UMY Sabet Peringkat 12 Nasional UI GreenMetric 2026: Komitmen Nyata Mewujudkan Islamic Green Campus
WartaLog — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengukir catatan gemilang dalam kancah nasional melalui komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Dalam ajang penganugerahan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 yang digelar di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (15/9/2026), UMY berhasil menahbiskan diri sebagai salah satu institusi pendidikan paling hijau di tanah air.
Prestasi ini tidak main-main. Kampus berlogo matahari ini sukses menduduki peringkat ke-12 secara nasional. Tidak hanya itu, di level yang lebih spesifik, UMY berhasil memuncaki kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di posisi pertama, serta menyabet predikat terbaik kedua untuk kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa tata kelola kampus hijau bukan lagi sekadar wacana, melainkan misi yang terintegrasi dalam nadi universitas.
Update Kasus Ijazah Jokowi: Tiga Tersangka Raih SP3, Roy Suryo Pilih Jalur Pengadilan
Strategi Sistematis dan Roadmap Keberlanjutan 2025-2029
Keberhasilan yang diraih UMY dalam UI GreenMetric 2026 bukanlah sebuah kebetulan yang datang tiba-tiba. Ini adalah buah manis dari strategi keberlanjutan yang telah disusun secara sistematis sejak tahun 2025. Pimpinan universitas telah memetakan kondisi awal, melakukan penguatan kelembagaan, hingga menstandardisasi program-program yang berorientasi pada masa depan planet ini.
Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Dyah Mutiarin, menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Menurutnya, ketika bersaing dengan berbagai perguruan tinggi besar lainnya, terlihat jelas bahwa perspektif keberlanjutan kini telah menyatu dengan tata kelola kampus secara holistik.
“Kami tidak melihat pemeringkatan ini sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur sejauh mana kebijakan kami berdampak pada lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi yang kami mulai sejak 2025 sudah berada di jalur yang benar,” ungkap Dyah dalam keterangan resminya.
Kilas Balik Tragedi Armero: Saat Amukan Lahar Dingin Nevado del Ruiz Menelan 25 Ribu Nyawa dalam Semalam
Transformasi Infrastruktur: Dari Panel Surya hingga Biopori
Secara fisik, transformasi UMY menuju kampus berkelanjutan terlihat sangat kontras dan inovatif. Universitas mulai meninggalkan ketergantungan pada energi konvensional dengan memasang panel surya (solar panel) di berbagai gedung baru. Langkah ini diambil untuk menekan emisi karbon dan mengoptimalkan sumber daya alam yang melimpah.
Selain beralih ke energi terbarukan, UMY juga sangat memperhatikan resapan air di kawasan kampus. Tidak kurang dari 1.000 titik biopori telah ditanam di area parkir seluruh gedung. Program ini berjalan beriringan dengan komitmen untuk tetap mempertahankan vegetasi hijau dan pohon-pohon besar yang sudah ada, sehingga ekosistem di dalam kampus tetap terjaga keseimbangannya.
Membangun Harmoni Bangsa: DPD RI Ajak Jusuf Kalla Meriahkan Sidang Tahunan MPR 2026
Di sisi lain, audit energi dilakukan secara rutin di setiap unit kerja. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penggunaan energi yang tidak efisien sehingga langkah-langkah penghematan dapat segera diimplementasikan. Integrasi teknologi dalam pemantauan energi ini menjadi salah satu poin kuat yang membawa UMY melesat dalam pemeringkatan pendidikan tinggi hijau.
Inovasi Pengelolaan Limbah: Menuju Zero Waste
Salah satu terobosan paling radikal yang dilakukan UMY adalah kemandirian dalam pengelolaan sampah. UMY kini memiliki fasilitas yang disebut sebagai “Rumah Sampah Mandiri”. Melalui fasilitas ini, kampus tidak lagi bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang seringkali mengalami kelebihan beban. Semua sampah, baik organik maupun anorganik, dikelola dan diolah di dalam lingkungan kampus sendiri.
Sampah organik diolah menjadi kompos berkualitas tinggi, sementara sampah anorganik diproses sedemikian rupa agar memiliki nilai guna kembali. Bahkan, UMY tengah mengembangkan proyek strategis di kawasan Ngrame, Kasihan, berupa lahan integrated farming. Di lokasi ini, sedang dirancang teknologi yang mampu mengubah sampah organik menjadi sumber energi listrik skala kecil yang bermanfaat bagi aktivitas mahasiswa, seperti pengisian daya perangkat digital.
Pengelolaan sumber daya air juga tak luput dari perhatian. UMY menerapkan sistem sirkulasi air yang cerdas, di mana air bekas wudhu dari masjid kampus tidak langsung dibuang ke selokan, melainkan dialirkan kembali untuk menyiram tanaman di seluruh area kampus. Selain itu, terdapat telaga buatan yang berfungsi sebagai penampung air hujan sekaligus sumber cadangan air untuk keperluan perawatan taman.
Fondasi Non-Fisik: Identitas ‘Islamic Green Campus’
Selain perubahan fisik, UMY juga memperkuat fondasi non-fisik melalui pembentukan Sustainability Center. Lembaga ini bertugas untuk menyelaraskan seluruh unit kerja di bawah satu standar keberlanjutan yang sama. Dari sisi akademik, prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) telah diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran dan riset-riset dosen.
“Kami ingin membangun identitas sebagai ‘Islamic Green Campus’. Ini adalah upaya menggabungkan nilai-nilai keislaman yang mengajarkan kita untuk menjadi khalifah yang menjaga bumi dengan prinsip-prinsip keberlanjutan modern,” tambah Dyah Mutiarin. Pendekatan naratif ini membuat program lingkungan di UMY terasa lebih personal dan menjadi bagian dari ibadah bagi seluruh sivitas akademika.
Tantangan Digitalisasi dan Ambisi Global di Azerbaijan
Meskipun telah meraih prestasi membanggakan di level nasional, UMY menyadari bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. UI GreenMetric 2026 mulai menekankan aspek tata kelola dan digitalisasi sebagai kriteria penilaian yang signifikan. UMY kini fokus menghubungkan seluruh data, sistem, dan aplikasi yang ada agar proses kerja universitas menjadi lebih efisien dan minim kertas (paperless).
Capaian nasional ini menjadi modal berharga bagi UMY untuk melangkah ke panggung dunia. Pengumuman UI GreenMetric World University Rankings 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23-25 September 2026 di Baku, Azerbaijan. Dengan segala inovasi dan persiapan matang yang telah dilakukan, UMY optimistis bahwa posisi mereka di kancah global akan semakin diperhitungkan.
Melalui perjalanan panjang ini, UMY membuktikan bahwa menjadi kampus yang berkualitas secara akademik dan unggul secara lingkungan adalah dua hal yang bisa berjalan beriringan. Langkah ini diharapkan mampu menginspirasi institusi lain untuk segera melakukan transformasi digital dan ekologis demi masa depan Indonesia yang lebih hijau.