Transformasi Kesejahteraan di Sumedang: Mensos Gus Ipul Beri Pujian Tinggi untuk Sekolah Rakyat dan Inovasi Perlinsos Digital

Akbar Silohon | WartaLog
01 Okt 2026, 21:17 WIB
Transformasi Kesejahteraan di Sumedang: Mensos Gus Ipul Beri Pujian Tinggi untuk Sekolah Rakyat dan Inovasi Perlinsos Di

WartaLog — Langkah progresif Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mengawal program kesejahteraan sosial mendapat sorotan positif dari Pemerintah Pusat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih akrab disapa Gus Ipul, melayangkan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras jajaran Pemkab Sumedang dalam mengimplementasikan program Sekolah Rakyat serta percepatan digitalisasi perlindungan sosial. Keberhasilan Sumedang ini dinilai sebagai potret nyata sinergi antara kebijakan nasional dan eksekusi lokal yang presisi.

Dalam kunjungannya ke Sumedang, Gus Ipul menekankan bahwa tidak semua daerah memiliki komitmen sekuat Sumedang dalam memenuhi alokasi pendidikan bagi siswa kurang mampu, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar melalui skema Sekolah Rakyat. Kemauan politik (political will) dari pucuk pimpinan daerah dianggap menjadi faktor kunci mengapa program ini dapat berjalan masif dan tepat sasaran di wilayah yang dikenal sebagai Kota Tahu tersebut.

Read Also

Strategi Prabowo Hadapi Krisis El Nino: Mandat Khusus untuk BRIN Perkuat Inovasi Teknologi Air

Strategi Prabowo Hadapi Krisis El Nino: Mandat Khusus untuk BRIN Perkuat Inovasi Teknologi Air

Sekolah Rakyat: Inkubator Harapan dan Percaya Diri

Kehadiran Gus Ipul di tengah-tengah kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumedang pada Kamis (1/10/2026) menjadi momen emosional yang memperlihatkan keberhasilan program tersebut. Disambut dengan kemeriahan yel-yel, lantunan hadrah yang menggema, hingga gemulainya tarian tradisional, Menteri Sosial ini menyaksikan langsung bagaimana pendidikan karakter telah mengubah mentalitas anak-anak dari keluarga rentan.

Gus Ipul menceritakan transformasi luar biasa yang dialami para siswa. Setahun lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki di Sekolah Rakyat, banyak dari mereka yang tampak minder, kurang percaya diri, dan ragu untuk tampil di depan publik. Namun, pemandangan hari itu sungguh berbeda. Anak-anak tersebut kini berani berdiri tegak, membacakan puisi dengan lantang, dan menunjukkan bakat akademik serta kedisiplinan yang mumpuni. Perkembangan yang signifikan dari sisi kesehatan dan mental ini bahkan membuat banyak orang tua tak kuasa membendung air mata bahagia.

Read Also

Transformasi Nusakambangan: Titiek Soeharto Apresiasi Kemandirian Warga Binaan Lewat Panen Udang Vaname

Transformasi Nusakambangan: Titiek Soeharto Apresiasi Kemandirian Warga Binaan Lewat Panen Udang Vaname

“Kita bisa melihat sendiri hari ini, anak-anak kita tumbuh dengan kualitas yang jauh lebih baik. Mereka berani tampil, sehat secara fisik, dan disiplin. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang inklusif,” tutur Gus Ipul dengan nada bangga.

Infrastruktur Permanen: Sinergi Kemensos dan Kementerian PU

Keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti pada kurikulum dan pendampingan, tetapi juga didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang layak. Gus Ipul mengungkapkan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Sumedang kini telah mencapai progres 98 persen. Dalam hitungan bulan ke depan, fasilitas pendidikan ini ditargetkan rampung sepenuhnya dan siap digunakan secara maksimal.

Read Also

Dedikasi Tanpa Batas: Potret Humanis Personel Polda Metro Jaya Kawal Aksi di Tengah Guyuran Hujan Senayan

Dedikasi Tanpa Batas: Potret Humanis Personel Polda Metro Jaya Kawal Aksi di Tengah Guyuran Hujan Senayan

Proyek ini merupakan bukti nyata kolaborasi lintas sektor yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo. Pemerintah Kabupaten Sumedang menyediakan lahan, sementara pembangunan fisiknya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Kementerian Sosial sendiri memegang tanggung jawab dalam aspek operasional, dengan dukungan penuh dari berbagai lembaga dan pemerintah daerah terkait. Model kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi cetak biru bagi pembangunan fasilitas serupa di daerah lain di seluruh Indonesia.

Revolusi Data Melalui Perlinsos Digital

Selain sektor pendidikan, Sumedang kembali menunjukkan taringnya dalam inovasi administrasi sosial melalui Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Inisiatif ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran. Gus Ipul mengakui bahwa Sumedang selalu selangkah lebih maju, di mana saat ini lebih dari 50 persen warganya telah terintegrasi dalam sistem digital tersebut.

Digitalisasi bansos dianggap sebagai strategi paling efektif untuk menjangkau masyarakat yang selama ini terabaikan atau belum terdaftar dalam basis data terpadu. Dengan teknologi, akurasi data dapat dipertanggungjawabkan, sehingga bantuan yang disalurkan pemerintah benar-benar mendarat di tangan mereka yang berhak. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, masyarakat diajak berperan aktif menjadi Agen Perlinsos untuk mendaftarkan warga di sekitarnya yang membutuhkan bantuan namun terkendala akses birokrasi.

“Masalah utama bansos seringkali adalah ketidaktepatan sasaran. Dengan Perlinsos Digital, kita meminimalisir kesalahan data tersebut. Sumedang telah membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata untuk efisiensi pelayanan publik,” tambah Gus Ipul.

Orkestrasi Kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir

Menanggapi pujian dari Mensos, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa kunci keberhasilan daerahnya terletak pada kemampuan memobilisasi dan mengorkestrasi seluruh elemen masyarakat. Pihaknya tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan pilar-pilar sosial, akademisi, sektor bisnis, hingga penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam pelayanan sosial.

Di Sumedang, konsep Agen Perlinsos diterapkan secara masif. Mulai dari pendamping PKH, pimpinan SKPD, Camat, hingga Ketua RT dan RW, semuanya diberikan peran aktif untuk menjadi penghubung antara warga dan sistem perlindungan sosial pemerintah. Pendekatan “Hexa-helix” ini memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak-hak sosialnya.

Tak hanya fokus pada pendidikan dan digitalisasi, Bupati Dony juga melaporkan perkembangan signifikan dalam perbaikan hunian warga. Sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) orang tua siswa Sekolah Rakyat telah diajukan untuk mendapatkan bantuan renovasi rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dari jumlah tersebut, 120 rumah telah mendapatkan persetujuan dan dijadwalkan mulai dibangun pada November mendatang sebagai bagian dari program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Membangun Indonesia dari Daerah

Kegiatan dialog ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi kementerian dan daerah, termasuk Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, serta para kepala dinas lintas sektoral. Kehadiran mereka menegaskan komitmen kolektif untuk terus meningkatkan derajat hidup masyarakat Sumedang.

Melalui integrasi antara pendidikan berkualitas lewat Sekolah Rakyat, perumahan yang layak, dan sistem data bansos yang akurat secara digital, Sumedang kini tengah bertransformasi menjadi laboratorium hidup bagi kebijakan kesejahteraan sosial di Indonesia. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu semangat bagi kabupaten dan kota lainnya untuk terus berinovasi dalam melayani rakyat, demi terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Dengan semangat Peduli Tetangga yang terus digelorakan, pemerintah optimis bahwa masalah kemiskinan dapat ditekan secara signifikan. Langkah Sumedang ini membuktikan bahwa ketika pemerintah pusat dan daerah berjalan beriringan dengan visi yang sama, perubahan nyata bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *