Persempit Ruang Gerak Kriminalitas, Polsek Cengkareng Ringkus Dua Pria Pembawa Narkoba dalam Razia Dini Hari

Akbar Silohon | WartaLog
10 Jul 2026, 07:17 WIB
Persempit Ruang Gerak Kriminalitas, Polsek Cengkareng Ringkus Dua Pria Pembawa Narkoba dalam Razia Dini Hari

WartaLog — Suasana dingin yang menyelimuti kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat dini hari tidak menyurutkan langkah aparat kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan. Dalam upaya menjaga ketenangan warga dari ancaman tindak pidana, jajaran Polsek Cengkareng menggelar operasi cipta kondisi yang menyasar titik-titik rawan kriminalitas. Hasilnya, dua orang pria berhasil diamankan petugas setelah kedapatan membawa barang terlarang jenis narkotika di tengah pelaksanaan razia tersebut.

Operasi yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) ini dimulai sejak pukul 02.00 hingga 05.00 WIB. Rentang waktu tersebut dipilih karena dianggap sebagai jam rawan terjadinya berbagai tindak kriminalitas jalanan, mulai dari pencurian dengan kekerasan hingga aksi tawuran antar kelompok remaja yang kerap meresahkan masyarakat. Dengan kekuatan penuh, tim yang dipimpin oleh Panit Ops Intelkam Polsek Cengkareng, Ipda Nova Anton Hermawan, bergerak menyusuri lorong-lorong dan jalan protokol di wilayah hukum Polsek Cengkareng.

Read Also

Skandal Kelam di Pati: LPSK Turun Tangan Berikan Perlindungan Berlapis bagi 50 Santriwati Korban Predator Seksual

Skandal Kelam di Pati: LPSK Turun Tangan Berikan Perlindungan Berlapis bagi 50 Santriwati Korban Predator Seksual

Penyisiran Titik Rawan dan Penegakan Kamtibmas

Sebanyak 16 personel kepolisian dikerahkan dalam razia stasioner kali ini. Fokus utama petugas adalah melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor, barang bawaan, serta identitas orang-orang yang masih beraktivitas di luar rumah pada jam-jam kecil. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi preventif untuk menekan angka kriminalitas di Jakarta Barat, yang belakangan ini menjadi sorotan akibat maraknya aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Ipda Nova Anton Hermawan menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara humanis namun tetap tegas. Petugas tidak hanya melihat kelengkapan surat kendaraan, tetapi juga melakukan penggeledahan badan jika ditemukan gerak-gerik yang mencurigakan. Hal ini dilakukan demi memastikan tidak ada senjata tajam, narkoba, atau barang berbahaya lainnya yang beredar bebas di jalanan.

Read Also

Strategi Modern Masjid Istiqlal: Distribusi Daging Kurban Tanpa Antrean Demi Menjaga Martabat Penerima

Strategi Modern Masjid Istiqlal: Distribusi Daging Kurban Tanpa Antrean Demi Menjaga Martabat Penerima

Dua Pria Terjaring Membawa Barang Haram

Saat penyisiran berlangsung di salah satu titik di kawasan Cengkareng, petugas menghentikan dua orang pria yang berinisial ABR dan A. Kecurigaan petugas berbuah hasil saat dilakukan penggeledahan intensif terhadap keduanya. Dari tangan ABR, polisi menemukan paket narkotika sintetis atau yang akrab disebut “sinte”. Berdasarkan pengakuan sementara, barang haram tersebut dibeli dengan harga Rp 50 ribu untuk konsumsi pribadi.

Tak berhenti di situ, petugas juga memeriksa pria berinisial A. Meskipun tidak ditemukan narkoba dalam jumlah besar, polisi mendapati sebuah plastik klip kecil bekas pakai. Plastik tersebut diduga kuat merupakan wadah atau kemasan dari narkotika jenis sabu. Temuan ini menjadi bukti kuat bahwa penyalahgunaan narkotika masih menjadi tantangan besar di wilayah tersebut.

Read Also

Badai di Tubuh Badan Gizi Nasional: Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana

Badai di Tubuh Badan Gizi Nasional: Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana

Kapolsek Cengkareng, AKP Rahis Fadhlillah, dalam keterangan resminya mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Benar, anggota kami di lapangan telah mengamankan dua orang pria berinisial ABR dan A. Keduanya kedapatan membawa barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba,” ujar AKP Rahis pada Jumat (10/7/2026). Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolsek Cengkareng guna menjalani pemeriksaan lebih mendalam dan proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Upaya Preventif Melawan Begal dan Tawuran

Selain menyasar peredaran gelap narkoba, razia ini memiliki misi utama untuk menciptakan situasi keamanan masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. AKP Rahis Fadhlillah menekankan bahwa kehadiran polisi di lapangan pada jam-jam rawan bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi warga yang harus bekerja di malam hari atau mereka yang sedang beristirahat.

“Razia ini difokuskan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk curanmor, begal, hingga aksi tawuran yang seringkali pecah saat pengawasan melonggar. Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal wilayah Cengkareng aman dari ancaman pelaku kejahatan,” tambah AKP Rahis. Beliau juga menjelaskan bahwa pola razia akan terus dievaluasi dan dilaksanakan secara rutin di lokasi-lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Edukasi dan Partisipasi Masyarakat

Polsek Cengkareng menyadari bahwa upaya pemberantasan kriminalitas tidak bisa dilakukan oleh pihak kepolisian sendirian. Oleh karena itu, di sela-sela kegiatan razia, petugas juga menyempatkan diri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar. Warga diimbau untuk selalu waspada, mengunci kendaraan dengan ganda, dan menghindari rute-rute sepi saat berkendara di malam hari.

Polisi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaporkan jika melihat adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. Partisipasi aktif warga dalam memberikan informasi sangat krusial untuk mencegah terjadinya tindak pidana sebelum jatuh korban. Pencegahan kriminalitas berbasis komunitas menjadi salah satu pilar utama yang diusung oleh Polsek Cengkareng dalam menjaga wilayahnya tetap aman.

Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Terkait penangkapan ABR dan A, pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan. Narkotika sintetis dan sabu merupakan ancaman serius bagi generasi muda, sehingga penindakan tegas menjadi harga mati. Polisi akan terus mendalami asal-usul barang haram yang didapat oleh para tersangka untuk memutus rantai peredaran narkoba di wilayah Jakarta Barat.

Langkah preventif seperti razia stasioner ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi para pelaku kriminal dan pengedar narkoba. Dengan konsistensi yang ditunjukkan oleh jajaran kepolisian, diharapkan angka kejahatan jalanan dapat ditekan secara signifikan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya tanpa rasa was-was, baik di siang maupun malam hari.

Kegiatan yang berakhir menjelang subuh tersebut menandai komitmen tiada henti dari Polri dalam mengayomi masyarakat. Bagi warga Cengkareng, kehadiran petugas di jalanan bukan sekadar penegakan hukum, melainkan simbol bahwa negara hadir untuk menjamin keselamatan warganya di setiap waktu.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *