Semangat Green Policing: Pesan Mendalam Kapolda Riau Saat Lepas Brigjen Hengki Haryadi ke Papua Barat Daya

Akbar Silohon | WartaLog
28 Sep 2026, 09:17 WIB
Semangat Green Policing: Pesan Mendalam Kapolda Riau Saat Lepas Brigjen Hengki Haryadi ke Papua Barat Daya

WartaLog — Suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan menyelimuti Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau di Pekanbaru pada Senin, 28 September 2026. Di tengah derap langkah pengabdian, sebuah momen transisi kepemimpinan berlangsung melalui acara pisah sambut yang menandai babak baru bagi sejumlah perwira tinggi dan pejabat utama. Fokus utama tertuju pada sosok Brigjen Pol Hengki Haryadi, yang secara resmi melepaskan jabatannya sebagai Wakapolda Riau untuk mengemban amanah yang lebih besar di ufuk timur Indonesia.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, memimpin langsung prosesi pelepasan tersebut. Namun, upacara ini bukan sekadar seremoni formalitas belaka. Ada pesan ideologis yang dititipkan dengan sangat serius kepada Brigjen Hengki: membawa nafas Green Policing ke tempat tugasnya yang baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Filosofi kepolisian hijau ini telah menjadi identitas yang melekat erat pada masa kepemimpinan Irjen Herry di Bumi Lancang Kuning, dan kini diharapkan mampu berakar kuat di tanah Papua.

Read Also

Gempa M 4,1 Guncang Nias Barat: Menilik Ancaman Tersembunyi di Balik Aktivitas Megathrust Sumatera

Gempa M 4,1 Guncang Nias Barat: Menilik Ancaman Tersembunyi di Balik Aktivitas Megathrust Sumatera

Estafet Kepemimpinan di Bumi Lancang Kuning

Pergantian jabatan dalam tubuh Polri merupakan sebuah keniscayaan organisasi untuk menjaga dinamika dan keberlanjutan pelayanan publik. Brigjen Pol Hengki Haryadi, yang dikenal memiliki rekam jejak gemilang dalam berbagai penugasan taktis, kini naik kelas untuk menjabat sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Posisi Wakapolda Riau yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Simson Zet Ringu, seorang perwira yang diharapkan mampu mempertahankan ritme kerja cepat yang telah dibangun selama ini.

Irjen Pol Herry Heryawan dalam sambutannya menekankan bahwa setiap pemimpin datang dan pergi, namun misi kepolisian untuk mengayomi masyarakat harus tetap berjalan tanpa henti. Menurutnya, mutasi jabatan adalah bagian dari penyegaran strategi guna menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, mulai dari isu konvensional hingga persoalan lingkungan yang kian mendesak untuk ditangani.

Read Also

Sentuhan Nurani dari Panipahan: Kapolda Riau Jadikan Aksi Ibu-Ibu Sebagai Momentum ‘Bersih-Bersih’ Narkoba

Sentuhan Nurani dari Panipahan: Kapolda Riau Jadikan Aksi Ibu-Ibu Sebagai Momentum ‘Bersih-Bersih’ Narkoba

Filosofi Green Policing: Polisi dan Pelestarian Alam

Salah satu poin krusial yang ditegaskan oleh Irjen Herry dalam acara tersebut adalah penguatan konsep Green Policing. Bagi Polda Riau, konsep ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, terutama di wilayah Riau yang secara geografis sangat rentan terhadap isu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Irjen Herry mengingatkan bahwa wajah kepolisian modern tidak hanya diukur dari keberhasilan menangkap pelaku kriminal, tetapi juga dari kontribusinya menjaga ekosistem.

“Satu pesan yang ingin saya titipkan kepada rekan-rekan, khususnya Brigjen Hengki, bahwa polisi yang baik bukan hanya yang berani menangkap pelanggar hukum, tetapi yang bijak dalam mencegah kejahatan itu terjadi. Lebih dari itu, polisi masa depan harus visioner, memastikan bumi tempat masyarakat berpijak tetap lestari,” ujar Irjen Herry dengan nada penuh penekanan. Pesan ini mencerminkan pergeseran paradigma kepolisian dari sekadar penindakan hukum menuju pencegahan dan perlindungan lingkungan secara holistik.

Read Also

Eskalasi Berdarah di Jalur Gaza: Lima Warga Sipil Tewas di Tengah Rapuhnya Upaya Damai Internasional

Eskalasi Berdarah di Jalur Gaza: Lima Warga Sipil Tewas di Tengah Rapuhnya Upaya Damai Internasional

Misi Ekologis di Tanah Papua Barat Daya

Penugasan Brigjen Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya dipandang sebagai langkah strategis. Wilayah Papua Barat Daya, dengan kekayaan alamnya yang melimpah dan hutan tropisnya yang luas, memerlukan sentuhan pengamanan yang berbasis pada kearifan lokal dan kelestarian alam. Kapolda Riau berharap semangat keadilan ekologis yang telah dipupuk di Riau dapat diimplementasikan di sana.

“Kepada pejabat yang lama, selamat melanjutkan tugas. Saya sangat berharap semangat Green Policing yang telah tumbuh subur di Polda Riau dapat terus dibawa dan diwujudkan dalam setiap pengabdian di tempat baru. Papua memiliki karakteristik lingkungan yang unik, dan kehadiran Polri harus menjadi benteng pelindung bagi alamnya,” tambah sang Jenderal bintang dua tersebut. Hal ini menandakan bahwa visi lingkungan Polda Riau diharapkan dapat bertransformasi menjadi standar nasional dalam operasional kepolisian di berbagai daerah.

Rotasi Strategis Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran

Selain posisi Wakapolda, acara pisah sambut tersebut juga meresmikan rotasi pada sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Riau. Jabatan Irwasda Polda Riau kini resmi berpindah dari Brigjen Pol Prabowo Santoso kepada Kombes Pol Ino Harianto. Sementara itu, pucuk pimpinan di biro sumber daya manusia juga mengalami penyegaran, di mana posisi Karo SDM kini dijabat oleh Kombes Pol Tris Lesmana Jefiansyah, menggantikan Kombes Pol Boy Jeckson Situmorang.

Tak berhenti di level Polda, perubahan kepemimpinan juga menyentuh level kewilayahan di jajaran Polres. AKBP Eko Rubiyanto resmi mengemban tugas sebagai Kapolres Bengkalis, menggantikan AKBP Fahrian Saleh Siregar. Di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), AKBP Jhon Louis Latedera menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada AKBP Eka Ariandy Putra. Sementara itu, posisi yang ditinggalkan AKBP Jhon Louis Latedera di Polres Pelalawan kini diisi oleh AKBP Ahmad Nur.

Daftar lengkap pejabat baru Polda Riau ini menunjukkan komitmen organisasi untuk menempatkan personel terbaik di posisi strategis. Irjen Herry mengajak seluruh pejabat baru untuk segera beradaptasi dengan budaya kerja di Bumi Lancang Kuning yang menjunjung tinggi profesionalisme dan kepedulian terhadap lingkungan.

Simbolisme Penanaman Pohon sebagai Penutup

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap filosofi Green Policing, acara pisah sambut ini diakhiri dengan sebuah seremoni yang penuh makna: penanaman pohon di area Mapolda Riau. Para pejabat yang akan berangkat maupun yang baru datang bersama-sama menanam bibit pohon sebagai simbol bahwa meskipun kepemimpinan berganti, akar kepedulian terhadap lingkungan harus tetap tertanam kuat dan terus tumbuh.

Aksi penanaman pohon ini merupakan pesan visual kepada seluruh anggota Polri dan masyarakat bahwa perlindungan terhadap alam adalah bagian tak terpisahkan dari tugas pokok kepolisian. Dengan diiringi harapan agar pohon-pohon tersebut tumbuh rimbun, Polda Riau ingin menegaskan bahwa mereka akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus menjadi pelestari warisan alam bagi generasi mendatang.

Melalui rotasi ini, Polda Riau optimis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Dengan perpaduan antara keberanian dalam penegakan hukum dan kebijaksanaan dalam menjaga alam, visi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya (Presisi) diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat di Bumi Lancang Kuning maupun di tempat tugas baru para perwira tersebut.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *