Mencari Titisan Kejujuran Jenderal Hoegeng: Menakar Dedikasi Tiga Kandidat Polisi Terbaik di Hoegeng Awards 2026
WartaLog — Semangat kejujuran dan kesederhanaan Jenderal Hoegeng Iman Santoso kembali bergetar di sanubari Korps Bhayangkara. Menjelang malam puncak penganugerahan Hoegeng Awards 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 31 Juli mendatang, aroma persaingan sehat dan penuh inspirasi mulai terasa. Acara yang menjadi mercusuar bagi polisi teladan di seluruh pelosok negeri ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk merawat integritas institusi kepolisian di mata publik.
Malam penganugerahan yang prestisius tersebut akan dipusatkan di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, mulai pukul 19.00 WIB. Tak hanya sekadar pemberian trofi, perhelatan ini akan dimeriahkan oleh penampilan musisi kenamaan, Pongki Barata, yang diharapkan mampu membawa suasana reflektif sekaligus meriah. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Chairman of CT Corp Chairul Tanjung, beserta jajaran menteri dan pimpinan lembaga negara, menegaskan betapa krusialnya ajang ini dalam memetakan potret pelayanan masyarakat yang ideal.
Tensi Tinggi di Timur Tengah: JD Vance Pimpin Delegasi AS Temui Iran di Pakistan, Trump Beri Ultimatum Keras
Filosofi di Balik Kategori Polisi Berdedikasi
Tahun ini, sorotan tajam tertuju pada kategori “Polisi Berdedikasi”. Kategori ini dirancang khusus untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada personel kepolisian yang bekerja melampaui panggilan tugas formal mereka. Mereka adalah sosok-sosok yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial, ekonomi, hingga pelestarian lingkungan di wilayah tugas masing-masing.
Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, yang terdiri dari tokoh-tokoh berintegritas seperti Alissa Qotrunnada Wahid (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian), Putu Elvina (Wakil Ketua Komnas HAM), Dr. Mas Achmad Santosa (Mantan Plt Pimpinan KPK), Gufron Mabruri (Anggota Kompolnas), dan Dr. Habiburokhman (Ketua Komisi III DPR), telah menyaring ratusan nama hingga menyisakan tiga kandidat terkuat. Ketiganya memiliki corak pengabdian yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi: mengabdi dengan hati.
Gaya Ikonik Jokowi Berbalut Atribut PSI Saat Mulai Safari Politik ke Lampung: Simbol Dukungan dan Transformasi Partai
1. Aiptu Dafit Rico Dermawan: Sang Penjaga Rimba Beton dari Padang
Nama Aiptu Dafit Rico Dermawan, atau yang lebih akrab disapa David Wewe, sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Sumatera Barat. Sebagai Ketua Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang, ia adalah ujung tombak dalam memerangi kriminalitas jalanan. Dengan pengalaman lebih dari 24 tahun di dunia reserse, David Wewe telah membangun reputasi sebagai polisi yang tidak hanya bernyali besar, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Inovasi terbesarnya terletak pada transparansi kerja. Melalui unggahan aksi-aksi penangkapan di media sosial, David mencoba meruntuhkan sekat antara polisi dan masyarakat. Ia ingin menunjukkan bahwa setiap laporan ditindaklanjuti dengan serius. “Masalah utama adalah melayani masyarakat terlebih dahulu. Saya selalu menerima apa pun laporan itu, baik curhat langsung di posko maupun melalui kanal digital. Pelayanan terbaik adalah dedikasi utama kami sebagai polisi,” tegas David dengan nada mantap.
Dedikasi Kemanusiaan Teruji: Sulawesi Selatan Sabet Penghargaan Nasional Penanggulangan Bencana dari Kemensos
Kesaksian akan integritasnya datang dari akademisi Universitas Andalas, Sari Lenggogeni. Ia menyebut David sebagai sosok yang responsif. Ketika ada isu pemalakan atau keresahan warga yang viral, Tim Klewang di bawah komando David langsung bergerak cepat sesuai SOP tanpa menunda-nunda. Dedikasi seperti inilah yang membuat sosoknya menjadi kandidat kuat dalam bursa Hoegeng Awards tahun ini.
2. Brigpol Kamaludin: Sang Penggerak Ekonomi dari Sumbawa Barat
Beralih ke Nusa Tenggara Barat, kita akan menemukan sosok Brigpol Kamaludin. Sebagai seorang Bhabinkamtibmas di Desa Sermong, Sumbawa Barat, Kamaludin memahami bahwa akar dari gangguan keamanan sering kali bermuara pada masalah perut dan pengangguran. Sejak tahun 2021, ia memulai sebuah misi sunyi namun berdampak besar: mengubah nasib para pengangguran menjadi wirausahawan mandiri.
Ia menginisiasi program bantuan bibit ternak (ayam dan bebek) serta bibit pertanian secara gratis. Kamaludin bukan sekadar memberi umpan, ia juga memberikan kail dengan pendampingan intensif. Tercatat lebih dari 200 warga telah merasakan manfaat nyata. Salah satunya adalah Bambang Akbar, yang dulunya mengaku sebagai “kaum rebahan” tanpa masa depan. Berkat bimbingan Kamaludin, Bambang kini mampu meraup penghasilan belasan juta rupiah per bulan dari sektor peternakan dan hortikultura.
“Peternak yang saya dukung mencapai 226 orang, sementara petani sayur, jagung, dan kunyit ada sekitar 120 orang. Perputaran ekonomi dari program ini berkisar antara Rp 30 hingga 40 juta per bulan,” ungkap Kamaludin. Inisiatif pemberdayaan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa seorang polisi bisa menjadi solusi bagi kemiskinan di wilayahnya.
3. Kombes Eko Budhi Purwono: Arsitek Green Policing di Bumi Lancang Kuning
Di level perwira menengah, muncul nama Kombes Pol Eko Budhi Purwono, Dirbinmas Polda Riau. Ia membawa paradigma baru dalam dunia kepolisian melalui konsep “Green Policing”. Program ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kerusakan hutan dan maraknya aktivitas ilegal di kawasan suaka margasatwa Riau. Kombes Eko menyadari bahwa penegakan hukum saja tidak cukup; pola pikir masyarakat harus diubah.
Melalui Green Policing, ia mengedukasi warga agar tidak lagi bergantung pada penebangan hutan liar. Salah satu langkah konkretnya adalah memberikan pelatihan keterampilan, seperti pelatihan satuan pengaman (Satpam) bagi pemuda di desa-desa terpencil yang selama ini terisolasi dari akses listrik dan internet. Dengan memiliki keahlian baru, para pemuda ini bisa mendapatkan pekerjaan layak tanpa harus merusak alam.
“Niat kami adalah menghijaukan kembali bumi, namun melalui kebersamaan dengan masyarakat. Mereka harus menjadi agen perubahan bagi diri mereka sendiri,” ujar Kombes Eko. Hingga saat ini, puluhan pemuda telah terserap ke dunia kerja profesional dan mereka dinobatkan sebagai Duta Green Policing yang bertugas menjaga paru-paru dunia di tanah Riau. Inovasi di bidang lingkungan hidup ini memberikan dimensi baru bagi peran Polri di masa depan.
Menanti Malam Penentuan: Siapa yang Akan Membawa Pulang Trofi?
Ketiga kandidat ini mewakili wajah Polri yang humanis, solutif, dan berwawasan masa depan. Siapa pun yang terpilih nantinya, mereka telah membuktikan bahwa dedikasi tidak dibatasi oleh pangkat atau wilayah tugas. Dewan Pakar memiliki tugas berat untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik, namun bagi masyarakat, kehadiran ketiga sosok ini sudah merupakan sebuah kemenangan tersendiri.
Melalui ajang Hoegeng Awards 2026, kita diingatkan kembali bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, masih banyak ksatria Bhayangkara yang bekerja dalam senyap demi kemajuan bangsa. Mari kita nantikan bersama, siapakah yang akan berdiri di podium The Tribrata Darmawangsa dan menyandang gelar sebagai Polisi Berdedikasi tahun ini? Tetaplah bersama WartaLog untuk pembaruan berita penghargaan Polri selanjutnya.