Evolusi Digital Bank Mandiri: Melampaui Transaksi, Livin’ by Mandiri Kini Rangkul 42,1 Juta Pengguna

Citra Lestari | WartaLog
01 Okt 2026, 19:18 WIB
Evolusi Digital Bank Mandiri: Melampaui Transaksi, Livin' by Mandiri Kini Rangkul 42,1 Juta Pengguna

WartaLog — Di tengah deru digitalisasi perbankan yang kian kencang, Bank Mandiri berhasil memposisikan dirinya sebagai pemimpin pasar melalui aplikasi andalannya, Livin’ by Mandiri. Memasuki usia lima tahun kehadirannya di tengah masyarakat, platform ini bukan sekadar alat transaksi, melainkan telah menjelma menjadi pusat ekosistem finansial yang sangat berpengaruh. Berdasarkan data terbaru hingga Agustus 2026, jumlah pengguna aktif Livin’ by Mandiri telah menembus angka fantastis, yakni 42,1 juta orang.

Lonjakan pengguna ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital semakin solid. Livin’ telah berhasil mengubah perilaku fundamental nasabah dalam berinteraksi dengan lembaga keuangan. Tidak lagi terbatas pada cek saldo atau transfer uang, kini nasabah melihat Livin’ sebagai asisten finansial pribadi yang mampu menangani berbagai kebutuhan kompleks, mulai dari investasi hingga pembiayaan strategis.

Read Also

Lowongan Kerja Bank Indonesia 2026: Rekrutmen PCPM Angkatan 41 Resmi Dibuka, Inilah Panduan Lengkap dan Syaratnya

Lowongan Kerja Bank Indonesia 2026: Rekrutmen PCPM Angkatan 41 Resmi Dibuka, Inilah Panduan Lengkap dan Syaratnya

Dominasi Digital dalam Akuisisi Nasabah Baru

Fenomena menarik terlihat dari bagaimana cara masyarakat bergabung menjadi bagian dari Bank Mandiri. Data internal menunjukkan sebuah pergeseran paradigma yang luar biasa: sebanyak sembilan dari sepuluh nasabah baru kini memilih untuk membuka rekening secara mandiri melalui aplikasi Livin’. Hal ini membuktikan bahwa proses onboarding digital yang ditawarkan telah mencapai titik efisiensi yang sangat tinggi, menghilangkan hambatan geografis dan birokrasi fisik.

Ketergantungan nasabah pada platform ini juga tercermin dalam struktur dana pihak ketiga. Nasabah pengguna Livin’ kini memberikan kontribusi signifikan, yakni mencapai 89% dari total saldo tabungan di Bank Mandiri. Angka ini menegaskan bahwa mayoritas dana yang dikelola bank berada di tangan mereka yang sudah melek teknologi dan aktif bertransaksi secara digital. Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen Bank Mandiri dalam mengusung semangat “Tumbuh Bersama Majukan Indonesia”.

Read Also

Strategi Besar Telkom Indonesia: Aksi Buyback Rp 4 Triliun dan Peta Jalan Transformasi Digital TLKM 30

Strategi Besar Telkom Indonesia: Aksi Buyback Rp 4 Triliun dan Peta Jalan Transformasi Digital TLKM 30

Pergeseran Paradigma: Dari Transaksi Menuju Pengelolaan Aset

SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri, Yanto Masyap, mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, pihaknya mengamati adanya evolusi kebutuhan nasabah yang sangat dinamis. Jika pada awalnya fokus utama pengembangan aplikasi adalah pada kemudahan transaksi dasar, kini arah pengembangan telah bergeser menuju solusi pengelolaan kekayaan (wealth management) dan pencarian instrumen finansial yang memberikan keuntungan optimal.

“Kami melihat perubahan kebutuhan nasabah dari yang awalnya fokus pada kemudahan bertransaksi, kini bergerak menuju pengelolaan aset dan pencarian solusi pembiayaan yang paling menguntungkan,” ujar Yanto dalam keterangannya yang diterima redaksi. Hal ini didasari pada pemahaman bahwa nasabah modern menginginkan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola likuiditas dan aset mereka tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Read Also

Strategi Efisiensi Makan Bergizi Gratis: Kepala BGN Siapkan Laporan Khusus untuk Presiden Prabowo

Strategi Efisiensi Makan Bergizi Gratis: Kepala BGN Siapkan Laporan Khusus untuk Presiden Prabowo

Inovasi Kredit Agunan Investasi: Solusi Tanpa Cairkan Aset

Salah satu inovasi paling progresif yang dihadirkan dalam ekosistem Livin’ adalah integrasi antara instrumen investasi dan fasilitas kredit. Selama ini, ada stigma bahwa seseorang hanya bisa berinvestasi jika memiliki dana berlebih, dan sebaliknya, orang hanya mencari pinjaman ketika tidak memiliki aset. Livin’ by Mandiri mendobrak sekat tersebut dengan memungkinkan nasabah menjadikan aset investasi sebagai jaminan atau agunan.

Nasabah yang memiliki Surat Berharga Negara (SBN) baik Perdana maupun Sekunder, serta simpanan dalam bentuk Deposito, kini dapat menggunakannya sebagai cash collateral untuk mendapatkan pinjaman segar. Keunggulan utamanya adalah nasabah tidak perlu mencairkan investasinya yang sedang berjalan. Dengan demikian, instrumen investasi tersebut tetap memberikan imbal hasil (yield) secara berkelanjutan, sementara nasabah tetap mendapatkan likuiditas yang dibutuhkan untuk keperluan mendesak atau modal usaha.

Proses pengajuan Kredit Agunan SBN dan Deposito ini dirancang sepenuhnya digital. Nasabah tidak perlu lagi mendatangi kantor cabang, mengantre, atau menyerahkan tumpukan dokumen fisik. Melalui beberapa ketukan di layar ponsel, fasilitas kredit dapat cair dengan cepat, memberikan pengalaman perbankan yang benar-benar tanpa sekat (seamless).

Mempermudah Langkah Memiliki Hunian Melalui Livin’ KPR

Sektor properti juga tidak luput dari sentuhan digitalisasi Mandiri. Melalui fitur Livin’ KPR, Bank Mandiri mempermudah akses masyarakat untuk memiliki hunian impian. Aplikasi ini tidak hanya menyajikan katalog rumah dari berbagai pengembang ternama, tetapi juga melayani pengajuan kredit untuk rumah bekas (second). Hal ini memberikan fleksibilitas luas bagi nasabah dalam memilih properti sesuai anggaran dan preferensi mereka.

Fitur yang sangat membantu dalam layanan ini adalah kalkulator simulasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Berbeda dengan simulasi standar, sistem di Livin’ telah terintegrasi untuk mengecek kemampuan finansial nasabah secara lebih mendalam. Hasil simulasi yang muncul bukan sekadar angka perkiraan, melainkan dapat langsung menjadi penawaran kredit resmi. Bahkan, bagi nasabah yang sudah memiliki rumah, Livin’ juga menawarkan fasilitas refinancing atau akses dana tunai dengan menjadikan rumah tersebut sebagai agunan, yang semuanya dikelola dalam satu platform.

Integrasi Portofolio dalam Satu Genggaman

Salah satu kekuatan utama Livin’ by Mandiri adalah kemampuannya menjadi agregator berbagai instrumen investasi online. Nasabah tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi untuk mengelola portofolio mereka. Di dalam Livin’, tersedia berbagai pilihan mulai dari:

  • Reksa Dana: Bisa dimulai dengan modal yang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp10 ribu, memungkinkan edukasi investasi bagi pemula.
  • Surat Berharga Negara (SBN): Nasabah bisa berpartisipasi langsung dalam pendanaan pembangunan negara melalui SBN Perdana maupun Sekunder.
  • Transaksi Saham: Memberikan akses bagi nasabah yang ingin terjun langsung ke pasar modal dengan pemantauan real-time.

Semua instrumen ini terintegrasi dengan rapi, sehingga nasabah dapat memantau pertumbuhan kekayaannya secara holistik dalam satu tampilan dashboard yang intuitif.

Menatap Masa Depan Bersama Ekosistem Danantara

Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Bank Mandiri pada 2 Oktober 2026, pencapaian Livin’ menjadi kado manis sekaligus pembuktian transformasi berkelanjutan. Sebagai bagian dari Ekosistem Danantara, Bank Mandiri terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan perkembangan zaman. Inovasi teknologi yang dilakukan bukan hanya soal kecanggihan kode program, melainkan tentang dampak nyata bagi kesejahteraan finansial masyarakat.

“Inovasi teknologi yang kami hadirkan di Livin’ bukan sekadar tentang kecanggihan sistem, melainkan tentang bagaimana kami bisa memberikan dampak yang nyata. Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra finansial yang adaptif,” tutup Yanto Masyap dengan optimis. Ke depan, masyarakat dapat menantikan berbagai fitur baru yang akan semakin mempermudah kehidupan sehari-hari, memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai institusi perbankan yang tidak hanya besar secara aset, tetapi juga besar dalam memberikan solusi digital bagi bangsa.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *