Kabut Asap Karhutla Mengepung Pontianak: Lonjakan Kasus Pneumonia Capai 20 Persen

Akbar Silohon | WartaLog
29 Agu 2026, 05:17 WIB
Kabut Asap Karhutla Mengepung Pontianak: Lonjakan Kasus Pneumonia Capai 20 Persen

WartaLog — Langit di atas Kota Pontianak, Kalimantan Barat, belakangan ini tak lagi menampakkan warna birunya yang cerah. Kelambu abu-abu yang pekat akibat kabut asap sisa pembakaran lahan mulai menyelimuti sudut-sudut kota, membawa aroma sangit yang menyesakkan dada. Namun, ancaman sesungguhnya bukan sekadar pemandangan yang terganggu, melainkan krisis kesehatan yang kini mulai nyata menghantam bangsal-bangsal rumah sakit.

Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak melaporkan fenomena yang mengkhawatirkan. Terjadi peningkatan signifikan pada kasus pneumonia, sebuah infeksi paru-paru serius yang kini menyerang warga di tengah memburuknya kualitas udara. Tak tanggung-tanggung, angka kunjungan pasien dengan diagnosis ini melonjak hingga 20 persen, baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun di ruang rawat inap.

Read Also

Terobosan Kesejahteraan Driver Online: WartaLog Mengulas Simulasi Perubahan Status Pekerja dan Pemangkasan Potongan Aplikator

Terobosan Kesejahteraan Driver Online: WartaLog Mengulas Simulasi Perubahan Status Pekerja dan Pemangkasan Potongan Aplikator

Alarm Bahaya dari Rumah Sakit Bhayangkara

Peningkatan jumlah pasien ini menjadi sinyal merah bagi otoritas kesehatan setempat. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kombes Pol drg. Josep Ginting, mengonfirmasi bahwa lonjakan ini linear dengan semakin pekatnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai titik di Kalimantan Barat. Kondisi ini memaksa pihak rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan dan kapasitas pelayanan.

“Kami melihat adanya tren kenaikan yang cukup tajam. Oleh karena itu, rumah sakit segera melakukan langkah antisipasi. Kami telah menyiapkan tenaga kesehatan tambahan, memastikan ketersediaan alat medis, ruang perawatan yang memadai, serta memperkuat sistem koordinasi dengan rumah sakit lain di wilayah ini,” ujar Josep dalam keterangannya baru-baru ini. Langkah ini diambil agar setiap pasien yang datang dengan gangguan pernapasan akut dapat segera tertangani tanpa harus mengantre lama di tengah kondisi kritis.

Read Also

Guncangan di Jalur Sesar: Mandailing Natal Diguncang Gempa Darat Magnitudo 3,7

Guncangan di Jalur Sesar: Mandailing Natal Diguncang Gempa Darat Magnitudo 3,7

Bagaimana Asap Mengubah ISPA Menjadi Pneumonia?

Masyarakat mungkin sudah terbiasa dengan istilah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), namun pneumonia adalah ancaman yang jauh lebih mematikan. Dokter spesialis paru di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, dr. Andreas, menjelaskan bahwa paparan kabut asap secara terus-menerus dapat merusak mekanisme pertahanan alami saluran pernapasan kita.

Partikel mikroskopis dari asap karhutla masuk ke dalam paru-paru, memicu peradangan hebat yang pada titik tertentu berkembang menjadi pneumonia. Secara medis, pneumonia adalah kondisi di mana jaringan paru-paru mengalami infeksi yang menyebabkan kantung udara (alveoli) meradang dan terisi oleh cairan atau nanah. Kondisi ini secara otomatis mengganggu proses pertukaran oksigen, sehingga penderita akan merasa sesak napas yang luar biasa.

Read Also

Trump Unjuk Kekuatan: Serangan Udara AS Guncang Iran, Skor Militansi ’20 Banding 1′ Jadi Sorotan Dunia

Trump Unjuk Kekuatan: Serangan Udara AS Guncang Iran, Skor Militansi ’20 Banding 1′ Jadi Sorotan Dunia

“Gejala awalnya mungkin tampak sepele, seperti batuk dan bersin. Namun, bagi mereka yang memiliki riwayat alergi atau asma, gejalanya bisa muncul jauh lebih cepat dan lebih berat. Jika tubuh tidak lagi mampu mentoleransi polutan yang masuk, maka sesak napas akut adalah konsekuensi yang tak terelakkan,” jelas dr. Andreas dengan nada serius.

Kelompok Rentan: Anak-Anak dan Lansia di Garis Depan

Dalam krisis kualitas udara seperti sekarang, tidak semua orang memiliki daya tahan yang sama. Kelompok lanjut usia (lansia) dan anak-anak menjadi pihak yang paling sering dilarikan ke rumah sakit. Sistem imun yang mulai menurun pada lansia serta saluran pernapasan anak-anak yang belum berkembang sempurna membuat mereka menjadi sasaran empuk partikel asap.

“Orang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia. Paparan asap ini menjadi pemicu utama yang memperparah kondisi kesehatan mereka yang mungkin sebelumnya sudah memiliki komorbid atau penyakit penyerta,” tambah dr. Andreas. Hal serupa juga terlihat pada bayi dan balita, di mana napas mereka menjadi pendek dan cepat saat udara di sekitar mulai tercemar berat.

Peta Hotspot: Wilayah Merah di Kalimantan Barat

Pontianak hanyalah satu dari sekian titik yang terdampak. Berdasarkan pantauan satelit, jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat tersebar merata di beberapa kabupaten kunci. Wilayah-wilayah yang saat ini masuk dalam zona waspada tinggi antara lain:

  • Kabupaten Ketapang
  • Kota Pontianak
  • Kabupaten Kubu Raya
  • Mempawah
  • Sintang
  • Kapuas Hulu

Di daerah-daerah tersebut, jarak pandang seringkali merosot tajam pada pagi dan malam hari, saat asap cenderung turun ke permukaan bumi. Warga di wilayah ini diminta untuk ekstra waspada karena konsentrasi partikulat di udara seringkali berada di atas ambang batas normal atau masuk dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Langkah Preventif di Tengah Kepungan Asap

Menghadapi situasi yang tak menentu ini, para ahli kesehatan sepakat bahwa pencegahan adalah kunci utama. Masyarakat diimbau keras untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kabut asap terlihat pekat dan tercium menyengat. Jika memang harus keluar rumah, penggunaan masker medis atau masker N95 sangat disarankan untuk menyaring partikel debu halus hasil pembakaran.

Selain masker, menjaga kebersihan diri dan meningkatkan asupan cairan sangatlah penting. Mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup dapat membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan dan membantu tubuh mengeluarkan racun melalui proses alami. Bagi ibu hamil dan warga dengan kondisi kesehatan kronis, tetap berada di dalam ruangan dengan ventilasi yang tersaring atau menggunakan alat pemurni udara (air purifier) menjadi solusi yang sangat dianjurkan.

Harapan pada Penanganan Karhutla secara Sistemik

Meskipun pihak medis berjuang di lini belakang untuk mengobati korban, solusi jangka panjang tetap berada pada penanganan karhutla di lini depan. Pemerintah pusat melalui berbagai instansi terkait telah menyatakan keseriusannya dalam memadamkan api, meskipun medan yang dihadapi—seperti lahan gambut yang dalam—bukanlah perkara mudah. Sinergi antara relawan, petugas pemadam, dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi faktor penentu agar krisis kesehatan ini tidak berulang setiap tahunnya.

Kisah-kisah heroik relawan yang bertaruh nyawa memadamkan api di pinggiran pemukiman warga menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran hutan sangatlah luas. Tak hanya merusak ekosistem, karhutla secara nyata telah merenggut hak warga untuk menghirup udara bersih dan mengancam nyawa melalui penyakit pernapasan yang mematikan.

Hingga berita ini diturunkan, RS Bhayangkara Anton Soedjarwo terus bersiaga penuh. Pihak rumah sakit berharap intensitas hujan segera meningkat untuk membantu memadamkan titik api dan membersihkan udara, sehingga angka penderita pneumonia di Pontianak dan sekitarnya bisa segera melandai.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *