Komitmen Hijau di Jalur Bebas Hambatan: Jasa Marga Transformasi Wajah Jalan Tol Masa Depan lewat Aksi Tanam Pohon Serentak

Akbar Silohon | WartaLog
25 Jun 2026, 15:17 WIB
Komitmen Hijau di Jalur Bebas Hambatan: Jasa Marga Transformasi Wajah Jalan Tol Masa Depan lewat Aksi Tanam Pohon Serent

WartaLog — Di tengah deru mesin kendaraan yang melintasi aspal panas Jalan Tol Gempol-Pasuruan, sebuah langkah nyata menuju keberlanjutan baru saja dipancangkan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sebagai raksasa pengelola jalan tol di Indonesia, membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur berkelanjutan bukan sekadar jargon di atas kertas. Melalui aksi penanaman pohon serentak yang digelar sepanjang Juni 2026, korporasi ini tengah merajut kembali harmoni antara kemajuan transportasi dan kelestarian alam.

Momentum ini bukanlah sekadar seremoni musiman. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jasa Marga Group mengonsolidasikan seluruh kekuatan anak usahanya untuk menghijaukan koridor jalan tol di seluruh wilayah operasional mereka. Puncaknya, sebuah acara simbolis namun penuh makna diselenggarakan di Travoy Rest KM 792A Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur, pada Rabu (24/6). Di sini, narasi tentang “Green Toll Road” bukan lagi sebuah visi masa depan, melainkan realitas yang sedang dibangun dengan penuh ketelitian.

Read Also

Akhir Pelarian Taufik Hidayat: Penyekap Wanita di Bandung yang Kini Mendekam di Sel Isolasi Khusus

Akhir Pelarian Taufik Hidayat: Penyekap Wanita di Bandung yang Kini Mendekam di Sel Isolasi Khusus

Menanam Masa Depan: Filosofi di Balik Setiap Akar

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dalam keterangannya menegaskan bahwa setiap pohon yang ditanam adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup generasi mendatang. Bagi Jasa Marga, menjaga ekosistem hijau di sekitar jalur bebas hambatan merupakan bagian integral dari strategi bisnis yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Menanam pohon adalah bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Seluruh inisiatif ini merupakan upaya kami dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Rivan. Pernyataan ini menegaskan bahwa wajah jalan tol di bawah naungan Jasa Marga tidak lagi hanya tentang beton dan aspal, melainkan tentang sabuk hijau yang memberikan napas bagi lingkungan sekitar.

Read Also

Tiga Tahun Menanti, Maluku Utara Akhirnya Pecah Telur Raih Opini WTP dari BPK RI

Tiga Tahun Menanti, Maluku Utara Akhirnya Pecah Telur Raih Opini WTP dari BPK RI

Langkah ini mencakup pengembangan program Green Corridor, di mana koridor jalan tol dirancang untuk menjadi filter udara alami yang mampu mereduksi emisi karbon dari ribuan kendaraan yang melintas setiap harinya. Jasa Marga menyadari bahwa sebagai penyedia layanan transportasi darat, mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menyeimbangkan emisi yang dihasilkan dengan aksi konservasi yang nyata.

Pohon Pule: Sang Penjaga Udara di Jalur Strategis

Dalam aksi di Travoy Rest KM 792A, sebanyak 200 pohon pule menjadi primadona yang dipilih untuk ditanam. Pemilihan jenis pohon ini tidak dilakukan secara sembarang. Pohon pule (Alstonia scholaris) dikenal dalam dunia lanskap sebagai tanaman yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon dioksida dan memproduksi oksigen dalam jumlah besar. Karakteristiknya yang kuat, dengan sistem perakaran yang menghujam dalam, menjadikannya pondasi alami yang stabil untuk kawasan rest area.

Read Also

Misteri Wanita Hilang di Jurang Paledang Bogor: Jejak yang Terputus Usai Cekcok Hebat

Misteri Wanita Hilang di Jurang Paledang Bogor: Jejak yang Terputus Usai Cekcok Hebat

Selain manfaat ekologisnya, pohon pule juga dipilih karena kemudahan perawatannya. Guguran daun yang relatif minim membuat area peristirahatan tetap bersih, sementara rimbunnya tajuk pohon memberikan keteduhan maksimal bagi para pengguna jalan yang ingin melepas lelah. Ini adalah contoh bagaimana estetika bertemu dengan fungsi ekologis dalam konsep tata kota hijau yang diterapkan pada fasilitas publik.

Aksi di Jawa Timur ini hanyalah fragmen kecil dari gambaran besar. Secara total, Jasa Marga Group menargetkan penanaman lebih dari 7.000 pohon di berbagai titik strategis sepanjang tahun 2026. Angka ini terus menambah deretan panjang kontribusi hijau perseroan yang sebelumnya telah menanam lebih dari 14.000 pohon pada 2023 dan melonjak hingga 50.000 pohon pada 2024.

Transformasi Digital: Memantau Jejak Karbon lewat Teknologi

Menariknya, di tahun 2026 ini, Jasa Marga mulai mengintegrasikan aspek teknologi dalam program penghijauan mereka. Tidak sekadar menanam dan membiarkan, perusahaan kini menghadirkan sistem monitoring digital. Sistem ini mampu mengukur jejak karbon secara presisi, memantau pertumbuhan setiap pohon secara berkala, hingga menghitung potensi carbon offset yang dihasilkan.

Inovasi ini menempatkan Jasa Marga sebagai pionir pengelola jalan tol pintar yang juga peduli pada data lingkungan. Dengan data yang terukur, Jasa Marga dapat membuktikan dampak nyata dari setiap pohon terhadap kualitas udara di sekitar jalan tol. Penggunaan teknologi ini menjadi bukti nyata implementasi ESG yang transparan dan akuntabel, yang diharapkan mampu menarik kepercayaan lebih dari para pemangku kepentingan dan investor hijau.

Revitalisasi Travoy Rest: Lebih dari Sekadar Tempat Beristirahat

Sejalan dengan semangat penghijauan, Jasa Marga juga terus melakukan rejuvenasi pada kawasan rest area. Konsep Travoy Rest kini bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, nyaman, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Di Travoy Rest KM 792A, pengunjung dapat merasakan pengalaman beristirahat yang berbeda dengan fasilitas yang telah ditingkatkan kualitasnya secara signifikan.

Mulai dari penataan fasad tenant UMKM yang lebih estetis, pembaruan signage yang informatif, hingga penyediaan fasilitas ramah lingkungan seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kehadiran SPKLU di rest area merupakan bentuk dukungan konkret Jasa Marga terhadap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, yang juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca.

Revitalisasi ini terbukti membuahkan hasil positif secara finansial. Pada tahun 2025, pendapatan dari bisnis rest area mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 21,7%, mencapai Rp783,2 miliar. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan aset yang berbasis pada kenyamanan pelanggan dan kelestarian lingkungan mampu menciptakan multiplier effect yang menguntungkan semua pihak.

Misi Danantara: Sinergi BUMN untuk Negeri

Seluruh inisiatif hijau ini juga merupakan bagian dari visi besar misi Danantara Indonesia. Sebagai bagian dari keluarga besar BUMN, Jasa Marga berkomitmen untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan. Transformasi yang dilakukan Jasa Marga diharapkan dapat menjadi standar baru bagi pengembangan infrastruktur transportasi di tanah air, di mana pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan perlindungan alam.

Dengan keterlibatan jajaran direksi, termasuk Direktur Human Capital dan Transformasi Yoga Tri Anggoro, kegiatan ini mempertegas bahwa tanggung jawab lingkungan adalah tanggung jawab kolektif dari level manajemen tertinggi hingga petugas di lapangan. Jasa Marga tidak hanya membangun jalan untuk menghubungkan kota ke kota, tetapi juga membangun jalan menuju masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih sejuk, dan lebih hijau.

Pada akhirnya, perjalanan ribuan kilometer di jalan tol bukan lagi tentang kelelahan di antara aspal yang kaku, melainkan sebuah perjalanan melalui koridor hijau yang menyegarkan mata dan jiwa. Melalui dedikasi yang konsisten, Jasa Marga sedang menulis ulang sejarah infrastruktur Indonesia, satu pohon dalam satu waktu.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *