Cek Fakta: Benarkah Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Presiden Prabowo ‘Pecundang’?

Siska Amelia | WartaLog
13 Apr 2026, 18:20 WIB
Cek Fakta: Benarkah Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Presiden Prabowo 'Pecundang'?

WartaLog — Di tengah dinamika politik global yang kian memanas, sebuah narasi provokatif mendadak viral di jagat maya. Unggahan tersebut mengeklaim bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan kritik pedas bahkan menyebut Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai seorang ‘pecundang’ karena dianggap membela kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

Narasi ini menyebar cepat melalui media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Facebook tertentu. Unggahan tersebut menampilkan sebuah tangkapan layar yang seolah-olah berasal dari media televisi nasional, TV One News, lengkap dengan foto Abbas Araghchi dan kutipan pernyataan yang sangat keras. Namun, apakah klaim ini memiliki landasan fakta yang kuat atau sekadar manipulasi digital?

Read Also

Kemenag Tegaskan Isu Pengambilalihan Kas Masjid Adalah Hoaks: Simak Fakta di Baliknya

Kemenag Tegaskan Isu Pengambilalihan Kas Masjid Adalah Hoaks: Simak Fakta di Baliknya

Isi Narasi yang Meresahkan

Dalam potongan gambar yang beredar, tertulis kutipan yang berbunyi: “Menlu Iran! Prabowo Tak Usah Bicara Rakyat Iran Keras Kepala, Kami Bangsa Iran Punya Prinsip Lebih Baik Mati Membela Rakyat Dari Pada Menjadi Pecundang Membela Amerika Dan Israel Seperti Anda.”

Unggahan tersebut bahkan mencantumkan keterangan waktu yang cukup janggal, yakni 10 April 2026, yang mengindikasikan adanya ketidaktelitian dalam pembuatan konten hoaks tersebut. Meskipun demikian, narasi ini sempat memicu perdebatan di kolom komentar dan berpotensi menggiring opini negatif di tengah masyarakat.

Hasil Penelusuran Tim WartaLog

Tim redaksi kami melakukan verifikasi mendalam untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Langkah pertama adalah menelusuri arsip digital dan akun resmi dari media yang dicatut, yaitu TV One News. Berdasarkan penelusuran di akun Instagram resmi @tvonenews, kami menemukan unggahan dengan visual yang identik—mulai dari tata letak hingga foto Abbas Araghchi yang digunakan.

Read Also

Waspada Modus Phishing Hadiah Bank: Menelusuri Jejak Digital Penipuan yang Mencatut Institusi Keuangan

Waspada Modus Phishing Hadiah Bank: Menelusuri Jejak Digital Penipuan yang Mencatut Institusi Keuangan

Namun, terdapat perbedaan yang sangat mencolok pada bagian teks atau narasi berita. Unggahan asli dari TV One News sebenarnya berjudul: “Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Menlu Iran: Pilih Gencatan Senjata atau Perang!”

Dalam berita yang sebenarnya, Abbas Araghchi memberikan peringatan tegas kepada Amerika Serikat terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa pihak AS harus memilih antara mendukung gencatan senjata atau membiarkan perang berkelanjutan melalui Israel. Sama sekali tidak ada penyebutan nama Presiden Prabowo Subianto, apalagi serangan personal seperti yang dituduhkan dalam konten viral tersebut.

Kesimpulan: Konten Hasil Manipulasi

Setelah membandingkan kedua bukti tersebut, dapat disimpulkan bahwa tangkapan layar yang menyebut Menlu Iran menghina Presiden Prabowo adalah hasil suntingan atau manipulasi digital (digital editing). Pelaku sengaja mengubah teks asli berita untuk menciptakan disinformasi yang provokatif.

Read Also

Waspada Penipuan! Panduan Lengkap dan Jalur Resmi Pendaftaran CPNS 2026 Agar Tidak Terkecoh Hoaks

Waspada Penipuan! Panduan Lengkap dan Jalur Resmi Pendaftaran CPNS 2026 Agar Tidak Terkecoh Hoaks

Hingga saat ini, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun catatan diplomatik yang memvalidasi tuduhan tersebut. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran tetap berjalan sesuai koridor profesional tanpa adanya insiden verbal seperti yang diklaim oleh akun media sosial tersebut.

WartaLog mengimbau pembaca untuk selalu bersikap kritis terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang bersifat menyudutkan tokoh negara tanpa sumber yang jelas. Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal berita terpercaya sebelum membagikan konten yang belum tentu kebenarannya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *