Menyingkap Tabir Misteri Kematian Sutrimo: Isu Tak Wajar di Balik Sosok Karumga Mantan Jampidsus Kejagung

Akbar Silohon | WartaLog
10 Agu 2026, 07:18 WIB
Menyingkap Tabir Misteri Kematian Sutrimo: Isu Tak Wajar di Balik Sosok Karumga Mantan Jampidsus Kejagung

WartaLog — Tabir gelap yang menyelimuti kasus kematian Sutrimo, pria yang menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) bagi mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kini mulai tersingkap perlahan. Setelah sempat terdiam dalam duka yang mendalam, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk memecah kesunyian. Langkah hukum pun diambil demi mencari jawaban atas teka-teki yang hingga kini masih mengganjal di benak sanak saudara almarhum.

Kematian yang terjadi secara mendadak seringkali meninggalkan luka, namun jika dibarengi dengan berbagai kejanggalan, luka tersebut berubah menjadi tuntutan akan keadilan. Keluarga Sutrimo secara resmi telah melayangkan laporan kepada pihak kepolisian melalui Polresta Banyumas. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan; keluarga merasa perlu mendapatkan kepastian hukum di tengah badai informasi yang simpang siur mengenai penyebab wafatnya Sutrimo.

Read Also

Kontroversi Konten Vape Libatkan Anak: YouTuber Bigmo Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam Usai Dicecar 40 Pertanyaan oleh Penyidik

Kontroversi Konten Vape Libatkan Anak: YouTuber Bigmo Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam Usai Dicecar 40 Pertanyaan oleh Penyidik

Dorongan Keluarga Demi Kepastian Hukum

Aan Rohaeni, selaku kuasa hukum keluarga Sutrimo, menegaskan bahwa inti dari pelaporan ini adalah keinginan keluarga untuk mengetahui fakta yang sebenarnya. Di tengah berbagai narasi yang berkembang di masyarakat, keluarga hanya ingin memastikan apakah kepergian Sutrimo merupakan peristiwa alami atau ada indikasi kematian tidak wajar yang selama ini luput dari pengamatan awal.

“Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja,” ungkap Aan Rohaeni saat memberikan keterangan kepada awak media. Menurutnya, ketidakpastian ini telah menciptakan beban psikologis tersendiri bagi keluarga besar di Desa Wlahar, Kabupaten Banyumas. Lingkungan masyarakat setempat pun turut terusik dengan berbagai desas-desus yang tidak berdasar, sehingga langkah hukum dianggap sebagai jalan keluar paling bijak untuk meredam spekulasi yang ada.

Read Also

Ketegangan di Balik Layar: Donald Trump Meradang Atas Pernyataan Publik Netanyahu Terkait Nuklir Iran

Ketegangan di Balik Layar: Donald Trump Meradang Atas Pernyataan Publik Netanyahu Terkait Nuklir Iran

Kronologi Penemuan Jasad di Depan Klinik

Menilik kembali ke belakang, peristiwa tragis ini bermula pada Kamis, 23 Juli lalu. Sutrimo ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di depan Klinik Mordent, sebuah kawasan di Jakarta Selatan yang mendadak berubah mencekam. Penemuan jasad tersebut memicu reaksi cepat dari pihak kepolisian, khususnya penyidik dari Polda Metro Jaya yang segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim investigasi, kondisi jenazah saat ditemukan cukup memprihatinkan, dengan laporan adanya busa yang keluar dari mulut korban. Detail ini menjadi salah satu poin krusial yang memicu kecurigaan adanya zat asing atau kondisi medis ekstrem yang dialami korban sebelum mengembuskan napas terakhir. Pihak kepolisian sejauh ini telah mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, hingga melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi kunci seperti pengemudi ambulans dan petugas rumah sakit.

Read Also

Kilas Balik Tragedi Armero: Saat Amukan Lahar Dingin Nevado del Ruiz Menelan 25 Ribu Nyawa dalam Semalam

Kilas Balik Tragedi Armero: Saat Amukan Lahar Dingin Nevado del Ruiz Menelan 25 Ribu Nyawa dalam Semalam

Rencana Ekshumasi: Mencari Kebenaran dari Balik Liang Lahat

Guna mendalami penyebab pasti kematian, pihak kepolisian berencana melakukan prosedur ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas permintaan keluarga yang merasa ada yang tidak beres dengan kematian almarhum. Ekshumasi atau proses penggalian kembali makam ini diharapkan dapat memberikan bukti forensik yang lebih akurat melalui proses otopsi menyeluruh.

“Memang kemarin kami mendapatkan informasi ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar,” ujar Budi Hermanto. Ia menambahkan bahwa proses ekshumasi akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat demi kepentingan penyidikan. Melalui prosedur ini, ahli forensik akan mencari tahu apakah ada tanda-tanda kekerasan, sisa zat beracun, atau penyebab biologis lainnya yang menjadi pemicu utama kematian korban.

Pemanggilan Tim Medis dan Dokter RS Muhammadiyah

Selain fokus pada pemeriksaan fisik jenazah, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tenaga medis. Dokter dari RS Muhammadiyah Taman Puring, yang menjadi pihak pertama yang menangani jasad Sutrimo saat tiba di rumah sakit, dijadwalkan untuk memberikan keterangan pada pekan depan. Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya pihak dokter sempat absen dari agenda pemeriksaan.

Penyidik ingin mendalami secara detail kondisi klinis Sutrimo saat pertama kali diterima di fasilitas medis tersebut. Fokus utama pemeriksaan ini adalah untuk memverifikasi kebenaran informasi mengenai kondisi mulut berbusa serta foto dan video yang sempat viral di media sosial. Berita kriminal ini menjadi perhatian publik mengingat latar belakang pekerjaan almarhum yang berhubungan erat dengan pejabat tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung.

Benang Merah dengan Kejaksaan Agung

Salah satu poin yang cukup menyita perhatian publik adalah keterlibatan sosok bernama Febrio Adiono dalam peristiwa ini. Febrio dikabarkan menjadi salah satu pihak yang mengantarkan jasad Sutrimo ke rumah sakit. Identitas Febrio pun sempat menjadi tanda tanya sebelum akhirnya diklarifikasi oleh pihak Kejaksaan Agung.

Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, membenarkan bahwa Febrio Adiono adalah pegawai di lingkungan Korps Adhyaksa, namun ia bukan berstatus sebagai Jaksa melainkan staf administrasi. Berikut adalah beberapa poin terkait identitas Febrio:

  • Febrio merupakan staf administrasi di Kejaksaan Agung.
  • Ia pernah bertugas sebagai ajudan dari mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.
  • Setelah Febrie Adriansyah tidak lagi menjabat dan terseret dalam isu hukum lainnya, Febrio kembali bertugas sebagai staf biasa.
  • Pihak kepolisian akan mendalami sejauh mana peran Febrio dalam peristiwa kematian Sutrimo tersebut.

Hubungan kerja yang erat antara almarhum Sutrimo dan Febrio Adiono di bawah naungan mantan pejabat penting Kejaksaan Agung menambah kompleksitas kasus ini. Publik pun berspekulasi apakah kematian Sutrimo berkaitan dengan kasus-kasus besar yang pernah ditangani oleh mantan atasannya, ataukah murni merupakan musibah medis yang kebetulan terjadi di waktu yang sensitif.

Menanti Titik Terang bagi Desa Wlahar

Bagi warga Desa Wlahar di Banyumas, Sutrimo bukan sekadar Karumga pejabat, melainkan bagian dari komunitas mereka yang kini telah tiada. Kepastian dari hasil Polda Metro Jaya sangat dinantikan agar nama baik almarhum tetap terjaga dan keluarga mendapatkan ketenangan yang layak. Proses hukum yang transparan dan akuntabel menjadi kunci utama agar tidak ada lagi informasi liar yang menyesatkan masyarakat.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus bergulir. Setiap potongan teka-teki, mulai dari keterangan dokter, hasil ekshumasi, hingga identifikasi saksi-saksi di lapangan, akan dirangkai untuk membentuk gambaran utuh tentang apa yang sebenarnya terjadi pada hari nahas di depan Klinik Mordent tersebut. Keadilan bagi Sutrimo kini berada di tangan para penyidik dan ahli forensik yang tengah bekerja keras menembus kabut misteri ini.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *