anggota dewan bahwa mandat yang mereka bawa berasal dari darah dan keringat rakyat di daerah. Maka, sudah sepatutnya setiap kebijakan dan tindakan yang diambil senantiasa berorientasi pada kepentingan publik.

Dengan terlaksananya aksi donor darah di 38 provinsi nantinya, DPD RI berharap dapat membantu PMI dalam menjaga ketersediaan kantong darah yang seringkali menipis di beberapa daerah terpencil. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam memperbaiki sistem pelayanan publik di sektor kesehatan.

Momentum HUT ke-22 ini pun menjadi saksi bahwa di balik gedung-gedung tinggi kekuasaan, masih ada ruang bagi empati dan kepedulian yang tulus. Bagi Sultan dan jajarannya, setetes darah yang disumbangkan hari ini adalah investasi kemanusiaan untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat dan bersatu.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *