Kawal Aspirasi Warga Jelambar Baru, Hardiyanto Kenneth Pastikan Proyek Drainase Berjalan Aman dan Berkualitas
WartaLog — Komitmen seorang wakil rakyat sering kali diuji bukan saat mereka berorasi di mimbar parlemen, melainkan saat kaki mereka berpijak langsung di atas tanah proyek yang berdebu untuk mendengarkan keluh kesah warga. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, saat meninjau langsung proyek pengerjaan saluran air di kawasan Jakarta Barat.
Pada Rabu (30/9/2026), pria yang akrab disapa Bang Kent ini turun ke lapangan untuk memantau progres pembangunan infrastruktur drainase di wilayah RT 02/RW 06, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan. Kehadirannya bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah misi pengawalan terhadap aspirasi yang sebelumnya ia serap dalam masa Reses ke-II Tahun Anggaran 2026. Bagi Kent, setiap janji yang dicatat dalam lembaran reses adalah hutang pembangunan yang harus dilunasi secara nyata.
Menguak Skandal ‘Kluster Mewah’ di Lapas Cibinong: Komisi II DPR Desak Ombudsman Perketat Pengawasan
Mengawal Janji Melalui Aksi Nyata di Lapangan
Pengerjaan saluran air di wilayah Jelambar Baru ini merupakan respon cepat terhadap kekhawatiran warga yang kerap menghadapi ancaman genangan saat musim hujan tiba. Kawasan Grogol Petamburan memang dikenal sebagai salah satu titik yang membutuhkan perhatian ekstra dalam hal manajemen air. Bang Kent menegaskan bahwa peninjauan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa apa yang direncanakan di atas kertas selaras dengan eksekusi di lapangan.
“Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal aspirasi masyarakat, saya harus memastikan bahwa proyek infrastruktur ini berjalan sesuai jadwal dan spesifikasi. Warga Jelambar Baru sudah cukup lama menantikan perbaikan sistem drainase yang mumpuni, dan tugas saya adalah memastikan aspirasi tersebut tidak menguap begitu saja,” ujar Kent saat ditemui di lokasi proyek.
Babak Baru Mahkamah Konstitusi: Adies Kadir dan Liliek Prisbawono Resmi Emban Amanah Hakim Konstitusi
Ia menambahkan bahwa mekanisme Reses merupakan instrumen demokrasi yang sangat vital. Lewat forum tersebut, suara-suara dari gang-gang sempit Jakarta bisa sampai ke meja kebijakan. Namun, Kent menekankan bahwa menyerap aspirasi barulah setengah dari pekerjaan. Setengah sisanya adalah memastikan pembangunan tersebut benar-benar terwujud dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Keamanan Pondasi Rumah Warga Jadi Prioritas Utama
Dalam proses peninjauan tersebut, Bang Kent tidak hanya melihat kedalaman saluran atau kualitas beton yang digunakan, tetapi juga memperhatikan dampak konstruksi terhadap hunian di sekitarnya. Pembangunan di kawasan padat penduduk seperti Jelambar memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait dengan stabilitas tanah dan struktur bangunan lama.
Drama Diplomatik di Balik Layar: Donald Trump Ancam Keluarga Netanyahu demi Redam Serangan ke Beirut
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini secara khusus memberikan instruksi kepada pihak pelaksana proyek dan kontraktor agar bekerja dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Ia mengingatkan bahwa proses pembongkaran jalan atau penggalian tanah jangan sampai merusak pondasi rumah warga. “Saya minta para pekerja sangat hati-hati. Jangan sampai niat kita memperbaiki saluran air justru merusak struktur rumah warga. Keamanan warga adalah nomor satu,” tegasnya dengan nada serius.
Selain masalah struktur bangunan, Kent juga menyoroti pentingnya menjaga integritas pipa air bersih milik warga. Sering kali dalam proyek drainase besar, pipa-pipa distribusi air ikut terganggu atau bahkan pecah akibat aktivitas alat berat. Ia menuntut adanya koordinasi yang baik antara pelaksana proyek dengan pihak penyedia layanan air agar distribusi air bersih ke rumah-rumah warga tetap lancar selama pengerjaan berlangsung.
Sinergi Pembangunan dan Partisipasi Masyarakat
Pembangunan infrastruktur yang hebat tidak akan ada artinya tanpa adanya rasa memiliki dari masyarakat yang menggunakannya. Bang Kent mengimbau warga RT 02/RW 06 Jelambar Baru untuk turut serta mengawasi jalannya proyek ini. Menurutnya, mata warga adalah pengawas terbaik yang ada 24 jam di lokasi pengerjaan. Jika ditemukan ketidaksesuaian atau tindakan pekerja yang merugikan, warga diminta untuk segera melapor.
Namun, Kent juga menitipkan pesan penting pasca-proyek selesai dikerjakan. Ia tidak ingin saluran air yang dibangun dengan anggaran besar tersebut berakhir menjadi tempat sampah baru. Budaya membuang sampah ke saluran air masih menjadi tantangan besar di Jakarta Barat. Oleh karena itu, ia mengajak tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW untuk mengedukasi warga agar menjaga kebersihan drainase secara kolektif.
“Ini adalah fasilitas bersama. Pemerintah membangun menggunakan uang rakyat, maka rakyat juga yang harus menjaga. Jangan sampai setelah dibangun rapi, salurannya tersumbat lagi karena sampah plastik atau limbah rumah tangga. Jika kita semua disiplin, manfaatnya akan kembali ke kita sendiri berupa lingkungan yang kering dan sehat saat hujan deras melanda,” papar Alumni PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI tersebut.
Harapan untuk Jakarta yang Lebih Tangguh Hadapi Banjir
Di akhir kunjungannya, Bang Kent menyampaikan harapannya agar proyek serupa dapat terus didorong di berbagai titik rawan genangan lainnya di Jakarta. Baginya, pembangunan yang menyentuh level lingkungan terkecil adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup warga Ibu Kota secara merata. Ia berkomitmen untuk terus menyuarakan penambahan anggaran bagi perbaikan drainase mikro di pemukiman padat.
Proyek di Jelambar Baru ini diharapkan menjadi percontohan bagaimana koordinasi antara legislatif, eksekutif, dan warga dapat membuahkan hasil yang positif. Bang Kent berjanji akan terus memonitor perkembangan pengerjaan hingga tahap penyelesaian akhir (finishing), memastikan bahwa jalan yang dibongkar dikembalikan ke kondisi semula dengan rapi sehingga tidak mengganggu aktivitas transportasi warga.
“Saya ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi penikmat manfaat dari pembangunan ini dalam jangka panjang. Pembangunan berkelanjutan hanya bisa terjadi jika ada harmoni antara pemerintah yang responsif dan masyarakat yang proaktif,” pungkas politisi PDI Perjuangan tersebut sebelum meninggalkan lokasi dengan sapaan hangat kepada warga sekitar.
Dengan pengawalan ketat seperti ini, warga Jelambar Baru kini memiliki harapan baru bahwa musim hujan mendatang tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, melainkan sekadar fenomena alam yang bisa dihadapi dengan infrastruktur yang sudah siap dan mumpuni.