Revolusi Belanja di Negeri Jiran: Menelusuri Kemudahan QRIS Cross-Border di Malaysia dan Singapura

Citra Lestari | WartaLog
21 Sep 2026, 01:18 WIB
Revolusi Belanja di Negeri Jiran: Menelusuri Kemudahan QRIS Cross-Border di Malaysia dan Singapura

WartaLog — Suasana pagi di Kampung Baru, Kuala Lumpur, selalu dipenuhi aroma harum nasi lemak yang menggugah selera. Di tengah keriuhan antrean Nasi Lemak Wanjo yang legendaris, seorang pelancong asal Indonesia bernama Gustidha tampak tenang. Alih-alih merogoh dompet untuk mencari lembaran Ringgit, ia cukup mengarahkan kamera ponselnya ke stiker QR Code berlogo DuitNow yang terpampang di meja kasir. Dalam hitungan detik, transaksi tuntas. Tanpa drama mencari money changer, tanpa keraguan soal kurs, dan tanpa uang kembalian yang receh.

Fenomena ini bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan realitas baru dalam cara masyarakat Indonesia berinteraksi dengan ekonomi regional. Kehadiran QRIS Cross-Border atau QRIS antarnegara yang diinisiasi oleh Bank Indonesia telah mengubah lanskap pembayaran digital bagi para wisatawan. Malaysia dan Singapura kini menjadi saksi betapa integrasi sistem pembayaran mampu meruntuhkan batas-batas konvensional dalam bertransaksi.

Read Also

ANTAM Kirim Delegasi Terbaik Menuju Olimpiade Penyelamatan Tambang Dunia di Zambia

ANTAM Kirim Delegasi Terbaik Menuju Olimpiade Penyelamatan Tambang Dunia di Zambia

Transformasi Transaksi di Jantung Kuala Lumpur

Bagi Gustidha, kemudahan ini adalah penyelamat. Datang ke Malaysia dengan agenda padat seringkali membuatnya tak sempat mengurus penukaran valuta asing secara manual. Pengalaman menggunakan QRIS di luar negeri dirasakannya sama persis dengan saat ia berbelanja di minimarket dekat rumahnya di Jakarta. Tidak ada prosedur rumit, hanya pemindaian sederhana yang langsung menampilkan nominal dalam mata uang lokal namun terpotong dalam Rupiah dengan kurs yang kompetitif.

“Begitu di-scan, nominal yang muncul memang dalam Ringgit (MYR), tapi kita tidak perlu repot menghitung konversinya secara manual. Sistem langsung mengubahnya ke saldo rekening kita. Rasanya benar-benar seperti memakai QRIS biasa di Indonesia,” ungkap Gustidha dengan nada puas. Transparansi nilai tukar secara real-time menjadi nilai plus yang membuatnya merasa lebih aman dari potensi kerugian selisih kurs yang biasanya terjadi di kios penukaran uang fisik.

Read Also

IHSG Tembus Level Psikologis 6.500: Bedah Aturan Baru Harga Saham Rp1 dan Proyeksi Cuan Emiten Kakap

IHSG Tembus Level Psikologis 6.500: Bedah Aturan Baru Harga Saham Rp1 dan Proyeksi Cuan Emiten Kakap

Kehadiran fitur ini pun berdampak masif pada efisiensi waktu pelancong. Dengan mobilitas yang tinggi, ketergantungan pada uang tunai seringkali menjadi beban tersendiri. Namun, melalui inovasi Bank Indonesia ini, pelancong kini bisa fokus menikmati perjalanan tanpa harus dibayangi kekhawatiran kehabisan uang tunai di tengah jalan.

Sisi Lain Meja Kasir: Suara dari Para Pelaku Usaha

Kegembiraan ini ternyata bersifat timbal balik. Di balik meja kasir Nasi Lemak Wanjo, Mohammad Nazri sang pemilik usaha, tersenyum melihat perubahan pola konsumsi pelanggannya. Ia mencatat sekitar 80 persen wisatawan Indonesia yang datang ke restorannya kini beralih menggunakan pembayaran digital melalui integrasi DuitNow dan QRIS. Bagi Nazri, ini bukan sekadar soal modernisasi, melainkan soal kelancaran operasional bisnis.

Read Also

Sinergi Strategis Kementerian PU dan Utusan Khusus Presiden: Mengakselerasi Pembangunan Hijau Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Sinergi Strategis Kementerian PU dan Utusan Khusus Presiden: Mengakselerasi Pembangunan Hijau Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

“Kami sangat mengalu-alukan penggunaan metode pembayaran seperti ini. Ini memudahkan kami sebagai pedagang dan juga para pengunjung. Antrean menjadi lebih pendek karena tidak ada lagi urusan mencari uang kembalian yang memakan waktu. Efeknya sangat positif bagi perputaran bisnis kami,” tutur Nazri. Ia bahkan secara terbuka mengundang lebih banyak turis Indonesia untuk mencicipi hidangan khasnya tanpa perlu pusing memikirkan mata uang lokal.

Senada dengan Nazri, Wiwi, seorang penjual oleh-oleh di Central Market Kuala Lumpur, juga merasakan dampak nyata. Sebagai salah satu destinasi favorit untuk berburu buah tangan, Central Market seringkali didatangi rombongan besar wisatawan Indonesia. Sebelum ada QRIS antarnegara, Wiwi sering menemui calon pembeli yang terpaksa membatalkan niat belanja karena simpanan Ringgit mereka sudah menipis, sementara mereka enggan mencari valuta asing tambahan di akhir perjalanan.

“Sekarang jauh lebih mudah. Kadang satu atau dua bus rombongan datang, dan mayoritas dari mereka menggunakan QRIS. Mereka lebih senang karena bisa melihat langsung berapa harga jajanan ini dalam Rupiah. Sejak ada sistem ini, alhamdulillah penjualan jadi lebih lancar,” kata Wiwi yang menyebut wisatawan Indonesia sebagai pelanggan utamanya.

Menembus Gaya Hidup Urban di Singapura

Bergeser ke Singapura, pemandangan serupa terlihat di kawasan ikonik Haji Lane. Di antara deretan toko vintage dan kafe estetik, QRIS telah menjadi bahasa pembayaran yang universal. Dohartua Parlindungan Sihombing, seorang pemilik toko barang vintage di Haji Lane, menceritakan bagaimana turis Indonesia mendominasi sekitar 30 persen dari total pelanggan asingnya. Rata-rata dari mereka tidak lagi ragu mengeluarkan biaya besar karena kemudahan akses pembayaran.

Menurut Dohartua, daya beli turis Indonesia tergolong tinggi, dengan rata-rata transaksi mencapai SGD 200 hingga SGD 300 dalam sekali kunjungan. Menariknya, para turis ini sudah semakin cerdas. Mereka sadar bahwa kurs yang ditawarkan melalui sistem perbankan digital seringkali jauh lebih baik dibandingkan kurs di money changer fisik. “Mereka merasa lebih enteng. Tidak perlu bawa dompet tebal berisi Rupiah atau Ringgit, cukup ponsel saja. Selama ada internet, semua lancar tanpa kendala teknis,” jelasnya.

Keandalan teknologi ini menjadi kunci utama. Integrasi antara QRIS dengan jaringan NETS di Singapura memastikan setiap transaksi berjalan mulus tanpa hambatan sistem yang berarti. Hal ini membangun kepercayaan konsumen untuk beralih sepenuhnya ke gaya hidup cashless saat berada di luar negeri.

Peran Strategis Bank Indonesia dan Gerakan GARUDA

Kesuksesan implementasi QRIS antarnegara ini bukanlah hasil kerja semalam. Ini merupakan buah dari kolaborasi strategis antara Bank Indonesia dengan otoritas moneter di negara-negara tetangga. Kepala Perwakilan BI Singapura, Widi Agustin S, mengungkapkan data yang cukup mencengangkan. Sejak awal tahun hingga pertengahan 2024, volume transaksi QRIS di wilayah Singapura, Malaysia, dan Thailand telah mendekati angka 10 juta transaksi.

“Khusus untuk Singapura saja, transaksinya sudah menembus angka ratusan ribu dan terus bertumbuh secara signifikan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sangat adaptif terhadap teknologi digital,” terang Widi. Untuk terus mendorong adopsi ini, Bank Indonesia meluncurkan inisiatif bernama GARUDA (Gerakan Akseptasi QRIS Antarnegara untuk Digitalisasi dan Akselerasi).

Strategi GARUDA mencakup berbagai lini, mulai dari edukasi di atas awan melalui kerja sama dengan maskapai nasional yang melayani rute internasional, hingga notifikasi otomatis via SMS bagi wisatawan yang baru saja mendarat di negara tujuan. Edukasi ini penting untuk memberikan rasa percaya diri kepada masyarakat bahwa aplikasi perbankan yang mereka gunakan di tanah air tetap sakti meski berada di luar negeri.

Menuju Integrasi Ekonomi ASEAN yang Lebih Kuat

Keberhasilan QRIS Cross-Border di Malaysia dan Singapura hanyalah awal dari visi besar integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Dengan kemudahan transaksi ini, hambatan perdagangan ritel dan pariwisata antarnegara menjadi semakin tipis. Wisatawan tidak lagi dipusingkan oleh masalah teknis keuangan, sehingga mereka bisa lebih fokus pada pengalaman berwisata dan berbelanja.

Inovasi ini juga memberikan perlindungan bagi konsumen dari risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar serta fluktuasi kurs yang tidak transparan. Di masa depan, seiring dengan semakin banyaknya negara yang bergabung dalam jaringan integrasi pembayaran ini, mimpi tentang ekosistem ekonomi digital ASEAN yang menyatu akan semakin mendekati kenyataan. Bagi para pelancong, kini saatnya menikmati kemudahan tanpa batas, karena satu kode QR telah membuka pintu transaksi di seluruh penjuru kawasan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *