Pasar PHEV Terjun Bebas Maret 2026, Intip Daftar Mobil yang Masih Bertahan di Puncak

Rendra Putra | WartaLog
14 Apr 2026, 10:18 WIB
Pasar PHEV Terjun Bebas Maret 2026, Intip Daftar Mobil yang Masih Bertahan di Puncak

WartaLog — Laju pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia nampaknya harus menghadapi kerikil tajam pada periode Maret 2026. Setelah sempat menunjukkan tren positif di awal tahun, penjualan mobil segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) justru dilaporkan anjlok drastis hingga menyentuh angka hampir 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Rapor Merah Penjualan PHEV di Tengah Tren Elektrifikasi

Berdasarkan data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer yang dihimpun oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), geliat pasar PHEV menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Mengawali tahun dengan 502 unit di Januari, angka tersebut sempat naik menjadi 663 unit pada Februari. Namun, memasuki Maret 2026, volume pengiriman merosot tajam ke angka 345 unit.

Read Also

Mengapa Program Konversi Motor Listrik di Indonesia Masih Sepi Peminat? Menelisik Berbagai Batu Sandungan di Lapangan

Mengapa Program Konversi Motor Listrik di Indonesia Masih Sepi Peminat? Menelisik Berbagai Batu Sandungan di Lapangan

Penurunan sebesar 47,96 persen ini menjadi sorotan para pelaku industri otomotif nasional. Pasalnya, koreksi ini terjadi hampir separuh dari total performa bulan sebelumnya, yang mengindikasikan adanya faktor eksternal kuat yang memengaruhi daya serap pasar maupun kelancaran distribusi unit.

Dominasi Brand China yang Tetap Tak Tergoyahkan

Meski secara keseluruhan pasar sedang lesu, pabrikan asal Negeri Tirai Bambu terpantau masih mendominasi peta persaingan mobil hybrid di Indonesia. Chery, misalnya, tetap mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar PHEV walaupun secara volume juga mengalami penyusutan. Sepanjang Maret, Chery berhasil mendistribusikan total 160 unit, turun dari angka Februari yang mencapai 457 unit.

Di balik angka tersebut, model Chery Tiggo 8 CSH menjadi kontributor utama dengan pengiriman 105 unit, diikuti oleh Tiggo 9 CSH sebanyak 55 unit. Menariknya, Geely mulai menunjukkan taringnya secara diam-diam. Lewat model Starray EM-i Max, Geely berhasil menyalip beberapa pemain lama dengan total distribusi sebanyak 62 unit, memposisikan diri sebagai salah satu penantang serius di segmen ini.

Read Also

Eksplorasi Chery E5 Facelift di Wuhu: Evolusi Radikal Sang ‘Robo Shark’ Menuju Pasar Indonesia

Eksplorasi Chery E5 Facelift di Wuhu: Evolusi Radikal Sang ‘Robo Shark’ Menuju Pasar Indonesia

Faktor Libur Lebaran Jadi Penyebab Utama

Menanggapi fenomena penurunan ini, Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi. Momentum Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada bulan Maret 2026 menjadi faktor penentu terbatasnya waktu operasional industri.

“Ada penurunan dibanding bulan Februari 2026 mengingat adanya masa libur Hari Raya Idul Fitri dan cuti bersama di bulan Maret. Hal ini berdampak pada terbatasnya hari kerja efektif untuk pengiriman unit ke dealer,” ungkap Jongkie dalam keterangannya. Kondisi ini diperkirakan akan kembali normal seiring dengan stabilnya aktivitas ekonomi pasca-hari raya.

Daftar Mobil PHEV Terlaris Maret 2026

Meskipun volume penjualan mobil sedang melandai, beberapa model tetap berhasil mencatatkan angka distribusi yang signifikan. Berikut adalah daftar 9 besar mobil PHEV yang paling banyak dikirim ke dealer sepanjang Maret 2026:

Read Also

Tragedi Perlintasan Bekasi: Terkuak Minimnya Pelatihan Sopir Taksi Hijau yang Baru Bekerja Tiga Hari

Tragedi Perlintasan Bekasi: Terkuak Minimnya Pelatihan Sopir Taksi Hijau yang Baru Bekerja Tiga Hari
  • Chery Tiggo 8 CSH: 105 unit
  • Geely Starray EM-i: 62 unit
  • Chery Tiggo 9 CSH: 55 unit
  • Jaecoo J7 SHS: 53 unit
  • Wuling Darion PHEV: 38 unit
  • Jaecoo J8 SHS: 21 unit
  • Mazda CX-80 2.5 PHEV: 9 unit
  • BMW XM Label: 1 unit
  • Lexus RX 450h+ Luxury: 1 unit

Tren penurunan ini menjadi pengingat bahwa pasar kendaraan elektrifikasi masih sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar domestik. Namun, dengan semakin banyaknya model baru yang masuk, persaingan di masa mendatang diprediksi akan semakin kompetitif, terutama dengan kehadiran brand-brand yang menawarkan teknologi efisiensi bahan bakar yang lebih mutakhir.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *