Strategi Bamsoet Jadikan Komunitas VW Kodok Sebagai Motor Ekonomi Kreatif: Sinergi Otomotif dan UMKM di Sarinah

Rendra Putra | WartaLog
12 Jul 2026, 23:18 WIB
Strategi Bamsoet Jadikan Komunitas VW Kodok Sebagai Motor Ekonomi Kreatif: Sinergi Otomotif dan UMKM di Sarinah

WartaLog — Deru mesin berpendingin udara yang khas menyelimuti kawasan legendaris Sarinah Thamrin pada akhir pekan yang cerah ini. Ratusan unit mobil klasik yang dikenal dengan sapaan akrab "VW Kodok" berjajar rapi, memamerkan lekuk tubuhnya yang ikonik di hadapan para pengunjung. Pemandangan ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah manifestasi dari kekuatan komunitas yang mampu menggerakkan roda ekonomi nasional.

Hadir di tengah-tengah kerumunan pecinta otomotif, Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, memberikan apresiasi setinggi langit terhadap penyelenggaraan acara bertajuk VBC Pagi-Pagi Party. Acara yang diinisiasi oleh Volkswagen Beetle Club (VBC) bekerja sama dengan Sarinah ini menjadi bukti nyata bagaimana hobi dapat ditransformasikan menjadi kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

Read Also

Terobosan Baru Renault Kwid: Mobil Bergaya SUV Seharga Motor Gede, Cuma Rp 80 Jutaan!

Terobosan Baru Renault Kwid: Mobil Bergaya SUV Seharga Motor Gede, Cuma Rp 80 Jutaan!

Sinergi Komunitas dan Kebangkitan Ekonomi Kreatif

Sebagai sosok yang menjabat sebagai Anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bamsoet melihat potensi besar di balik kumpul-kumpul komunitas ini. Menurutnya, komunitas otomotif saat ini tidak boleh lagi dipandang sebelah mata hanya sebagai kelompok hobi semata. Mereka adalah salah satu pilar penting dalam ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

"VBC Pagi-Pagi Party menunjukkan bahwa komunitas otomotif mampu menghadirkan kegiatan yang positif, edukatif, dan memberi manfaat ekonomi nyata. Para pecinta Volkswagen berhasil memadukan kecintaan terhadap kendaraan klasik dengan promosi UMKM, kreativitas fotografi, hingga ruang interaksi sosial yang memperkuat struktur ekonomi kita," ujar Bamsoet dalam keterangannya yang diterima WartaLog.

Read Also

Mempercepat Pemulihan Aceh Tamiang: Toyota Indonesia Serahkan 3 Unit Ambulans Kijang Innova untuk RSUD Muda Sedia

Mempercepat Pemulihan Aceh Tamiang: Toyota Indonesia Serahkan 3 Unit Ambulans Kijang Innova untuk RSUD Muda Sedia

Bamsoet menekankan bahwa setiap kegiatan otomotif skala besar selalu membawa dampak berantai atau multiplier effect. Mulai dari sektor perdagangan suku cadang, jasa restorasi, hingga industri kuliner dan perhotelan ikut merasakan dampak positifnya. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas yang memiliki daya tahan kuat terhadap guncangan ekonomi global.

Menghidupkan Sejarah Melalui Restorasi dan Inovasi

Volkswagen Beetle atau VW Kodok memiliki tempat spesial dalam sejarah perkembangan transportasi di dunia, termasuk di Indonesia. Kehadiran mobil-mobil ini di jalanan Jakarta seolah membawa kita kembali ke masa lalu, namun dengan semangat modernitas. Bamsoet menjelaskan bahwa merawat mobil klasik sejatinya adalah bagian dari merawat sejarah industri otomotif dunia.

Read Also

Membedah Kecanggihan Teknologi i-DM pada Jetour T1: Revolusi Hybrid yang Siap Menaklukkan Medan Indonesia

Membedah Kecanggihan Teknologi i-DM pada Jetour T1: Revolusi Hybrid yang Siap Menaklukkan Medan Indonesia

"Setiap kendaraan memiliki cerita, teknologi unik pada zamannya, dan nilai budaya yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya. Komunitas memiliki peran vital sebagai penjaga gawang agar warisan sejarah ini tetap hidup dan tetap bisa dinikmati di jalanan, bukan hanya berakhir di dalam gudang berdebu," tuturnya dengan penuh semangat.

Industri mobil klasik sendiri merupakan ceruk pasar yang sangat menjanjikan. Di luar negeri, festival kendaraan klasik telah berkembang menjadi industri wisata otomotif yang mendatangkan ribuan turis dan perputaran uang yang masif. Indonesia, dengan populasi penggemar VW yang besar, memiliki peluang emas untuk mengembangkan konsep serupa secara lebih berkelanjutan dan profesional.

Sarinah: Ruang Publik untuk Kolaborasi Komunitas

Pemilihan Sarinah sebagai lokasi acara pun mendapatkan sorotan positif dari Bamsoet. Sebagai pusat perbelanjaan pertama di Indonesia yang kini bertransformasi menjadi wadah produk lokal, Sarinah merupakan mitra strategis bagi komunitas. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ruang publik harus berfungsi secara inklusif untuk mendukung aktivitas komunitas dan promosi produk dalam negeri.

Melalui kehadiran berbagai booth UMKM di sekitar area karnaval, para pelaku usaha kecil mendapatkan panggung untuk memamerkan produk mereka kepada para kolektor dan pengunjung. Hal ini membuktikan bahwa hobi otomotif bisa berjalan beriringan dengan misi pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

Bamsoet yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini meyakini bahwa semangat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta seperti Sarinah, dan komunitas seperti VBC harus terus diperkuat. "Model kerja sama seperti inilah yang kita butuhkan. Komunitas menjadi motornya, dan ruang publik menjadi sirkuit bagi perputaran ekonomi yang sehat," tambahnya.

Edukasi dan Kreativitas Melalui Kontes

Tidak hanya sekadar pamer mobil, VBC Pagi-Pagi Party juga menyajikan beragam aktivitas edukatif seperti Beetle Fun Contest dan Photography Contest. Kegiatan ini merangsang kreativitas para generasi muda untuk melihat otomotif dari sudut pandang seni dan teknik. Bagi Bamsoet, edukasi mengenai detail teknis dan sejarah kendaraan klasik sangat penting agar pemahaman masyarakat terhadap dunia otomotif semakin mendalam.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula tokoh-tokoh penting otomotif nasional seperti Ketua Umum Komunitas Volkswagen Indonesia, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Ketua Umum VBC John Da Silva, serta Ketua Harian VBC Abi Subaya. Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan soliditas komunitas VW di Indonesia dalam mendukung program-program pemberdayaan yang dicanangkan oleh IMI.

Masa Depan Industri Wisata Otomotif Indonesia

Menutup pernyataannya, Bamsoet mengajak seluruh elemen komunitas otomotif di tanah air untuk mulai memikirkan konsep wisata otomotif yang lebih terintegrasi. Ia membayangkan Indonesia bisa memiliki museum otomotif yang hidup, festival budaya otomotif tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata nasional, hingga pasar kendaraan koleksi yang diakui secara internasional.

"Kita punya semua modalnya. Kita punya sejarah, kita punya kolektor-kolektor hebat, dan yang paling penting, kita punya militansi komunitas yang luar biasa. Jika semua ini dikelola dengan manajemen yang profesional, maka sektor otomotif akan menjadi kontributor yang sangat signifikan bagi devisa negara melalui jalur pariwisata dan industri kreatif," pungkas Bamsoet.

Kegiatan seperti karnaval VW Kodok ini hanyalah awal dari langkah besar untuk menjadikan hobi sebagai kekuatan ekonomi. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan industri otomotif Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk asing, tetapi juga menjadi pemain utama dalam pelestarian dan pengembangan budaya otomotif dunia yang berbasis pada kreativitas lokal.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *