Dominasi Mutlak Argentina di Piala Dunia 2026: Sihir Messi di Dallas dan Drama Enam Gol Austria vs Aljazair

Sutrisno | WartaLog
28 Jun 2026, 11:20 WIB
Dominasi Mutlak Argentina di Piala Dunia 2026: Sihir Messi di Dallas dan Drama Enam Gol Austria vs Aljazair

**WartaLog** — Panggung megah Piala Dunia 2026 kembali menyajikan drama yang tak terlupakan bagi para pecinta sepak bola di seluruh dunia. Dalam laga pamungkas Grup J yang berlangsung di Dallas Stadium, sang juara bertahan Argentina kembali menunjukkan taji mereka dengan mengandaskan perlawanan gigih Yordania. Meski sempat menyimpan sang mega bintang di bangku cadangan pada awal laga, armada asuhan Lionel Scaloni tetap tampil dominan dan memastikan diri melaju ke babak 32 besar dengan status juara grup yang sempurna.

Pertandingan yang digelar pada Minggu (28/6/2026) waktu setempat ini sejatinya sudah tidak menentukan nasib kedua tim. Argentina telah lebih dulu mengamankan tiket fase gugur, sementara Yordania harus rela angkat koper lebih awal. Namun, gengsi di lapangan hijau tidak pernah mengenal kata ‘formalitas’. Sejak peluit pertama dibunyikan, Albiceleste langsung mengambil inisiatif serangan, mengepung pertahanan The Chivalrous dengan koordinasi operan pendek yang sangat presisi.

Read Also

Ambisi Inggris di Piala Dunia 2026: Dan Burn Ingatkan Rekan Setim Bahwa Norwegia Adalah Ujian Sesungguhnya

Ambisi Inggris di Piala Dunia 2026: Dan Burn Ingatkan Rekan Setim Bahwa Norwegia Adalah Ujian Sesungguhnya

Dominasi Babak Pertama: Lo Celso dan Penalti Lautaro

Tanpa kehadiran Lionel Messi di starting lineup, kendali serangan Argentina dipercayakan kepada Giovani Lo Celso dan Alexis Mac Allister. Baru tujuh menit laga berjalan, publik Dallas sempat bersorak saat Lo Celso berhasil menyarangkan bola ke gawang Yazeed Abulaila. Namun, selebrasi tersebut terhenti seketika setelah hakim garis mengangkat bendera pertanda offside. Keputusan yang cukup tipis, namun tetap membuat Argentina terus menekan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Berawal dari pelanggaran di luar kotak penalti, Lo Celso mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor tendangan bebas. Dengan teknik yang mumpuni, ia mengirimkan bola melengkung ke pojok kanan gawang yang membuat kiper Yordania hanya terpaku melihat bola masuk. Gol tersebut seolah menjadi pernyataan bahwa kedalaman skuad Argentina sangat mengerikan bagi lawan manapun di Piala Dunia 2026.

Read Also

Dinginnya Stamford Bridge: Alejandro Garnacho Tak Disalami Pemain Manchester United Usai Laga

Dinginnya Stamford Bridge: Alejandro Garnacho Tak Disalami Pemain Manchester United Usai Laga

Memasuki menit ke-31, ketegangan meningkat saat wasit memutuskan untuk meninjau Video Assistant Referee (VAR). Insiden bermula ketika bek Argentina, Marco Senesi, mencoba menyambut bola udara namun kepalanya terkena kaki Nizar Al Rashdan yang diangkat terlalu tinggi. Setelah melihat tayangan ulang, wasit menunjuk titik putih. Lautaro Martinez yang menjadi algojo dengan tenang mengecoh Abulaila, mengubah skor menjadi 2-0. Skor ini bertahan hingga turun minum, meski Argentina terus menciptakan peluang berbahaya lewat Julian Alvarez dan Valentin Paz.

Sihir Sang Maestro di Paruh Kedua

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Argentina sempat mencetak gol ketiga melalui sontekan Lo Celso memanfaatkan umpan tarik Lautaro Martinez. Sayangnya, untuk kedua kalinya, gol tersebut dianulir karena Lautaro sudah terjebak posisi offside sebelum memberikan asis. Hal ini memberikan nafas tambahan bagi Yordania untuk mencoba merespon.

Read Also

Misi Melampaui Legenda: Sebastian Soria dan Ambisi Pecahkan Rekor Roger Milla di Piala Dunia 2026

Misi Melampaui Legenda: Sebastian Soria dan Ambisi Pecahkan Rekor Roger Milla di Piala Dunia 2026

Kejutan terjadi pada menit ke-55. Melalui skema serangan balik cepat dari sisi kanan, Ehsan Haddad melepaskan umpan silang akurat yang gagal diantisipasi oleh lini belakang Argentina. Mousa Al-Tamari yang berdiri bebas tanpa pengawalan melepaskan tembakan keras yang merobek jala Emiliano Martinez. Gol ini sempat membangkitkan asa Yordania dan membuat para pendukung mereka di tribun Dallas Stadium bersorak kegirangan.

Melihat permainan anak asuhnya yang sedikit mengendur, Scaloni memutuskan untuk memasukkan sang kapten, Lionel Messi, pada menit ke-60. Masuknya Messi mengubah atmosfer pertandingan secara total. Sentuhan magisnya di lini tengah membuat alur serangan Argentina kembali hidup. Tak butuh waktu lama bagi “La Pulga” untuk mencatatkan namanya di papan skor. Lewat sebuah tendangan bebas khas yang menembus pagar betis, Messi mencetak gol ketiga sekaligus mengunci kemenangan 3-1 bagi timnya. Hasil ini memastikan Argentina meraih poin sempurna, sembilan, dari tiga pertandingan.

Drama Enam Gol di Kansas City: Austria dan Aljazair Saling Sikut

Di tempat lain, tensi yang jauh lebih tinggi terjadi di Kansas City Stadium dalam hasil pertandingan antara Austria dan Aljazair. Kedua tim bertarung habis-habisan demi satu tiket tersisa dari Grup J. Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling menghibur di fase grup sejauh ini, dengan total enam gol tercipta dalam drama kejar-kejaran skor yang berakhir imbang 3-3.

Austria unggul lebih dulu melalui bomber veteran mereka, Marko Arnautovic, pada menit ke-28. Namun, semangat juang “Rubah Gurun” Aljazair patut diacungi jempol. Sesaat sebelum babak pertama berakhir, Rafik Belghali berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Paruh kedua berjalan semakin gila. Austria kembali memimpin lewat gol Marcel Sabitzer di menit ke-55, namun hanya berselang lima menit, bintang Aljazair Riyad Mahrez kembali menyamakan skor.

Drama belum berakhir sampai di situ. Memasuki menit-menit krusial, Riyad Mahrez mencetak gol keduanya yang sempat membuat Aljazair di atas angin. Namun, keunggulan itu sirna seketika saat Sasa Kalajdzic mencetak gol penyeimbang di penghujung laga. Hasil imbang 3-3 ini sudah cukup bagi Austria untuk menduduki posisi runner-up dengan koleksi empat poin, unggul selisih gol atas Aljazair yang juga mengoleksi poin yang sama.

Peta Kekuatan 32 Besar: Siapa yang Melaju?

Dengan berakhirnya laga di Grup J, komposisi tim yang melaju ke babak 32 besar telah resmi ditentukan. Argentina berdiri kokoh di puncak klasemen dengan rekor kemenangan 100 persen. Penampilan mereka di fase grup menunjukkan bahwa status juara bertahan bukan sekadar beban, melainkan motivasi tambahan untuk kembali mengangkat trofi di tanah Amerika.

Austria, meskipun harus bersusah payah menahan imbang Aljazair, berhak lolos sebagai pendamping Argentina. Sementara itu, Aljazair tidak perlu berkecil hati. Berkat produktivitas gol yang tinggi dan perolehan empat poin, mereka dipastikan melaju ke fase gugur sebagai salah satu dari peringkat tiga terbaik. Perjalanan di klasemen piala dunia kali ini membuktikan bahwa persaingan antar benua semakin merata.

Kini, perhatian beralih ke babak sistem gugur di mana tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Argentina dengan kematangan skuadnya, Austria dengan disiplin Eropa mereka, dan Aljazair dengan semangat pantang menyerahnya, siap memberikan kejutan lebih lanjut di babak 32 besar mendatang. Publik sepak bola dunia tentu menantikan aksi-aksi selanjutnya dari para bintang lapangan hijau ini.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *