Dari Kaleng Bekas Menuju Simfoni Prestasi: Kisah Haru Siswa SDN Tegalega Sukabumi dan Hadiah Drumben dari Presiden Prabowo
WartaLog — Suara dentuman kaleng bekas dan plastik yang dipukul secara ritmis biasanya hanya dianggap sebagai kebisingan biasa. Namun, di tangan kreatif para siswa SDN Tegalega, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, suara-suara tersebut bertransformasi menjadi sebuah harmoni yang menggetarkan jagat maya. Keteguhan hati mereka untuk tetap bermusik di tengah keterbatasan sarana prasarana akhirnya sampai ke telinga orang nomor satu di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto secara khusus memberikan apresiasi nyata berupa seperangkat alat drumben profesional untuk mendukung bakat-bakat muda dari pelosok Sukabumi ini.
Kreativitas Tanpa Batas di Tengah Keterbatasan
Kisah inspiratif ini bermula ketika sebuah video amatir beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat puluhan siswa sekolah dasar berbaris rapi layaknya pasukan marching band profesional. Namun, alih-alih memegang snare drum atau simbal mengkilap, mereka justru memanggul kaleng biskuit bekas, ember plastik, hingga jeriken yang dimodifikasi sedemikian rupa. Meski menggunakan barang rongsokan, semangat yang terpancar dari wajah para siswa ini tidak main-main. Mereka memainkan lagu daerah dengan penuh penghayatan, menciptakan sebuah pertunjukan yang menyentuh hati siapa pun yang menyaksikannya.
Babak Baru Hubungan Iran dan Amerika Serikat: Draf Perjanjian Damai Islamabad Masuki Tahap Finalisasi
Viralitas video tersebut memicu gelombang simpati dan kekaguman dari netizen. Banyak yang memuji bahwa kreativitas siswa tidak boleh dibatasi oleh keadaan ekonomi. Ternyata, pesan moral dari video tersebut sampai ke meja kerja Presiden Prabowo Subianto. Beliau melihat adanya potensi besar dan semangat juang yang harus dipupuk agar tidak padam hanya karena masalah fasilitas.
Respon Cepat Sang Presiden: Hadiah yang Mengubah Mimpi
Berdasarkan informasi resmi dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (25/6/2026), Presiden Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan pengiriman bantuan berupa alat drumben lengkap ke SDN Tegalega. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai pemberian hadiah, melainkan sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah terhadap pengembangan minat dan bakat generasi muda di bidang seni dan kedisiplinan.
Kado Spesial HUT ke-499 Jakarta: Tarif Transportasi Rp 1 dan Akses Wisata Gratis untuk Seluruh Warga Indonesia
Bantuan tersebut tiba di sekolah pada Rabu (24/6), disambut dengan isak tangis haru dan sorak sorai kegembiraan dari para guru serta murid. Kehadiran alat-alat musik baru yang berkilau di bawah sinar matahari Sukabumi itu seolah menjadi simbol bahwa mimpi setinggi apa pun bisa diraih jika disertai dengan usaha yang tulus. Penyerahan bantuan ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap pemerataan fasilitas sekolah di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota.
Awal Mula yang ‘Iseng’ Namun Bermakna
Kepala Sekolah SDN Tegalega, Usep Suwardi, menceritakan latar belakang di balik munculnya drumben barang bekas tersebut. Siapa sangka, ide yang kini membawa keberkahan bagi sekolahnya itu bermula dari sebuah keisengan untuk memeriahkan seremoni kenaikan kelas. Usep menyadari bahwa sekolahnya tidak memiliki anggaran untuk menyewa, apalagi membeli alat musik mahal. Namun, ia tidak ingin acara kelulusan siswanya berlangsung sepi tanpa keceriaan.
Target Ambisius Raja Juli: PSI Banten Wajib Naikkan Kursi DPRD 200 Persen di Pemilu 2029
“Pada awalnya di dalam acara kenaikan kelas kita iseng-iseng lah. Awalnya iseng-iseng kita mengadakan marching band dari bahan-bahan bekas,” ungkap Usep dengan nada rendah hati saat menerima bantuan tersebut. Ia menambahkan bahwa barang-barang bekas tersebut dikumpulkan oleh para siswa sendiri dari lingkungan sekitar rumah mereka. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan siswa tentang pentingnya daur ulang dan inovasi.
Namun, Usep tak pernah menyangka bahwa langkah kecil tersebut akan mendapatkan perhatian langsung dari Presiden. Menurutnya, bantuan alat drumben profesional ini merupakan lonjakan besar bagi kualitas pendidikan di sekolahnya. Ini bukan hanya soal alat musik, tetapi soal harga diri dan motivasi bagi para warga sekolah untuk terus berprestasi meski berada di wilayah Sukabumi yang cukup terpencil.
Mita: Representasi Kebahagiaan Siswa Pelosok
Salah satu momen paling menyentuh saat penyerahan bantuan adalah ketika Mita, seorang siswi kelas 4 SDN Tegalega, berkesempatan mencoba alat musik yang baru saja tiba. Mita, yang sebelumnya bertugas memukul kaleng plastik, tampak terpaku melihat snare drum asli di depannya. Matanya berkaca-kaca saat menyadari bahwa kini ia tidak perlu lagi merasa malu atau kesulitan menghasilkan suara yang indah.
“Terima kasih Bapak Presiden, moga-moga Pak Presiden sehat selalu, banyak rezekinya,” ucap Mita dengan polosnya. Baginya dan teman-temannya, alat drumben ini adalah benda mewah yang selama ini hanya bisa mereka lihat di televisi. Kehadiran alat musik ini memberikan suntikan semangat baru bagi mereka untuk berlatih lebih giat lagi, mungkin untuk kompetisi yang lebih besar di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Komitmen Perawatan dan Keberlanjutan
Menerima bantuan besar tentu mendatangkan tanggung jawab yang juga besar. Usep Suwardi menegaskan bahwa pihak sekolah akan berkomitmen penuh untuk menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia berencana memasukkan kegiatan drumben ke dalam program ekstrakurikuler resmi sekolah guna memastikan keberlanjutan manfaatnya.
“Terima kasih untuk Bapak Presiden maupun unsur instansi terkait, di mana sekolah kami memang sangat membutuhkan sarana prasarana demi kelancaran dan suksesnya program pendidikan,” tuturnya lebih lanjut. Usep berharap, langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo ini dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk lebih peduli terhadap kondisi pendidikan di daerah. Dengan adanya sarana yang memadai, pendidikan karakter melalui seni musik dapat berjalan lebih optimal.
Harapan Baru bagi Pendidikan Nasional
Kasus SDN Tegalega ini hanyalah satu dari sekian banyak potret perjuangan pendidikan di Indonesia. Namun, respon cepat yang diberikan oleh Presiden Prabowo memberikan pesan kuat bahwa suara dari bawah kini lebih mudah didengar berkat kemajuan teknologi dan media sosial. Apresiasi terhadap semangat pantang menyerah siswa adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Kini, SDN Tegalega tidak lagi dikenal sebagai sekolah dengan ‘drumben barang bekas’, melainkan sekolah yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah tembok penghalang, melainkan batu loncatan menuju kesuksesan. Suara kaleng bekas itu kini telah digantikan oleh dentuman drum yang megah, seiring dengan langkah mantap para siswa menjemput masa depan mereka yang lebih cerah.