Skandal Atap Bocor BYD Fang Cheng Bao Ti7: Saat Kemewahan SUV Listrik Terusik Masalah Produksi

Rendra Putra | WartaLog
07 Jul 2026, 15:19 WIB
Skandal Atap Bocor BYD Fang Cheng Bao Ti7: Saat Kemewahan SUV Listrik Terusik Masalah Produksi

WartaLog — Industri otomotif global tengah dihebohkan oleh kabar kurang sedap yang menimpa salah satu raksasa kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD. Model SUV tangguh mereka yang berada di bawah sub-brand premium, Fang Cheng Bao (FCB) Ti7, dilaporkan mengalami masalah serius yang memicu gelombang protes dari para penggunanya. Bukan masalah perangkat lunak atau performa mesin, melainkan cacat fisik yang cukup fundamental: kebocoran pada atap kaca panoramik yang berdampak fatal pada komponen kelistrikan lainnya.

Awan Kelabu di Balik Kemewahan Fang Cheng Bao Ti7

Peluncuran Fang Cheng Bao Ti7 sejatinya disambut dengan antusiasme tinggi sebagai representasi mobil listrik yang menggabungkan kemampuan off-road dengan kenyamanan kelas atas. Namun, antusiasme tersebut perlahan memudar seiring munculnya laporan mengenai kualitas rakitan yang dipertanyakan. Sejumlah pemilik melaporkan bahwa panel kaca panoramik pada bagian atap mobil mereka tidak terpasang dengan sempurna.

Read Also

Langkah Strategis Mendagri Perpanjang Insentif Pajak Kendaraan Listrik: Angin Segar Bagi Ekosistem Hijau di Indonesia

Langkah Strategis Mendagri Perpanjang Insentif Pajak Kendaraan Listrik: Angin Segar Bagi Ekosistem Hijau di Indonesia

Masalah ini bukanlah insiden tunggal. Berdasarkan laporan dari berbagai sumber di Tiongkok, termasuk platform otomotif terkemuka 12365auto, terdapat anomali pada sudut kiri belakang atap kaca tersebut. Bagian sudut ini dilaporkan terangkat atau terlepas dari rangkanya, menciptakan celah yang memungkinkan air hujan masuk ke dalam kabin dan menimbulkan suara desis angin (wind noise) yang sangat mengganggu saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi.

Genangan Air di Port Pengisian Daya: Ancaman Keamanan?

Hal yang paling mengkhawatirkan dari kasus ini bukanlah sekadar interior yang basah, melainkan posisi kebocoran yang sangat berisiko. Laporan dari pengguna yang diunggah melalui platform SMZDM menunjukkan bahwa rembesan air dari atap tersebut mengalir secara konstan ke area port pengisian daya belakang. Foto-foto yang beredar memperlihatkan genangan air yang cukup signifikan tepat di area sensitif kelistrikan SUV BYD tersebut.

Read Also

Strategi Jitu TVS Motor: Menggoyang Dominasi Pabrikan Jepang dan China di Pasar Otomotif Indonesia

Strategi Jitu TVS Motor: Menggoyang Dominasi Pabrikan Jepang dan China di Pasar Otomotif Indonesia

Bagi sebuah kendaraan listrik, keberadaan air di sekitar komponen pengisian daya adalah alarm bahaya. Meski sistem pengisian daya modern dirancang dengan standar keamanan tinggi terhadap kelembapan, genangan air yang dibiarkan terus-menerus dapat memicu korosi jangka panjang atau bahkan gangguan pada sistem sensor keamanan pengisian daya. Para pemilik mengkhawatirkan adanya risiko jangka pendek maupun panjang terhadap integritas baterai dan sistem elektrikal mobil yang dibanderol dengan harga tidak murah ini.

Ratusan Komplain Menumpuk dalam Waktu Singkat

Skala masalah ini terbilang masif untuk sebuah model yang relatif baru. Platform pengaduan konsumen otomotif China, 12365auto, mencatat tidak kurang dari 300 aduan resmi terkait FCB Ti7 sejak peluncurannya. Sebagian besar keluhan tersebut secara spesifik menunjuk pada model Ti7 EV yang mengalami kebocoran atap. Ironisnya, beberapa pemilik melaporkan bahwa masalah ini sudah muncul hanya dalam waktu satu minggu setelah unit diterima dari dealer.

Read Also

Membongkar Kemewahan di Balik Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis: Mengintip Isi Garasi Para Tersangka BGN

Membongkar Kemewahan di Balik Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis: Mengintip Isi Garasi Para Tersangka BGN

Para pemilik mencoba melakukan tindakan mandiri dengan menekan kembali panel kaca yang longgar tersebut, namun upaya itu hanya bersifat sementara. Panel kaca akan kembali terangkat dengan sendirinya, menandakan adanya masalah pada sistem perekat atau struktur penahan kaca yang tidak mampu menahan tekanan udara saat berkendara. Akun analisis otomotif 3YC Ownership Report di WeChat berspekulasi bahwa ini adalah dampak dari proses produksi yang terburu-buru, di mana distribusi perekat yang tidak merata atau ketidakseimbangan gaya selama pemasangan otomatis menjadi penyebab utamanya.

Respons Kontroversial BYD dan Ketidakpuasan Konsumen

Menanggapi gelombang protes ini, BYD dan jaringan dealer Fang Cheng Bao mengklaim telah menindaklanjuti hampir 99,2 persen dari total keluhan yang masuk. Namun, penyelesaian yang ditawarkan justru memicu kontroversi baru. Seorang pemilik memberikan kesaksian bahwa pihak purnajual BYD menghubunginya dan menawarkan perbaikan gratis, namun dengan satu syarat yang dianggap tidak etis: pemilik harus menghapus unggahan pengaduannya di platform publik.

Upaya untuk meredam opini publik ini justru berbalik menjadi bumerang. Banyak konsumen merasa bahwa BYD lebih peduli pada citra merek daripada benar-benar memberikan kompensasi atau solusi permanen. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai penarikan kembali (recall) secara massal atau pemberian kompensasi atas kerugian nilai kendaraan yang dialami konsumen. BYD menyatakan bahwa masalah ini telah diteruskan ke departemen terkait dan staf mereka akan terus berkomunikasi dengan pelanggan yang terdampak.

Pelajaran Bagi Industri Mobil Listrik yang Bertumbuh Cepat

Kasus yang menimpa masalah produksi pada Fang Cheng Bao Ti7 ini menjadi pengingat bagi para produsen otomotif global. Di tengah persaingan ketat untuk mendominasi pasar mobil listrik, kontrol kualitas (quality control) tidak boleh dikorbankan demi mengejar angka pengiriman unit. Kecepatan produksi yang sangat tinggi seringkali menjadi pedang bermata dua jika tidak diimbangi dengan presisi manufaktur yang ketat.

BYD, sebagai salah satu pemimpin pasar mobil listrik dunia, kini berada di bawah pengawasan ketat. Bagaimana mereka menangani krisis kepercayaan ini akan menentukan langkah mereka selanjutnya di pasar internasional. Para calon pembeli kini lebih berhati-hati dan menuntut transparansi lebih besar terkait standar keamanan dan kualitas perakitan, terutama untuk segmen SUV mewah yang menjanjikan ketangguhan di segala medan.

Kesimpulan: Menanti Langkah Nyata BYD

Insiden atap bocor pada FCB Ti7 bukan sekadar masalah teknis kecil, melainkan ujian integritas bagi BYD dalam melayani segmen premium. Konsumen berharap adanya solusi teknis yang permanen, bukan sekadar tambal sulam perekat atau upaya pembungkaman suara di media sosial. Bagi Anda yang berencana meminang SUV listrik dalam waktu dekat, ada baiknya untuk melakukan riset mendalam dan memastikan unit yang diterima telah melewati inspeksi kualitas yang menyeluruh.

WartaLog akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap unit-unit yang diekspor ke luar Tiongkok. Keamanan dan kenyamanan konsumen harus tetap menjadi prioritas utama di atas ambisi penguasaan pasar otomotif global.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *